PON XX Papua 2021

Pegulat Jatim Varadisa Rebut Emas Gaya Bebas

Varadisa Septi (tengah), 19 tahun, peraih medali emas cabor gulat gaya bebas 76 Kg. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Pegulat Jawa Timur (Jatim),  kembali menunjukkan keperkasaannya di arena Gulat di GOR Futsal Dispora Merauke, Minggu (10/10). Varadisa Septi membuat bendera Kontingen Jatim berkibar lagi setelah berhasil menyumbang medali emas di kelas 76 kilogram gaya bebas putri. 

Di babak final, Varadisa tanpa kesulitan menundukkan pegulat Jambi Indri Sukmaningsih. Vara hanya membutuhkan waktu 32 detik untuk membuat pegulat Jambi itu menyerah dan harus puas meraih medali perak. Sedangkan, medali perunggu diraih oleh Natrusnicu Roxana asal Kalimantan Selatan.

Raihan emas ini memang sudah diprediksi oleh tim pelatih. Sejak awal Vara sudah ditarget medali emas karena di Pra-PON ia berhasil meraih emas. Hanya lawannya di final yang berbeda.

gulat1.jpgVaradisa Septi (kanan) hanya butuh 32 detik untuk mengalahkan Indri Sukmaningsih (Jambi) di final. (FOTO: istimewa)

Pelatih kepala gulat Jatim, Rachman mengaku, lawan di final tidak sesuai prediksi. "Hari ini kita gak menduga lawan kita dari Jambi, karena prediksi kita pegulat Kalsel-lah yang bertemu di final. Ini karena di Pra-PON pegulat

Kalsel yang lolos ke final. Dan, Vara menang di final. Ternyata atlet Jambi bisa mengalahkan dia (Natrusnicu) di semifinal. Sedangkan di babak awal Jatim berhasil mengalahkan Jambi. Jadi si Vara bisa tampil lepas," ungkap Rachman.

Bagi Vara inilah debutnya di ajang PON. Dan, langsung bisa meraih emas.

"Alhamdulillah seneng banget. Latihan keras yang saya lakukan bisa dapat hasil terbaik. Tadi sempat gugup banget sih, tapi disemangati oleh teman-teman dan Satgas KONI Jatim yang ada di sini," ungkap Vara.

Keberhasilan ini, kata gadis usia 19 tahun itu, tak lain berkat latihan yang sudah lama ia jalani bersama tim Puslatda Jatim.

Dengan tambahan satu emas, kini total sudah tiga emas, dua perak, dan satu perunggu yang dikumpulkan oleh tim gulat Jatim.(*)

Pewarta : Ayatullah RK
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda