Gubernur Jatim: Semua Komponen Harus Jaga Status Level I PPKM.

Ketika Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.memberikan pengarahan. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak semua komponen untuk menjaga status Level 1 Jatim dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sebab, pencapaian level 1 tersebut berkat peran serta semua pihak.

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau Kolaborasi Vaksinasi Pemprov Jatim, ISNU Jatim, UIN, Dinkes, Bank Jatim, PDNU-ARSINU dan Pemda Kab Tulungagung
di Gedung KH Arief Mustaqiem, Sabtu (18/9/2021) sore.

“Pendekatan pentahelix, ada pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media dan masyarakat. Lima komponen ini saya mohon tetap kompak,” ujar Khofifah.

Lima komponen ini bukan hanya bersinergi, namun juga bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Karena itu dirinya juga tetap berharap semua tetap kompak, menjaga level 1.

Di antaranya dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan percepatan vaksinasi.

“Jika bisa tetap dijaga, pembelajaran tatap muka bisa dipercepat. Sekarang masih terbatas, bertahap bisa ditingkatkan lagi,” kata Khofifah.

Selain itu pencapaian Level 1 juga memungkinkan melakukan penguatan di sektor lain, seperti pariwisata.

Seluruh kegiatan interaksi masyarakat yang selama ini dibatasi bisa pula dimulai bertahap.

Jika Covid-19 semakin terkendali, maka ekonomi akan tumbuh dan bangkit.
“Mohon semua bisa jaga protokol kesehatan. Bisa seiring melakukan percepatan vaksinasi,” tegasnya.

Sebelumnya Khofifah menyatakan, Jawa Timur menjadi provinsi pertama dari 34 provinsi di Indonesia yang mencapai level 1.

Hal ini berdasarkan hasil asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dengan standar WHO.

Ketua PW ISNU Jawa Timur Prof Mas’ud Said menjelaskan, sehari sebelumnya Gubernur Jawa Timur mengumumkan saat ini Jawa Timur adalah satu-satunya propinsi yang terbebas dari zona merah, kuning dan orange. Jatim merupakan propinsi pertama yang semua wilayahnya sudah di level 1.

Menurut Mas’ud, kondisi ini tidak terlepas dari peran semua pihak dalam memerangi penyebaran virus Covis-19, termasuk yang sedang dilakukan oleh ISNU Jatim di Tulungagung dan beberapa kabupaten dan kota lain.

“Kita memvaksin 5.600 orang hari ini yang terdiri dari elemen masyarakat umum, mahasiswa, santri, para ustadz dan semua kalangan yang belum tervaksin. Gerakan ini merupakan upaya bersama-sama dengan cara menyerbu secara keseluruhan ke daerah-daerah agar masyarakat memiliki kekebalan. Sehingga bisa mengurangi penularan Covid-19,” ujar Guru Besar Ilmu Pemerintahan UMM ini.

Untuk menghindari kerumunan yang menyebabkan penularan, berbagai upaya dilakukan oleh ISNU Jatim di lokasi acara. Mulai dari pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, pelibatan tenaga kesehatan dan tenaga medis secara besar-besaran hingga pembagian pos vaksinasi menjadi 10 titik di kampus UIN SATU Tulungagung. 

Total tenaga medis dan tenaga kesehatan yang dilibatkan mencapai 300 orang yang berasal dari berbagai Fasilitas Kesehatan di Tulungagung, mulai dari Dinas Kesehatan, puskesmas-puskesmas, Rumah Sakit  pemerintah dan RS swasta, serta Perguruan Tinggi yang memiliki program studi ilmu kesehatan.
 
Rektor UIN SATU Tulungagung Prof Dr Maftukhin M.Ag. menyambut baik upaya yang dilakukan ISNU Jatim. Menurutnya, vaksinasi yang digelar ISNU ini sangat diperlukan. Khususnya di kalangan masyarakat yang sampai saat ini belum tervaksin. Ia berharap Jatim herd immunity di Tulungagung bisa segera terwujud sehingga wabah ini cepat teratasi. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda