Rekor Produksi Tempe Mbah Bayan di Purwodadi

Suasana gayeng di pabrik tempe Mbah Bayan. (FOTO: Joko Intarto)

COWASJP.COM – Stok kedelai di gudang tempe Mbah Bayan itu habis dua kali lebih cepat. Perkiraan awal, stok kedelai baru habis pada tanggal 13 Oktober 2021. 

Ternyata hari ini, Jumat 17 September 2021, semua sisa stok harus dimasak menjadi tempe. Tempe Mbah Bayan mencatat rekor produksi baru: 34 Kg. 
(Baca: Oleh-Oleh Tempe Segar, cowasjp.com 5/9/2021).

Jatah tempe dari 25 Kg kedelai dibeli UKM binaan Lazismu Grobogan untuk produksi rendang tempe yang akan dikirim ke Jakarta. 

Didistribusikan ke mana tempe yang lain? Tempe dari 5 Kg kedelai untuk memasok toko-toko sayuran di kota Purwodadi. Ada 9 toko yang sudah memasarkan tempe Mbah Bayan. Hari ini bertambah 2 toko lagi. Total 11 toko.

Sisa kedelai yang 4 Kg dijadikan tempe untuk melayani pembeli yang ordernya dadakan mulai siang hingga sore. Pembeli ini umumnya rumah tangga yang suami dan istri bekerja. Ketika pulang kerja mereka membeli. 

Selain itu, tempe stok juga untuk mengisi ulang jatah tempe di toko yang sudah kehabisan barang. Dari 9 toko yang menjual tempe Mbah Bayan, ada 4 toko yang selalu menambah order pada siang hari. Padahal jatah kiriman pagi sudah dinaikkan 2 kali lipat. 

Anda mungkin kecewa setelah tahu penjualan tempe Mbah Bayan ternyata tidak sebanding dengan hebohnya. Tidak apa-apa. 

Usaha tempe Mbah Bayan memang saya inisiasi dengan modal kerja mikro: Hanya Rp 2,5 juta. Separuhnya digunakan untuk membeli bahan baku seperti kedelai, ragi, bungkus dan bahan bakar. 

Dengan putaran cepat, modal itu bisa digunakan untuk menjalankan usaha selama sebulan. Kalau pemasaran produknya bagus, pasti modalnya bisa berkembang pada akhir bulan. 

Modal Rp 2,5 juta memang kecil. Secepat apa pun perputarannya, pada akhir bulan hanya bisa menghasilkan keuntungan Rp 900 ribu. 

Ada teman yang bertanya, mengapa tempe Mbah Bayan tidak diinjeksi modal kerja yang lebih besar supaya tidak 'njomplang' dengan Jagaters Studio? Saya sengaja tidak menambah modal kerja. Saya ingin membuktikan kepada karyawan tempe Mbah Bayan bahwa untuk menjadi pengusaha tidak harus dimulai dari kaya.

Bila dibandingkan dengan Jagaters Studio, pendapatan tempe Mbah Bayan memang ibarat hanya 'sekuku ireng'-nya. Tapi kalau diukur dari rasa kepuasannya, kedua jenis usaha itu memberi rasa puas yang sama. 

Jagaters Studio lima tahun lalu juga dimulai dengan dua unit kamera, dua unit laptop dan dua unit PC. Semua barang bekas. Kantornya pun nyelempit di gang sempit di belakang pasar PSPT, Tebet, Jakarta yang tetap dipertahankan sampai sekarang. 

Butuh kesabaran dan daya tahan luar biasa untuk melewati masa-masa sangat sulit pada tiga tahun pertama. Kalau sekarang Jagaters  Studio mengelola 500 event sebulan, semua itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Pak Wahyu Indra Sakti Saidi sangat tahu bagaimana kondisi Jagaters Studio lima tahun lalu.  

Pelajaran lain yang ingin saya berikan kepada karyawan tempe Mbah Bayan adalah: Kalau modalnya cekak, berusahalah memutar uang lebih cepat, bukan sedikit-sedikit cari pinjaman uang alias utang. 

Begitulah perjalanan perusahaan tempe Mbah Bayan. Hari ini saya merasa sangat senang karena tanpa injeksi modal kerja baru, tempe Mbah Bayan bisa membeli stok kedelai 100 Kg. 

Bila pembelian stok pertama cukup untuk 17 hari, pembelian stok terbaru akan habis dalam seminggu. Jangan senang dulu. Itu kabar buruk buat orang yang suka berleha-leha dan buang-buang waktu.(*) 

Penulis: JOKO INTARTO, Wartawan Senior di Jakarta.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda