Rilis Buku

Senyum Warga Terdampak Terminal Teluk Lamong

​Pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan tak berdiri sendiri. Pembangunan dan pengembangan Terminal Teluk Lamong (TTL) yang dimulai pada 2010 mau tidak mau berdampak pada kehidupan sosial ekonomi warga sekitarnya. Dalam hal ini 7 (tujuh) kelurahan di kawasan barat Surabaya yang lokasinya berdekatan TTL.

***

COWASJP.COM – Ketujuh kelurahan di kawasan barat Surabaya yang terdampak pembangunan Terminal Teluk Lamong ialah: 

1) Kelurahan Romokalisari.

2/ Kelurahan Genting Kalianak 

3/ Kelurahan Karang Kiring. 

4/ Kelurahan Moro Krembangan. 

5/ Kelurahan Tambaksarioso. 

6/ Kelurahan Tenggulunan.

7/ Kelurahan Tambak Oso Wilangun. 

Semuanya berada di Kecamatan Benowo Kota Surabaya

Untuk mengetahui dampak TTL terhadap kehidupan sosial ekonomi warga di 7 (tujuh) kelurahan tersebut, Dr Gugus Wojonarko, Drs.,MM, salah seorang peneliti yang juga staf pengajar beberapa perguruan tinggi di Surabaya, melalukan penelitian kualitatif. Ada 161 karyawan dan warga terdampak yang diwawancarai. 

“Mereka itu adalah bagian dari warga masyarakat sekitar TTL yang menggantungkan mata pencariannya pada kehadiran TTL,” tutur Gugus Wijonarko yang memperoleh gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana Unair. 

MENYEJAHTERAKAN WARGA 7 KELURAHAN

Hasil penelitian Dr Gugus Wijonarko tersebut kemudian ditulis kembali menjadi buku mungil setebal 109 halaman. Buku yang diberi judul: Terminal Teluk Lamong Membangun Negeri, Menyejahrerakan Ekonomi Warga  naskahnya ditata kembali oleh wartawan senior Maksum, agar menjadi buku yang enak dibaca. Buku kemudian diterbitkan Penerbit Inti Media Utama, Surabaya

Secara umum, kata Gugus, alumnus Program Studi Administrasi Negara FISIP Unair itu, buku tersebut menjelaskan perubahan sosial ekonomi pada masyarakat lokal pasca pembangunan Terminal Teluk Lamong. 

Melalui konsep Green Port dan Green Culture, PT Terminal Teluk Lamong juga menciptakan perubahan kultur di masyarakat untuk konsisten berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan.

"Temuan yang berhasil dikonstruksikan dari studi yang dibukukan ini, antara lain, perubahan sosial ekonomi yang dialami sebagian besar warga masyarakat itu disebabkan multiplier effect faktor ekonomi. Terutama makin terbukanya peluang-peluang usaha,” ujar Gugus. 

Dalam bidang sosial, perubahan yang terjadi, lanjut Gugus, antara lain perubahan relasi sosial dalam warga masyarakat setempat. Yakni kondisi keserasian sosial yang kian membaik. 

demaga-cowas.jpgFOTO: Republika/Aditya Pradana Putra.

Yang juga membuat warga di Kelurahan Romokalisari, Kelurahan Genting Kalianak, Kelurahan Karang Kiring, Kelurahan Moro Krembangan, Kelurahan Tambaksarioso, Kelurahan Tenggulunan, dan Kelurahan Tambak Oso Wilangun Kecamatan Benowo, banyak tersenyum bangga. Inilah kontribusi PT Terminal Teluk Lamong dalam perbaikan berbagai infrastruktur di wilayah terdampak itu.

TTL memang berperan aktif membantu warga terdampak. “Misalnya, membangun sarana pembelajaran, peternakan kecil air tawar, jalan kelurahan, dan memberi kesempatan untuk membuka warung, jasa pencucian pakaian, dan lain-lainnya," kata Gugus Wijonarko.

Pengganti Tanjung Perak

Terminal dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dari waktu ke waktu semakin padat. PT Pelindo III (Persero), sebagai operator Tanjung Perak menegaskan pelabuhan yang dibangun pemerintah kolonial Belanda (1910) memasuki tahun 2014, sudah over capacity.

Kapasitas petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak pada 2010 sekitar 1,5 juta TEUs (twenty feet equivalent units). Namun, pada 2012 arus petikemas sudah mencapai 2,6 juta TEUs dan komoditas curah kering sekitar 6,7 juta ton. Pada 2014 arus petikemas mencapai lebih dari 3,2 TEUs dan curah kering 7,7 juta ton.

Karena itu, sejak 2010 Pelindo III menyiapkan pelabuhan baru, Terminal Teluk Lamong yang beroperasi mulai 2014. Pada tahap pertama, Teluk Lamong –yang dirancang sebagai terminal multipurpose—melayani petikemas dan curah kering. Kapasitas yang tersedia di Terminal Teluk Lamong sekitar 1,6 juta TEUs petikemas dan 10,3 juta ton curah kering.(*) 

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda