Anggaran Dipangkas Pemprov, Target PON Jatim Bisa Ambyar

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung (paling kanan) saat memimpin Rapat menjelang PON XX Papua. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Persiapan Kontingen KONI Jawa Timur  amburadul menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua, 2 - 15 Oktober 2021 mendatang.

Mengapa? Pasalnya, anggaran tambahan dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021 sangat minim. KONI Jatim hanya mendapat tambahan Rp 50 miliar. 

Hanya 20,8 persen dari total anggaran yang diajukan dalam PAK kurang lebih Rp 240 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. 

Anggaran ini untuk persiapan akhir sampai pelaksanaan PON nanti.

"Saya mendapat informasi segitu (Rp 50 miliar) sudah fixed,” aku Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung saat dikonfirmasi, Jumat 3 September 2021.

Total anggaran yang diterima KONI Jatim untuk PON XX Papua nanti sebesar Rp 218 miliar. Ini jauh lebih sedikit dibanding kedua rivalnya: DKI Jakarta sebesar Rp 410 miliar dan Jawa Barat Rp 254 miliar.

Ia mengatakan, dengan anggaran yang sangat minim ini, KONI Jatim terpaksa mengubah skema anggaran yang sudah dirancang sebelumnya. Antara lain:

1/ KONI Jatim terpaksa meniadakan tes prestasi setiap cabang olahraga (cabor) yang dijadwalkan dilakukan tiga kali. 

2/ Terpaksa mengurangi anggaran nutrisi atlet yang harusnya sudah mulai berjalan H-7 pertandingan. Anggaran nutrisi hanya akan diberikan selama masa pertandingan saja.

Bonus medali belum kita rancang. Bonus mentas (pentas) yang sudah kita rancang terpaksa gak ada. Bonus ini untuk memotivasi atlet dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim ini melanjutkan: "Ini belum termasuk anggaran tambahan penginapan yang disediakan KONI Jatim. Hal ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi kekurangan akomodasi yang ada di Papua nanti. Juga hal-hal pendukung lainnya yang harus dilunasi."

Erlangga pun mengaku kelimpungan mendapat kabar tersebut. Pasalnya tim sport science bersama pelatih sudah merancang persiapan begitu matang. Mulai dari rencana training camp (TC) luar negeri, TC dalam negeri, dan lainnya menjadi amburadul.

Walau begitu, ia tak ingin mengeluh dan akan memaksimalkan anggaran yang ada. Dan tetap bertekad membawa Jatim berprestasi di ajang empat tahunan tersebut.

“Ya, kita harus memahami situasi anggaran kita karena kondisi pandemi Covid-19. Pemerintah juga harus fokus menangani itu. Para atlet juga harus memahami kondisi ini. Gak boleh kendur dan harus tetap berprestasi,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Ayatullah RK
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda