Hasan Basri Sagala Kasatkornas Banser, Gantikan Alfa Isneni.

Hasan Basri Sagala (kiri) dan Presiden RI Joko Widodo. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Kurang lebih setahun jabatan Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) kosong. Kasatkornas sebelumnya Alfa Isneni wafat pada tahun 2020. 

Senin siang 30 Agustus 2021, Hasan Basri Sagala (HBS) yang semula Wakasatkornas diangkat menjadi Kasatkorns Banser. 

Setelah menerima amanah ini,  HBS memiliki setidaknya tiga tugas yang harus dilakukan. Yaitu:

Pertama adalah memperkuat konsolidasi organisasi untuk menciptakan dan mewujudkan organisasi yang sehat secara struktur. Penguatan konsolidasi organisasi ini sangat penting untuk dilakukan, terutama di daerah-daerah luar Pulau Jawa.   

“Jadi konsolidasi organisasi yang harus kita perkuat kembali, terutama di luar Jawa. Karena bagaimana pun situasi (pandemi Covid-19) seperti ini kan membutuhkan konsolidasi yang lebih ekstra lagi,” tutur Hasan tadi siang. 

Tugas kedua adalah kaderisasi organisasi. HBS -- panggilan akrabnya -- menegaskan, seluruh kebijakan yang sudah dilakukan dan dicanangkan oleh almarhum H Alfa Isneeni sebagai Kasatkornas sebelumnya, mesti dilaksanakan dan harus diperkuat kembali.    

“Kaderisasi itu bukanlah sekadar kita melaksanakan diklatsar tiga hari tiga malam atau satu minggu, setelah itu kita tinggalkan. Ibarat menanam sebuah pohon, setelah kita tanam kan harus ada perawatan. Dipupuk, dibersihkan, dilakukan pemeliharaan. Kaderisasi itu tidak sekadar kadersiasi formal, tapi kaderisasi informal juga harus kita laksanakan,” kata HBS yang juga Alumnus Subanpim Banser I Ponpes  Al Hamid Ciracas ini. 

hasan.jpg

Menurutnya, almarhum Alfa Isnaeni sudah berhasil dan mencapai kemajuan cukup besar dalam melakukan kaderisasi secara formal. Kini, kata Hasan, saatnya Satkornas Banser melanjutkan tugas agar kader di seluruh Indonesia dapat kembali memperkuat kaderisasi informal.    

“Kita harus melanjutkan dan lebih memperkuat lagi dalam melakukan kerja-kerja kaderisasi informal. Terutama di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini,” jelas kader Banser kelahiran Kotapinang, Sumatera Utara, pada 10 Juni 1977 itu.   

Ketiga, ia akan kembali memperkuat penanaman ideologi kebangsaan dan keagamaan kepada seluruh kader Banser di Indonesia. Hal ini harus terus dilakukan dan tidak boleh lengah sedikit pun. Karena serangan terhadap ideologi, baik dari dalam maupun luar, masih selalu ada dan nyata.   

“Dalam hal paham keagamaan kita, ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah ini bisa kita perkuat bagi diri kita, masyarakat kita, dan bagi seluruh umat Islam. Karena merupakan jangkar yang tidak boleh kita tinggalkan. Jadi antara semangat keagamaan dan semangat nasionalisme harus betul-betul dipupuk, dalam arti membangun sinergi keduanya,” jelas Hasan.    

“Jadi ketiga hal inilah yang masih harus terus kita perkuat. Sesuai dengan arahan ketua umum kita, kita tidak pernah boleh berhenti dan lelah dalam hal menjaga tiga hal ini,” tambah HBS yang kini juga menjabat  

 Staf Ahli Menteri Agama Bidang Administrasi dan Good Goverment serta Hubungan Antar Lembaga Keagamaan itu.  

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas telah menunjuk Hasan Basri Sagala untuk mengemban amanah sebagai Kasatkornas Banser. Ia melanjutkan peran kepemimpinan dari almarhum H Alfa Isnaeni. Sebelumnya, Hasan menjabat sebagai Wakasatkornas Banser.(*) 

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda