Cerita di Balik Bonek Wani Vaksin

Nyaris Batal, Semula Sangat Dicemaskan oleh Jajaran Kepolisian

COWASJP.COM – Telah diberitakan oleh jatimnow.com: Arek-Arek Bonek Suroboyo telah menjalani vaksinasi di Warkop Pitulikur, Jalan Bagong Ginayan, Surabaya, Selasa (17/8/2021). Sekitar 1000 dosis vaksin disiapkan untuk para suporter Persebaya tersebut.

Alhamdulillah. Semuanya berjalan lancar dan aman.

Tapi, ada cerita dibalik peristiwa vaksinasi Arek-Arek Bonek di Warkop Pitulikur (pitulikur  bahasa Jawa yang artinya duapuluh tujuh atau 27) itu. 

“Nyaris tidak terlaksana,” kata sumber Cowasjp.com di kalangan Panitia Vaksinasi Bonek itu. Kebetulan cowasjp.com ngopi bareng di sebuah warkop bersama salah seorang panitianya, Kamis malam 19 Agustus 2021. Dua hari paska vaksinasi Bonek itu.

“Lo, mengapa nyaris batal?”

bonek1.jpg

“Pihak kepolisian mencemaskan bakal terjadi kerumunan saat terjadi vaksinasi. Bayangkan, jika 1.000 Bonek vaksin di warkop yang halamannya tidak luas. Bagaimana parkir kendaraannya nanti. Dan betapa berjubelnya Arek-Arek Bonek antre disuntik vaksin,” jawab panitia.

Akan tetapi, panitia tetap teguh pada tekad dan programnya. Inilah susunan Panitia Vaksinasi Bonek di Warkop Pitulikur:

Ketua: Husain Ghozali yang akrab disapa Cak Cong.

Wakil Ketua: Yahya Hasan Alkatiri.

Koordinator:  All Tribun.

Security Officer: Hoofy. Yaitu sejumlah personel kepolisian yang selama ini menjadi mitra Bonek. Yang mengawal Bonek jika tret-tet-tet ke kandang lawan Green Force Persebaya. Jika ada Bonek yang sakit, mereka membantu untuk segera diobati. Bahkan bila ada Bonek yang meninggal dunia, Hoofy membantu mencarikan ambulans dan kebutuhan yang diperlukan.

bonek.jpg

Kecemasan jajaran kepolisan tersebut sangat wajar. Harus ditanggapi positif. Karena itu, panitia berpikir keras untuk menemukan solusi terbaik dan aman.

Maka, file formulir yang harus diisi Bonek yang ikut vaksinasi dikirimkan lewat email. Formulir tersebut harus di-print oleh masing-masing Bonek. Kemudian diisi lengkap. 

Alhasil, setelah panitia meyakinkan pihak kepolisian, akhirnya program Bonek Wani Vaksin tetap berjalan.

“Begitu Bonek maupun Bonita tiba di tempat vaksinasi, mereka langsung menyerahkan formulir yang sudah diisi lengkap. Mereka tinggal diukur tekanan darahnya. Langsung suntik vaksin. Selesai sudah,” kata panitia tadi.

Yang pasti, tenaga kesehatan (Nakes) yang menyuntik juga sudah sangat terlatih. “Bayangkan, suntik vaksin 200 orang selesai dalam tempo 30 menit. Satu jam bisa 400 orang. Wouww,” tambahnya.

Tapi, ini yang harus diperhatikan. Yang disuntik vaksin harus jujur kalau ditanya oleh Nakes. Kalau belum sarapan, jujur katakan belum sarapan. Sarapan dulu baru kemudin suntik vaksin.

Kalau ditanya dalam tiga hari terakhir sering konsumsi apa? Vitamin apa. Minuman apa. Harus jujur dikatakan. Agar tidak terjadi efek samping yang tak diinginkan. Sebab, kalau belum sarapan suntik vaksin, dampaknya asam lambung bisa naik usai divaksin.

“Alhamdulilah proses vaksinasi 1.000 Bonek dan Bonita berjalan lancar dan aman. Tidak ada kerumunan yang sangat dicemaskan. Semuanya berjalan tertib. Sesuai prokes. Ada sih satu dua Bonek yang meler (abai). Lupa bawa formulir yang sudah harus diisi. Terpaksa mereka harus mengisi formulir dulu diwarkop. Tapi karena yang meler sedikit, ya semuanya tetap berjalan lancar,” terangnya.

Para pejabat yang hadir, Kapolda, Walikota dan pejabat Forkompimda lainnya hadir  disambut Presiden Persebaya, Azrul Ananda. Mereka disambut dengan pengalungan slayer Bonek. Sederhana, tapi penuh persaudaraan.

DIPANTAU KAPOLDA JATIM LANGSUNG

 Vaksinasi untuk Bonek itu dilakukan oleh Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Jatim. Para Bonek tampak antusias mengikutinya. Mereka yang datang ke lokasi diwajibkan menggunakan atribut Bonek.

Setelah pendaftaran dibuka secara online, dari 1000 dosis yang disiapkan, hanya sekitar tiga jam, kuota langsung penuh.

Kegiatan vaksinasi ini dipantau langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Forkompimda Kota Surabaya. Nico terlihat gembira melihat antusiasme arek-arek Bonek tersebut.

"Dengan merangkul suporter, kami berharap semakin banyak yang divaksin. Akses untuk masyarakat mendapat vaksin juga semakin mudah. Sehingga target herd immunity bisa segera terwujud," jelas Nico yang juga asli Arek Suroboyo itu.

Koordinator Bonek Green Nord Husain Ghozali  atau Cak Cong, yang juga Ketua Panitia, menyampaikan terimakasih atas support vaksinasi bagi arek-arek Bonek di Surabaya.

Cak Cong mengatakan selama Pandemi Covid-19 ini, arek-arek Bonek di Surabaya rajin melakukan aksi sosial. Mulai pengisian oksigen hingga menyediakan fasilitas ambulans gratis.

"Ini berkat bantuan dari Polda Jatim. Kami tidak hanya melaksanakan vaksin saja hari ini. Namun kami juga sediakan isi ulang oksigen gratis dan bantuan ambulans," papar Cak Cong.

Dengan vaksinasi ini, Cak Cong berharap arek-arek Bonek bisa mendukung Persebaya saat Liga 1 Indonesia kembali digelar.

"Semoga bisa dengan penonton, apalagi kami juga sudah divaksin. Semoga ini menjadi pertimbangan," pintanya.(*)

Pewarta : Soerijadi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber : jatimnow

Komentar Anda