Ambassador Talk

Ekonomi Hijau, Kunci Pemulihan dari Krisis Covid

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket (tengah) saat acara Ambassador Talk.

Pemulihan dari krisis COVID dapat dilakukan dengan dua cara. Cara lama dan cara baru yang lebih ramah lingkungan.

***

COWASJP.COM – Ya. Pemulihan dari krisis COVID dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, kita dapat mengulangi hal-hal yang telah dilakukan sebelumnya dan berinvestasi di ekonomi lama. Dan kedua, kita dapat menjadi lebih cerdas dan menggabungkan pemulihan dengan kebutuhan untuk beralih ke ekonomi hijau.

“Eropa memilih pilihan yang kedua, dan melihat ini sebagai peluang besar,“ tegas Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket. Piket menegaskan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam kuliah umum yang digelar Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak, Selasa (6/7). Kuliah umum itu bertajuk ”EU Ambassador Talk - Climate Change and Circular Economy.”

Kegiatan virtual ini juga dihadiri oleh Rektor UM Pontianak Dr Doddy Irawan ST, MEng, serta akademisi dan ratusan mahasiswa. Sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia juga menyimak lewat aplikasi zoom.

Kuliah Umum ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan EU Ambassador Talk, yang bertujuan untuk membahas topik-topik mutakhir dan meningkatkan pemahaman tentang pandangan, kebijakan, serta prioritas Uni Eropa.

Rangkaian dialog ini akan terus berlangsung sepanjang tahun dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sebelumnya kegiatan serupa telah berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, dan untuk selanjutnya akan diadakan di berbagai universitas lainnya termasuk di Nusa Tenggara Timur, Aceh serta Sulawesi Utara.  

Vincent Piket menegaskan pada bulan Desember 2019 – tepat sebelum krisis COVID – Uni Eropa mengadopsi kerangka kebijakan baru yang disebut Kesepakatan Hijau Eropa (EU Green Deal).

“EU Green Deal merupakan strategi baru kami bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Kebijakan tersebut memuat peta jalan untuk menerapkan ekonomi sirkular yang bersih, memulihkan keanekaragaman hayati dan mengurangi polusi. Namun, kami sangat sadar bahwa kami tidak dapat melakukan hal itu sendiri. Bekerja dengan mitra internasional adalah mutlak jika kita ingin kembali bangkit lebih kuat dari krisis ini,” tambah Duta Besar Piket.

Ditegaskannya, Uni Eropa dan Indonesia telah membangun kerja sama yang kuat selama bertahun-tahun dalam memerangi perubahan iklim, melalui pengembangan energi berkelanjutan, tata kota berwawasan hijau, ekonomi sirkular, tatakelola hutan, dan tatakelola laut.

“Uni Eropa siap memperluas Agenda Hijau-nya dengan Indonesia untuk bekerja sama lebih erat untuk mencapai tujuan bersama. Agenda Hijau ini mencakup lebih banyak investasi hijau, perdagangan, kerja sama energi terbarukan dan ekonomi sirkular, dengan tujuan akhir bergerak bersama menuju netralitas iklim,” tutur Duta Besar Piket.

Rektor UM Pontianak Doddy Irawan berharap, kegiatan Ambassador Talk menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang lebih erat. ”Kolaborasi antara UM Pontianak sebagai perguruan tinggi swasta terbesar di Kalimantan Barat dengan Uni Eropa dalam meningkatkan akses dan kualitas sektor pendidikan tinggi Indonesia,” ujar Dody Irawan yang merupakan Alumni Beasiswa Erasmus dari Uni Eropa.

Menurut Doddy, kerjasama antara kedua pihak dapat mencakup pemberian beasiswa untuk pendidikan lanjutan bagi dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan akademisi, pelatihan dan sebagainya. Program-program tersebut dapat difokuskan bagi pengembangan sumber daya lokal di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, bersamaan dengan upaya mitigasi tantangan yang timbul akibat perubahan iklim. (*)

Pewarta : Erwan Widyarto
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda