Ken Berjuang Rebut Tiket Olympiade Paralympic di Republik Ceko

Ken Swagumilang (merentang busur panah) binaan Nasional Paralympic Committee Indonesia) NPCI) Sidoarjo. (FOTO: Ambari Taufik)

COWASJP.COM – Turnamen World Rangking Para Archery di Nove Mesto Republik Ceko 6- 11 Juli 2021 menjadi arena perburuan tiket ke Olympiade Paralympic. 

Di turnamen inilah satu -satunya jalan menuju ke Olympiade Paralympic Tokyo Jepang 2021.

Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) mengirimkan atlet difabel asal Sidoarjo Ken Swagumilang.

Di pundak Ken Swagumilang lah Indonesia menaruh harapan besar. Semoga atlet Difabel binaan NPCI Sidoarjo sukses meraih salah satu jatah  tiket ke Olympiade Paralympic Tokyo 2021.  

Di Turnamen World Rangking Para Archery di Republik Ceko ini, Ken harus bersaing ketat dengan ratusan atlet difabel dari seluruh penjuru dunia. 

Pelatih Archery  Nasional Paralympic Committee Indonesia Ahmad Muzayyin mengatakan, perburuan tiket ke Olympiade Paralympic Tokyo kali ini sangat  sengit. Selain pesertanya dari seluruh dunia, sang atlet juga  harus memenuhi limit poin Archery. 

Secara mental dan teknik, Ken Swagumilang sudah tidak di ragukan lagi. Selain melakukan persiapan matang selama satu setengah tahun, Ken juga sempat melakukan TC di luar negeri. Termasuk mengikuti beberapa event Internasional.
Ken sendiri akan turun di nomor spesialisnya,   compound 50 meter. 

panah1.jpg

"Secara teknik dan mental Ken tidak diragukan lagi. Sebab semenjak di Pelatnas selama satu setengah tahun,  perkembangan teknik dan mentalnya semakin bagus. Kondisi ini menjadi salah satu modal besar bagi Ken untuk meraih  salah satu jatah tiket ke Olympiade Paralympic Tokyo 2021," terang Ahmad Muzayyin.

Sebagai  pelatih, Ahmad Muzayyin yang tidak bisa mendampingi Ken di medan laga hanya bisa berharap dan  berdo'a agar Ken bisa meraih tiket ke Olympiade  tahun ini.  

Sementara dukungan dan do'a juga datang dari ayah dan ibu kandung Ken Swagumilang di Sidoarjo. Yaitu Bapak Muhamad  Irfan Santosa dan Ibu Dina Dyah Kusumayanti. Kedua beliau tak henti mendo'akan putra kesayangan mereka yang berjuang membawa nama baik bangsa dan negara Republik Indonesia di kancah dunia.

"Ken itu anaknya baik dan rajin dalam segala hal, termasuk di lapangan maupun di luar lapangan. Dia adalah petarung di lapangan," kata Bu Dina

Sebagai ibu ia mengerti betul kemampuan sang putra tercinta. Tekad yang besar dari Ken dan dukungan dari semua pihak akan membawa berkah tersendiri bagi 
putranya. 

Ken yang alumnus SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini tak sendirian berjuang di medan laga .Ken akan berjuang bersama atlet dari Kaltim untuk merebut tiket ke Olympide Paralympic Tokyo 2021.
Event olahraga khusus para atlet penyandang cacat yang tertunda setahun akibat pandemi ini dijadwalkan akan berlangsung 24 Agustus hingga 5 September 2021 di Tokyo Jepang (*) 

Pewarta : Ambari Taufik
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda