Bupati Sidoarjo Segera Lunasi Insentif Penggali Kubur Rp 1,25 M

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). (FOTBupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). (FOTO: Ambari Taufik)O: Ambari Taufik)

COWASJP.COM – Bupati Sidoarjo, Jatim, Ahmad Mudlor yang akrab disapa Gus Muhdlor mengklarifikasi isu tertunggaknya uang upah para penggali kubur untuk jenazah pasien Covid-19, di TPU Delta Praloyo Asri, Sidoarjo. 

Telah diberitakan 30 Juni 2021 di cowasjp.com, bahwa para penggali kubur jenazah korban Covid-19 belum menerima uang insentif sejak sekitat 7 bulan lalu. 

Gus Muhdlor dengan tegas membantah isu tersebut. Isu tersebut  sempat membuat para petinggi Pemkab Sidoarjo resah. Padahal Pemkab Sidoarjo tak pernah menggantung upah para penggali kubur di TPU Delta Praloyo.  

BACA JUGA: 7 Bulan Insentif Penggali Kubur Korban Covid-19 Belum Dibayar​

"Para penggali kubur sekaligus yang memakamkan jenazah Covid-19 sudah mendapatkan haknya. Mereka telah menerima gaji rutin setiap bulan plus vitaminnya," kata Gus Muhdlor. 

Penjelasan ini  disampaikan Gus Muhdlor, Sabtu 3/7/2021 di Pendopo Delta Wibawa, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Pemberlakukan PPKM Darurat di Mapolresta Sidoarjo.

MENGAPA INSENTIF BELUM CAIIR?

Hanya saja, yang belum diterima oleh para penggali kubur yang berjumlah 5 orang itu adalah insentif. Mengapa belum cair? Hal ini disebabkan adanya masa transisi kebijakan dari era sebelum Gus Muhdlor menjabat.

Insentif tersebut jumlahnya cukup besar setiap orangnya mendapatkan 1 juta rupiah setiap satu lubang kubur plus pemakamannya . 

Sedangkan jumlah tim penggali makam ada 5 orang. Jadi anggaran yang dikeluarkan Pemkab setiap  menggali kubur dan pemakamannya Rp 5 juta. Total lebih dari 300 galian makam yang belum terbayarkan insentifnya. 

suriar.jpgPara penggali kubur TPU Delta Praloyo Asri, Sidoarjo. (FOTO: Ambari Taufik)

 “Perkiraan total insentifnya sekitar Rp 1,25 miliar. Untuk gaji bulanan sudah rutin diberikan kepada lima orang tersebut, tinggal insentifnya saja nanti kita hitung lagi dan segera kita transfer ke rekening masing-masing,” tutur Gus Muhdlor.

Gus Muhdlor akan mengevaluasi tingginya nilai insentif penggali kubur tersebut. Karena jika dibanding dengan tenanga kesehatan masih lebih tinggi insentif penggali makam.

Sebelumnya, Gus Muhdlor sudah menemui kelima orang penggali di kompleks makam TPU Delta Praloyo Asri di  Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Kawasan Lingkar Timur. 

Gus Muhdlor langsung menerima keluhan mereka dan segera menyelesaikan persoalan insentif yang belum terbayar selama kurang lebih 7 bulan.

Dalam pertemuan itu, Gus Muhdlor juga minta pengertiannya jika nanti ada perubahan insentif yang diterima mereka. Karena jumlahnya selama ini dinilai fantastis. Meski begitu, Gus Muhdlor menyadari tugas penggali makam Covid-19 tidak ringan. Penuh risiko seperti halnya para tenaga kesehatan di rumah sakit Covid-19.

“Tugas mereka berat, seperti akhir-akhir ini saja sehari bisa sampai 20 lubang yang mereka siapkan. Jumlah itu untuk pemakaman satu hari. Tapi mereka semua komitmen dengan pekerjaannya,” ucap Gus Mudhlor.

Dengan dibayarkannya uang insentif selama 7 bulan kepada 5 petugas penggali kubur sekaligus pemakamannya ini betarti sudah beres masalahnya. Clear. 

Sukoyo, salah seorang penggali kubur, dan kawan-kawan mengaku sangat lega uang insentif 7 bulan yang tertunggak segera dibayar. Alhamdulillah. (*)

Pewarta : Ambari Taufik
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda