Homophobia Sepak Bola

Pelangi-pelangi alangkah indahmu Merah kuning hijau di langit yang biru Pelukismu agung siapa gerangan Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan

***

COWASJP.COM – Siapa yang tidak hafal lagu itu? Nyaris semua manusia Indonesia hafal syair lagu itu, karena lagu itu seperti menjadi lagu wajib di Taman Kanak-Kanak dari dulu sampai sekarang.

Pelangi adalah fenomena alam yang muncul akibat refleksi sinar matahari ke horizon langit yang terang setelah hujan. Kombinasi warnanya yang warna-warni seolah lukisan yang indah di langit. Pelangi menjadi lambang keindahan dan keagungan.

BACA JUGA:

Conquistadores

Modric Si Mozart Kecil

Total Football

Turki, Al-Fatih, dan Orang Sakit Eropa

Tuhan (belum) Mati di Jerman

Tapi, sekarang pelangi bukan menjadi lambang keindahan dan keagungan. Warna pelangi malah menjadi sumber kontroversi yang paling diperdebatkan di seluruh dunia, karena pelangi sekarang dipakai sebagai simbol gerakan kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Di gelaran Euro 2020 ini lambang pelangi juga menjadi kontroversi karena kiper dan kapten timnas Jerman Manuel Neuer selama pertandingan memakai ban kapten dengan warna-warni pelangi di lengannya.

UEFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola Eropa menganggap tindakan ini bermotivasi politik dan akan memanggil Neuer untuk diminta pertanggungjawaban. Tapi, ternyata UEFA mundur teratur dan membatalkan rencana mengadili Neuer.

Bundesliga, otoritas sepakbola Jerman malah menantang balik UEFA. Dalam pertandingan terakhir melawan Hungaria, timnas Jerman minta izin supaya cahaya di Stadion Allianz Arena yang dipakai sebagai venue pertandingan diubah menjadi warna pelangi sebagai dukungan terhadap LGBT. UEFA menolak permintaan itu.

Jerman berniat menyindir Hungaria yang baru saja mengesahkan undang-undang yang melarang praktik LGBT. Perdana Menteri Hungaria, Victor Orban, dikenal sebagai politisi populis garis kanan yang anti LGBT.

Manuel Neuer sudah lama menjadi pendukung gerakan LGBT. Ia menyatakan keinginannya agar para pesepakbola yang homoseksual tak usah malu untuk mengumumkan orientasi seks mereka, yang selama ini mereka pendam.

Permintaan Neuer seperti itu jarang terjadi di dunia sepak bola. Sebab homoseksual di lapangan hijau merupakan hal yang tabu. Beberapa pemain yang enggan disebutkan namanya sempat mengakui kepada pers bahwa mereka masih sulit menerima kenyataan bahwa mereka adalah seorang gay.

neur.jpgWarna pelangi di ban kapten tim Jerman, Manuel Neuer. (FOTO: bundesliga.com)

Dalam sebuah pernyataan, Neuer mengatakan bahwa sudah saatnya pemain gay mengaku dan para suporter juga harus memakluminya. Menurut Neuer, suporter tidak akan mempedulikan seksualitas pemain, fans hanya memperhatikan performa mereka di lapangan.

Tapi, rekan Neuer di timnas Jerman, Tony Kroos beda pendapat. Ia melihat sikap anti gay atau homofobia dalam sepakbola masih sangat kental. Karena itu dia meminta kepada pesepakbola yang gay tidak mengaku terlebih dulu.

Bagi Kroos, seharusnya memang semua orang termasuk pesepakbola diberi kebebasan dalam memilih orientasi seksual. Toh di berbagai bidang sekarang, semuanya sudah terbuka. Akan tetapi, Kroos khawatir nantinya pemain yang terbuka akan orientasi seksualnya malah akan mendapat hinaan. Karena dia melihat iklim sepakbola sekarang belum mendukung itu.

Dalam praktiknya, pesepakbola yang gay kerap mendapat pelecehan bahkan diputus kontraknya oleh klub mereka.  Karena itu tidak ada yang secara terbuka mengakui orientasi seksnya. Meski demikian, sudah ada beberapa pemain yang mengaku secara terbuka sebagai gay.

victor.jpgPerdana Menteri Hungaria Victor Orban dikenal sebagai politisi populis garis kanan yang anti LGBT. (FOTO: John Thys/Pool via REUTERS)

Yang paling menghebohkan adalah Justin Fashanu. Ia menjadi pesepakbola pertama yang berani menyatakan orientasi seksualnya sebagai seorang gay pada tahun 1994. Namun, setelah karena kerap mengalami pelecehan dan ketidaksiapan mentalnya menerima fakta, karirnya harus anjlok. Akhirnya ia tewas bunuh diri delapan tahun kemudian pada usia 37 tahun. 

Pesepakbola gay lainnya adalah Thomas Hitzlsperger. Pemain berdarah Jerman yang menghabiskan karirnya sebagai salah satu pemain bola profesional di klub Inggris ini punya bakat luar biasa. Memang popularitasnya tidak seperti para pemain Jerman lainnya. Namun pengakuan mengejutkannya sebelum memutuskan untuk gantung sepatu sebagai seorang gay membuatnya terkenal.  Ia bermain di tiga klub Inggris West Ham, Everton dan Aston Villa. 

Marcus Urban, pemain Jerman Timur ini merupakan salah satu talenta sepakbola yang paling bersinar di era 80 sampai 90-an. Pelatihnya sempat memprediksi dirinya dapat dengan mudah memenangkan Piala Dunia. 

Namun keputusannya untuk mempublikasikan dirinya sebagai gay ke hadapan publik menuai kritik tajam dan membuat popularitasnya menurun drastis. Hal ini yang mendorong dirinya untuk segera gantung sepatu. 

Jonathan De Falco, pesepakbola Belgia, hanya memiliki umur pendek dalam karier sepakbolanya. Pengakuannya sebagai gay memaksanya bermain pada level pertandingan liga kelas rendah yang tidak bisa membuatnya bersinar. 

Sebagai alternatif penghasilannya dirinya bekerja sebagai penari go-go sebelum akhirnya menjadi bintang porno gay. Kehidupan gandanya ini yang mengantarkannya keluar dari dunia sepak bola pada tahun 2011. 

Thomas Berling. Bek asal Norwegia ini sempat dikabarkan menghilang tanpa alasan yang jelas pada 2000 setelah lama bermain dalam liga tertinggi di negaranya.  Setelah itu muncul kembali dengan pengakuan bahwa dirinya adalah seorang homoseksual. Ia lalu mengundurkan diri dari sepakbola setelah dibombardir kritikan yang meluas dari para homopobia. 

Anton Hysen, pemain bola kelahiran Inggris yang kini berkarir di liga Swedia ini adalah putra bungsu pemain Liverpool Glenn Hysen. Ia memiliki wajah yang tampan dan menjadi pujaan fans wanita.  Namun saat bermain untuk Myrtle Beach FC, kompetisi level empat di Amerika Serikat, ia memutuskan harapan para wanita cantik dengan pernyataannya sebagai seorang gay. 

Meskipun demikian, dirinya tidak mau berhenti dan terus bermain. 

David Testo yang juga bermain di Amerika membuat pengakuan sebagai gay pada 2011, dan hal itu  telah membunuh kariernya. Kontrak bermainnya bersama Montreal Impact diputus, dan dirinya tidak berhasil mendapatkan tawaran kontrak lainnya. Testo kini melanjutkan hidupnya sebagai instruktur yoga. 

Robbie Rogers, pemain Leeds United menyatakan dirinya sebagai seorang gay. Setelah itu ia hengkang dari Leeds dan bergabung bersama Los Angeles- Galaxy di Amerika Serikat. Dirinya menjadi pemain gay pertama di Major League Soccer (MLS) Liga Amerika Serikat. Namun akhirnya kariernya pun menurun dan kini bermain untuk LA Galaxy B. 

Isu LGBT dalam sepakbola masih belum sebesar isu rasisme. Paling tidak, FIFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola dunia, belum menyuarakan dukungan terbuka terhadap LGBT. Tetapi, tidak akan lama lagi isu itu akan menjadi isu besar di sepakbola dan FIFA dipaksa untuk mengambil sikap.

Sangat mungkin FIFA akan mendukung gerakan LGBT, karena perusahaan-perusahaan trans-nasional besar sekarang secara terbuka mendukung LGBT. Jika perusahaan itu menjadi sponsor major tournament, tidak mustahil mereka akan mendesak FIFA untuk mendukung hak-hak LGBT. 

Kalau hal ini terjadi di Indonesia, bisa jadi, lagu Pelangi-Pelangi menjadi chanting pendukung LGBT yang dinyanyikan di tribun. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda