Zahlul Yussar: Sidoarjo Siap Ikut Anugerah Desa Wisata Nasional

Salah satu sudut Desa Wisata Pemancingan Kalidawir dan Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. (FOTO: Ambari Taufik)

COWASJP.COM – Instruksi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga tentang "Satu Desa Satu Wisata" langsung disambut positif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. 

Terbukti, Pemkab Sidoarjo lewat dinas pariwisatanya langsung membangun desa wisata yang representatif di dua desa. Yakni Desa

Gempolsari dan Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin.

Desa yang terdampak luapan lumpur Lapindo ini yang sebelumnya mati suri kini disulap menjadi Desa Wisata andalan Sidoarjo.

Bagi warga Surabaya Raya atau khususnya Sidoarjo silakan mencoba dan menikmati alternatif liburan seru di dua desa wisata itu. Area wisata tersebut terletak di antara dua desa: Desa Gempolsari dan desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Wisata desa ini berupa wisata kolam pemancingan ikan yang dikelola oleh kelompok masyarakat di dua desa ini . Letak desa wisata pemancingan Desa Kalidawir dan Gempolsari ini strategis. Di koridor jalan menuju ke destinasi wisata edukasi Yussar Stable and Reading. Alhasil lokasi wisata kolam pemancingan terebut semakin strategis. Terutama sebagai daerah persinggahan (stopover area) para wisatawan yang akan berkunjung ke Yussar Stable.

ambari1.jpg

Kebijakan pengembangan kawasan pariwisata Desa Kalidawir dan Gempolsari sudah direncanakan secara  terpadu dengan  kegiatan wisata di Kabupaten Sidoarjo. Tujuan utamanya agar Kota Sidoarjo tidak berperan sebagai tujuan akhir pariwisata, tetapi sebagai tempat transit perjalanan  parawisata. Sebab, banyak destinasi wisata yang layak dikunjungi di Kabupaten Sidoarjo. 

Saat ini kondisi infrastruktur objek wisata pemancingan tersebut masih minim. Belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal.

Karena itu, kawasan pemancingan akan diperbaiki menyusul akses jalan setempat. Dimulai dengan pavingisasi untuk memudahkan para wisatawan lokal menuju tempat wisata pemancingan di desa Gempolsari dan Kalidawir. 

Kemudian menganalisis dan mencermati perkembangan kelompok usaha wisata kolam pemancingan.

Masterplan dan siteplan kawasan wisata pemancingan desa yang sebelumnya terdampak luapan lumpur Lapindo itu berkelanjutan dalam mengintegrasikan potensi desa. Sesuai dengan urgensi kebutuhan masyarakat desa, hingga dapat menaikkan potensi ekonomi kerakyatan masyarakat desa setempat.

ambari2.jpg

Pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan kawasan wisata kolam pemancingan Yussar: 

1/ Participatory Rural Appraisal (PRA) 

2/ Integrated (Holistik) 

3/ Long Term (berkesimbungan). 

4/Edukatif, Transparency (polliticallly accepted), 

Pro Bisnis (layak ekonomi) dalam rangka mewujudkan desa binaan Kabupaten Sidoarjo yang unggul, berbasis pemberdayaan masyarakat desa.

ambari3.jpg

Zahlul Yussar selaku pemilik kolam pemancingan ini mengatakan, dia menyerahkan sepenuhnya pengelolaan lewat kelompok desa. Agar potensi wisata di dua desa ini mampu bersaing dengan potensi wisata di daerah lain. 

"Ke depannya diharapkan dua desa ini bisa maju dengan adanya penambahan potensi wisata desa. Yang bisa terintegrasi dengan wisata desa yang telah ada terlebih dulu,” katanya.

DIIKUTKAN ANUGERAH DESA WISATA TINGKAT NASIONAL

Meski baru dibuka beberapa minggu dan belum sempurna, tapi Desa Wisata Yussar Educatuons ini akan diikutkan lomba Anugerah Desa Wisata tingkat Nasional. 

Penggagas sekaligus pemodal Desa Wisata, Zahlul Yussar, optimistis desa wisata binaannya bisa bersaing di tingkat nasional. Sebab desa wisata yang terletak di antara Desa Gempolsari dan Desa Kalidawir ini akan di lengkapi berbagai wahana wisata. Mulai pemancingan, wisata air, mini zoo, hingga edukasi bagamana bercocok tanam," terangnya.

ambari5.jpg

Kini pengerjaannya dikebut agar saat diikutkan lomba Anugerah Desa Wisata tingkat nasional akhir Juli nanti desa wisata sudah rampung dan terlihat cantik. 

Menurut Yussar, pengelolaan desa wisata ini diserahkan sepenuhnya pada desa Gempolsari dan Kalidawir. Nantinya bisa menyerap tenaga kerja warga setempat.

Tiidak hanya itu. Desa wisata ini nantinya juga bisa menjadi BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).

Saat ini desa wisata ini menyerap 128 tenaga kerja. "Dengan adanya desa wisata ini bisa memoncerkan ekonomi masyarakat Sidoarjo, khususnya warga setempat." imbuhnya.(*

Pewarta : Ambari Taufik
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda