Sehari Bersama Dr Aqua Dwipayana

’’KOMUNIKASI ITU PENTING’’

Kapolres Kota Madiun AKBP Dewa Putu Eka Darmawan menyerahkan cinderamata kepada dr. Aqua Dwipayana M.Kom.

Ya, komunikasi itu penting. Setidaknya itulah yang ditekankan Dr Aqua Dwipayana, motivator nasional, saat memberikan motivasinya kepada jajaran Polres Kota Madiun. Apalagi bagi Bhabinkamtibmas yang setiap saat berhubungan dengan masyarakat binaannya.

***

COWASJP.COM – Penulis buku best seller  The Power of Silaturahim itu diundang Kapolresta Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan untuk sharing dan memotivasi para anggotanya. Acara yang berlangsung di Gedung Bhara Mahkota ini sebenarnya sudah lama direncanakan. 

‘’Pak Dewa sudah menghubungi saya sejak dilantik menjadi Kapolresta Madiun, Januari lalu,’’ kata Aqua, kepada Santoso dari CowasJP.com.

Karena kesibukannya, maka baru bisa diagendakan Senin 14 Juni kemarin. Apalagi, selain Aqua lebih mengutamakan undangan dari Polri dan ABRI, juga lantaran Dewa merupakan teman akrab sejak masih di Malang. ‘’Karena itu meski jadwal padat, saya utamakan, sekalian besok (Selasa, Red.) saya bertemu dengan Pangdam V/Brawijaya di Surabaya,’’ ungkapnya.

Pakar komunikasi ini sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Dewa bersama jajaran di Polres Kota Madiun, yang dinilai telah sejalan dengan semboyan Presisi (Prediktif  Responsibilitas dan Transparansi) yang dicanangkan Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo. 

‘’Meski baru saja menjabat di Kota Madiun, tapi saya memantau sudah banyak yang dilakukan,’’ katanya.

Dalam kesempatan itu Kapolres Kota Madiun AKBP Dewa Putu Eka Darmawan juga menyatakan bahwa acara itu udah lama direncanakan. Tapi karena kesibukan masing-masing baru bisa dilaksanakan Senin lalu. ‘’Saya sangat berterima kasih, di tengah kesibukannya pak Aqua bisa hadir memenuhi undangan kami," katanya.

Sharing dan motivasi kali ini mengusung tema ‘’Peran Polri di era 4.0 dalam Menghadapi Tantangan Tugas di Masa Pandemi Covid 19 untuk Mewujudkan Kamtibmas Kondusif Menuju Polri yang Presisi’’

Untuk mewujudkan semua itu, lanjut mantan wartawan Jawa Pos juga beberapa media lain, menguasai  Ilmu Komunikasi sangat penting bagi seluruh anggota Polri agar dapat mengomunikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pelaksanaan tugas kepolisian dalam menegakkan hukum dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 ini

Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak harus lebih mengenal wilayah dan masyarakatnya. 

Bukan Aqua namanya kalau tak menggojlok audiensnya. Ia pun meminta salah seorang untuk maju ke depan. ‘’Bapak tahu gak, siapa wanita paling cantik di wilayah tugas bapak?" tanya Aqua yang disambut ger...oleh yang hadir. 

Suasana makin cair saat anggota itu menjawab, ‘’Bu Kades,’’ jawabnya hingga membuat gedung Bhara Mahkota dipenuhi gelak tawa.

‘’Yang kedua siapa.’’

‘’Istri saya pak.’’ Jawabnya kalem.

‘’Lha yang ketiga,’’.  Yang ditanya diam sejenak masih mencari-cari. Dan akhirnya ketemu juga, ‘’Bu bidan pak,’’ jawabnya sambil plengah-plengeh.

aqua-santoso.jpgDr. Aqua Dwipayana M.Kom berkunjung ke rumah seniornya di Madiun, Santoso dan sempat melihat studio mininya yang sehari-hari digunakan untuk berkarya. (FOTO; cowasjp.com)

Salah satu pertanyaan yang menarik yang  disampaikan anggota adalah bagaimana cara berkomunikasi dan mengomunikasikan program Polri ke masyarakat. 

Menurut Aqua, anggota Polri harus selalu belajar, dan juga menguasai  public speaking. Berkaitan dengan itu syaratnya harus selalu belajar. Aqua kemudian  memutar cuplikan rekaman acara Kick Andi, tentang seorang wanita yang mulai kuliah di usia 65 tahun, hingga meraih gelar doktor di usia 77 tahun. Harapannya tentu saja, agar anggota Polri senantiasa belajar dan terus belajar. Karena belajar tak mengenal usia.

Silaturahim Dengan Wartawan dan Netizen

Usai acara dilanjutkan silaturahim dan makan siang dengan netizen dan para wartawan Madiun di Resto Omah Cabe. 

Dalam kesempatan itu, Santoso, mantan redaktur senior Jawa Pos yang diberi kesempatan berbicara mempertanyakan: adakah relevansinya berbicara wartawan dulu dan sekarang. ‘’Selain eranya berbeda, teknologinya juga berbeda jauh jadi sangat memengaruhi pola kerja wartawan,’’ katanya.

Namun yang terpenting menurut dia, seorang yang menekuni profesi wartawan, haruslah terus belajar. Karena masyarakat semakin pintar, jangan sampai malah wartawannya memble. 

Ia memberi contoh ungkapan seorang narasumber yang kadang khawatir apa yang disampaikan ditulis keliru. ‘’Karena itulah wartawan harus menjadi generalis, dengan selalu  meng-up date berbagai informasi, termasuk peraturan dan perundangan yang ada,’’ katanya.

Sementara itu para wartawan dan netizen, juga kepada anggota yang mengikuti acara di Gedung Bhara Mahkota diberi bingkisan gratis berupa 2 buku yang berjudul: 

1. Humanisme Silaturahim Menembus Batas.

2. Berkarya Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial.(*) 

Penulis: Santoso Bondet, Wartawan Senior di Madiun.

Pewarta : Santoso
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda