Surat Pembaca

Nyetir Sendirian Koq Didenda?

Ita Lizamia (paling kiri) yang menuliskan surat pembaca. (FOTO: Cowas JP)

COWASJP.COM – Hati2 yaa ibu2 bapak2, bila melintas di jl Kapasan Surabaya. Jam 12 siang Rabu 9 Juni 2021 saya kena razia krn saya dianggap tidak pakai masker. Padahal masker masih ada di dagu saya. Masih nempel. Karena saya habis minum, masker belum saya tarik lagi menitup hidung. Tidak sampai 2 menit eee ... mobil saya di stop , di suruh minggir. Di kerumunin banyak petugas dari kecamatan Simokerto, seperti pesakitan saja. 

KTP saya diambil lalu saya disodori kertas seperti foto di atas lalu saya disuruh bayar denda Rp 150.000.

Loh... loh... saya nyetir mobil sendiri, di dalam mobil sendirian tidak ada siapapun... Tidak berinteraksi dengan orang lain.. Tidak berkerumun,  lah kok disuruh bayar denda? Kenapa tidak hanya diingatkan saja? Toh masker masih nyantel di dagu saya?? 

Kecuali kalau saya naik kendaraan umum, nah itu wajib hukumnya pakai masker...  

Caranya sangat tidak simpatik dalam razia tersebut, semua hantam kromo harus bayar denda.

Duh Gusti... 

Untungnya saya punya M-banking. Jadi saat itu juga saya bisa transfer ke Bank Jatim dan eKTP bisa langsung saya minta.

TILNAG1.jpg"Surat tilang" karena dianggap tidak pakai masker.

Coba kalau tidak ada M-Banking. Saya harus setor/transfer dulu ke Bank Jatim dan "menebus" KTP ke kantor Kecamatan Simokerto yang lumayan jauh jaraknya dari tempat saya tinggal. (Dekat Kampus UPN Veteran Surabaya). 

Rasanya saya seperti orang bodoh yang tidak mengerti aturan apapun.

Kalau saya tanya seputar mengapa saya harus bayar denda? Bagaimana aturan yang sebenarnya? Apakah nyetir mobil sendiri, pakai masker, terus minum, terpaksa masker diturunkan dari hidung dan mulut, tergolong pelanggaran dan kena denda? Apakah petugas itu kalau minum maskernya nggak diturunkan? Sikat saja dengan masker di depan mulut? 

Mereka hanya menjawab: "Saya hanya bawahan yang menjalankan tugas "... Waduh....

Ini keteledoran saya atau arogansi petugas di lapangan??

Hanya yang Maha Tahu yang mengetahui kebenarannya....(*) 

Penulis: ITA LIZAMIA, wartawati senior di Surabaya.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda