Lanjutan Tulisan Menyesal Pindah Kerja

Mohon Maaf Rahasia

Sejak mengirimkan tulisan berjudul Menyesal Pindah Kerja ke Jakarta pada Senin malam lalu (10/5/2021) hingga Rabu pagi ini (12/5/2021), saya mendapat banyak respon. Umumnya menyampaikan rasa penasaran dan keingintahuan nama teman saya itu.

***

COWASJP.COM – Sebagian di antaranya ada yang menebak namanya. Mereka yakin tebakannya benar dengan berbagai argumentasi. 

Meski pertanyaan tentang nama itu bertubi-tubi, namun saya tidak memberitahukannya. Itu sengaja saya lakukan untuk menghargai semua pihak terutama yang terkait langsung dengan tulisan tersebut. 

BACA JUGA: Menyesal Pindah Kerja ke Jakarta​

"Mohon maaf rahasia," ujar saya dengan santun. Umumnya yang menerima respon itu memakluminya dan tidak memaksa saya untuk menginformasikan namanya. 

Saya sengaja membuat tulisan berjudul "Menyesal Pindah Kerja ke Jakarta" tanpa sedikit pun bermaksud negatif terhadap semua pihak terkait. Tujuannya adalah agar seluruh pembaca bisa mengambil hikmah dari kejadian itu. Juga yang utama sebagai pembelajaran buat saya. 

Jadi saya tulis sebagai pembelajaran buat kita semua. Banyak hikmah pada kejadian itu. Seluruhnya pasti bermanfaat. 

Pembelajarannya antara lain sebagai berikut. Pertama, gunakan hati nurani setiap mengambil keputusan. Sebelum memutuskan sesuatu agar mempertimbangkan secara mendalam plus minusnya. 

INTROSPEKSI DIRI

Jangan cepat tergoda melihat tampilan luarnya. Maksudnya cari informasi sebanyak mungkin tentang penawaran suatu hal termasuk pekerjaan baru. Melihat dan menilainya secara komprehensif. 

Sering terjadi, saat mendapatkan berbagai tawaran termasuk pekerjaan, semuanya kelihatan menarik dan bagus. Sehingga sangat menggoda. Namun setelah dijalani dan didalami, baru mengetahui aslinya. 

Ada yang menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Karena sudah terlanjur, sebaiknya segera introspeksi diri dan mengambil sikap tegas yang penuh perhitungan. 

dwipayan.jpgDr Aqua Dwipayana. (FOTO: pijarnews.com)

Tidak perlu malu pada siapa pun juga kalau akhirnya meninggalkan pekerjaan yang telah dipilih. Ingat, pertanggungjawaban utama atas hal itu adalah pada TUHAN. 

Kedua, minta masukan pada orang-orang yang berkompeten dan obyektif. Tidak sembarang orang bisa diharapkan memberikan saran, sehingga melakukannya secara selektif. 

Masukan dari orang yang tepat sangat penting agar tidak salah langkah. Simak semua yang disampaikan. Jangan ragu mengajukan pertanyaan jika ada yang mengganjal. 

Ketiga, bicarakan dengan keluarga inti. Karena pindah kerja merupakan keputusan besar, maka masukan dan pandangan dari istri atau suami dan anak-anak sangat perlu disimak. 

Meski pandangan yang mereka sampaikan berbeda dengan yang dipikirkan, tetap harus dihargai. Perbedaan pemikiran itu agar dicarikan solusi sehingga semuanya merasa sama-sama menang, tidak ada yang kalah. 

Dukungan dari keluarga inti sangat penting karena terkait erat dengan kenyamanan dan keberhasilan selama bekerja. Peran mereka  besar sekali untuk mendukung kesuksesan anggota keluarga. 

LEBIH OBYEKTIF

Belajar dari pengalaman teman saya itu yang akhirnya menyesali keputusannya maka harus lebih hati-hati sebelum memutuskan sesuatu. Pikirkan dan pertimbangkan semuanya secara komprehensif. 

Semua masukan agar dicerna secara arif dan bijak. Jangan melihat siapa yang memberi saran, namun simaklah nasihat yang diberikan. 

Ingat, mereka yang sama sekali tidak memiliki kepentingan biasanya lebih obyektif memberikan masukan. Semua disampaikan mereka setelah melihat dari seluruh aspek. Jadi seluruh sarannya selain disimak, perlu dicerna, dan direnungkan. 

Setelah melakukan tahapan-tahapan itu, baru diputuskan. Harus mantap melakukannya. Jangan ragu-ragu. 

Tidak kalah penting bahkan yang utama adalah memohon petunjuk kepada TUHAN. Lakukan itu secara khusyuk, serius, dan sungguh-sungguh. 

Permohonan itu dilanjutkan dengan keyakinan yang kuat bahwa petunjuk dari TUHAN adalah yang terbaik. Sehingga tidak ada sedikitpun keraguan untuk menjalaninya. 

Semoga semua pembelajaran yang kita dapatkan dari teman yang menyesal pindah ke Jakarta itu memberi manfaat besar pada kita agar tidak melakukan kesalahan serupa. Aamiin ya robbal aalamiin... (*) 

>>>Dari Bogor saat menjalani puasa Ramadhan di hari terakhir bersama keluarga tercinta, saya ucapkan selamat mengambil hikmah dari semua kejadian. Salam hormat buat keluarga. 06.00 12052021.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda