Kepincut Konten Pamer

Syahrini dengan mobil mewahnya. (FOTO: magazine.job-like.com)

COWASJP.COM – Inilah kenyataannya. Konten pamer-pameran harta sampai saldo ATM para artis mendulang jutaan viewers. Makin hari makin banyak konten lomba-lombaan narsis para pesohor bermunculan, tak peduli di tengah pandemi seperti sekarang. Sedangkan konten edukasi kalah jauh. Baik dari segi peminat maupun jumlah produksi.

Baru reda demam pernikahan youtuber top Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Berhari-hari netizen disuguhi kemewahan bak dongeng pernikahan dua selebritas muda itu. Semua diulik habis. Dari proses lamaran, pengajian, sampai resepsi yang semua dilaksanakan di hotel mewah. Juga isi suvenir, harga gaun pengantin, sampai harga dua mobil Porsche yang dipajang di ballroom Hotel Raffles tempat resepsi digelar. Total biaya pernikahan itu konon katanya angkanya bisa menggaji karyawan satu pabrik.

Acaranya bahkan disiarkan live sebuah televisi swasta. Semua kemewahan itu bebas menjadi konsumsi publik. Berbagai respon pun bermunculan. Dan karena hajatan besar itu ditayangkan di tengah pandemi seperti sekarang, banyak komentar miring sampai kecaman.

Rasanya miris karena tayangan kemewahan itu tersaji ketika banyak orang yang kebingungan menyambung hidup karena baru di-PHK atau perusahaannya bangkrut. Dan sebagian lagi berjuang mempertahankan nyawa karena terpapar Covid 19. Namun ada pesohor yang memamerkan telah menghabiskan 150 juta hanya untuk satu malam di sebuah kamar hotel paling mewah.

Namun tetap saja kenyataannya,  konten Atta yang sering memamerkan mobil, rumah, dan motor mewahnya itu disukai netizen. Setidaknya, akun youtube Atta Halilintar kini memiliki 27,3 juta pelanggan. Naik drastis dari 11 juta sebelum pernikahan termewah itu digelar. Dan video yang memuat hari pernikahannya yang begitu glamor itu ditonton lebih dari 7 juta orang.

Dengan subscribers sebanyak itu, Atta dinobatkan sebagai The King of Youtuber, tertinggi se Indonesia bahkan se Asia Tenggara. Pendapatannya disebutkan sampai Rp 9 miliar per bulan. Wouw. 

ramdhani.jpgNia Ramadhani mejeng di besi pembatas jembatan. (FOTO: instagram ramadhaniabakrie - tempo.co)

Bukan cuma Atta, sederet nama artis-artis lain juga kerap memamerkan kekayaannya di kanal youtube. Uya Kuya misalnya, sering membikin konten mempertontonkan saldo ATM para artis. Para netizen pun dipuaskan dengan konten-konten seperti seleb Nikita Mirzani yang saldo ATM nya ternyata Rp1,3 miliar, dan dia mengaku uang sebanyak itu “hanya” untuk keperluan belanja sayur di warung. Sosialita Barbie Kumalasari yang saldonya Rp 3,1 miliar.

Percaya atau tidak, dari konten yang dinilai banyak artis lain sampai akademisi Universitas Indonesia Ade Armando sebagai hal yang memalukan ini, tapi kanal youtube Uya Kuya kebanjiran viewers. Subscriber-nya saat ini mencapai 2,25 juta. Ini setidaknya menunjukkan, banyak sekali netizen menyukai tayangan seperti ini.

Seleb lain yang juga dikenal sering memamerkan kekayaannya adalah artis Nia Ramadhani. Instagramnya dipenuhi postingan Nia dengan segala kemewahan yang menghiasi tubuh dan hidupnya. Rumah yang megah di kawasan elit Menteng Jakarta Pusat, mobil yang beraneka merek top, tas branded yang harga puluhan hingga ratusan juta, juga busana dan aksesori yang menempel di tubuhnya saat belanja bolak balik ke luar negeri dengan jet pribadi. Dengan postingan serba berkilauan itu, akun instagram Nia memiliki 18,9 juta followers.

Namun, baru-baru ini, Nia sempat mendapat komen negatif dari para karyawan wahana Jungleland Sentul Bogor. Pada postingan instagram di mana Nia Ramadhani mengenakan gaun kuning bersandar di besi pembatas jembatan yang melintasi sungai besar itu, selebrita cantik ini malah ramai dikomentari para karyawan yang mengeluhkan kalau gaji mereka belum dibayar 6 bulan.

aurel.jpgAtta Halilintar dan Aurel Hermansyah. (FOTO: Instagram - lifestyle.sindonews.com)

Mereka menyindir dan meminta istri Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardi Bakrie, salah satu putra dari Aburizal Bakrie itu, membantu menyampaikan kepada sang big boss supaya gaji dan tunjangan bisa segera dibayarkan perusahaan. Namun, komplain para netizen tidak digubris Nia, yang dengan santai mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dengan bisnis sang suami.

Diketahui, JungleLand Adventure Theme Park Sentul adalah taman hiburan yang berlokasi di lembah Bukit Sentul, Bogor, Jawa Barat. JungleLand dikelola oleh PT Jungleland Asia, anak usaha langsung dari PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) yang sebagian sahamnya dimiliki keluarga Bakrie melalui PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Soal pamer harta dan kemewahan, tentu tak bisa mengabaikan nama Princess Syahrini. Dengan gayanya yang khas, melalui instagramnya, Syahrini konsisten memposting segala kemewahan yang melekat padanya. Baju-baju mahal, juga tas hermes kegemarannya yang harganya tembus Rp 1 miliar. Syahrini juga kerap memamerkan saat keliling dunia dengan jet pribadi, terutama saat penyanyi cantik ini resmi menjadi istri dari Reino Barack, putera konglomerat tanah air yang berdarah Jepang. Dari postingan pamer itu, toh akun instagramnya memiliki 35,3 juta followers.

Inilah kenyataannya, meski pamer-pameran harta dinilai tidak etis dalam tata krama ketimuran ala Indonesia, namun nyatanya banyak netizen yang menyukai konten seperti ini. Angka ini jauh sekali mengalahkan kanal youtube atau akun instagram yang memuat konten edukasi maupun kesehatan.

Untuk perbandingan saja, kanal youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI hanya memiliki subcribers sebanyak 471 ribu saja. Dan kanal youtube Kementerian Kesehatan RI hanya memiliki 265 ribu subcribers, Jauh sekali bukan!

Deddy Corbuzier punya analisis menarik terkait hal ini. Deddy menegaskan, apa yang dilakukan para pesohor yang menjadikan akun medsos mereka ajang pamer harta hanya untuk mencari nafkah. Dan memenuhi permintaan netizen sendiri.

“Karena ternyata, penontonnya di Indonesia, penduduk di Indonesia kebanyakan suka banget hal-hal seperti itu," kata Deddy Corbuzier dari kanal youtube pribadinya, Rabu (15/4/2021). 

syahrini.jpgSyahrini di dalam mobil mewahnya. (FOTO: celebrity.okezone.com)

Kenyataannya, lanjut Deddy, kalo orang pamer kekayaan, sinetron dengan pamer-pamer kekayaan,  vlog youtube yang isinya pamer mobil pamer apa saja, ditonton jutaan orang. Pada akhirnya, artis dan content creator yang gemar pamer harta hanya memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebab, jika konten edukatif yang disuguhkan untuk masyarakat Indonesia, jumlah penonton biasanya lebih rendah dari konten pamer harta.

"Coba saja tanya kalau mereka bikin konten edukasi ditonton nggak? Nggak! Mereka bikin konten edukatif tidak akan pernah ditonton ataupun penontonnya dikit," kata dia.

Alasan mengapa masyarakat Indonesia gemar menonton konten pamer harta, lanjutnya, karena pendidikan masih relatif rendah sehingga banyak orang yang masih senang diberikan mimpi-mimpi menjadi kaya.

"Penonton kita kebanyakan sosial ekonomi rendah, pengetahuan rendah, masih bisa dijual mimpi," kata Deddy.

Terlepas dari konten-konten pamer harta yang bahkan banyak dicemooh sebagai konten sampah, namun kita tidak bisa memungkiri itulah konten yang disukai netizen di negeri ini. 
Meski begitu, angka jutaan subscribers yang didapat para youtuber dan pesohor itu tidak diperoleh begitu saja. Seleb dengan popularitas selangit sekali pun. Tidak akan gampang meraih jutaan subscribers. 

Semua konten mereka garap dengan serius, melalu trial and error yang panjang, survei selera netizen, sampai membentuk tim khusus. Mereka fokus membuat konten yang disukai netizen. 

Butuh kemampuan prima untuk menjadi seorang youtuber profesional. Butuh kreatifitas lebih untuk menjadi youtuber dengan konten yang menjadi favorit netizen. Bahkan kreatifitas yang out of the box sekalipun.

Kreatifitas seperti inilah yang sepertinya harus dimiliki kanal-kanal youtube lainnya untuk mendulang jutaan subscribers. Terutama yang menyajikan topik-topik yang lebih serius seperti konten edukasi, kesehatan, dan lainnya. Memasukkan unsur hiburan mungkin bisa dicoba, karena memang entertainment adalah jenis konten yang paling disukai netizen Indonesia. Lintas agama, lintas suku, lintas bangsa dan lintas kelompok sosial. 

Walau bagaimanapun, selera netizen adalah raja di dunia yang kini tengah jadi pusat perhatian ini. Para content creator harus berpikir ekstra keras untuk itu jika ingin pesannya sampai. Namun tentu tetap dengan batas-batas etika. Ini akan lebih berat memang, namun bukan tidak mungkin. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda