Pesugihan Online, Aplikasi Mistis Viral, anak Milenial

Rizhan Milenial pendiri Pesugihan Online. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Dunia perdagangan jagat online kembali gempar dengan kehadiran sosok anak milenial berusia 28 tahun, bernama Rizhan, di Kota Yogyakarta.

Pria kelahiran Kota Surabaya tahun 1992 ini baru saja membuka  kantor bisnisnya di Yogyakarta. Dia kembali sukses mendulang ratusan juta rupiah dalam waktu kurang dari 1 minggu dari bendera bisnisnya yang bernama Pesugihan Online.

Campaign bisnisnya memang menyeramkan, sangat mistik.
Namun cara kerjanya, mirip perusahaan Elon Musk, tokoh revolusi industri yang menggunakan teknologi artificial intelegent. Yang menciptakan kendaraan tanpa sopir dan bisa otomatis mengantarkan penumpangnya sampai tujuan.

Hanya saja beda bidangnya. Elon Musk dibidang industri teknologi otomotif, dengan menciptakan kendaraan tanpa sopir bernama Tesla.

Sedangkan Pesugihan Online milik Rizhan, di bidang Marketing dengan menciptakan tools tools marketing yang akan dikembangkan menggunakan Artificial intelegent atau kecerdasan buatan, mudah tapi hasilnya efektif untuk berjualan online.

Nama-nama aplikasi yang diciptakan Rizhan pun unik, mistis dan menyeramkan.

Antara lain: Papan Gendam, WA Tuyul, Surat Profit,Toko Ghaib dan aplikasi-aplikasi marketing lainnya.

Produk Pesugihan Online saat pertama dilaunching Maret 2021 lalu di Yogyakarta sudah langsung dibeli oleh ribuan pebisnis pasar online.

Di antaranya Bramansyah. Milenial berusia 30 tahun ini menjual vitamin penambah nafsu makan anak dan dewasa.

Saat hanya beriklan saja di google, facebook, marketplace dan lain lainnya, omsetnya maksimal meraih satu juta rupiah per hari.

Namun setelah menggunakan aplikasi suratprofit.com/suratprofit-profitable/ omsetnya meledak sepuluh kali lipat setiap harinya.

"Saya benar-benar merasakan manfaatnya surat profit karya Mas Rizhan" ujar Bram, pebisnis online saat ditemui awak media di Kalasan Yogyakarta.

pesugihan.jpgVisit Google Play

Pebisnis online lainnya, Teguh Sugiarto dari Karawang datang ke kantor Pesugihan Online di Yogyakarta. Dia membeli tools marketing untuk memasarkan properti di Karawang yang mulai sepi terkena dampak pandemi.

"Saya sudah banyak mengikuti berbagai macam seminar bisnis online, harganya mahal-mahal, hasilnya nol. Setelah saya menggunakan aplikasi Pesugihan Online, yang harganya cuman 400 ribuan, tadi malam saja baru dipakai sudah langsung menghasilkan, laku dua unit rumah, luar biasa program ini," ujar pria lulusan STPDN yang kini aktif jadi pebisnis online.

Kantor bisnis pesugihan Online milik Rizhan di Yogyakarta baru jalan bulan kedua.

Tokoh-tokoh bisnis online di berbagai kota pun menyambut baik kehadiran Rizhan di Yogyakarta. Mereka berkunjung ke Kantor Pesugihan Online, antara lain Yoyok Rubiantono tokoh Facebook Ads dan Mimi dari Bisnis Hack penyelenggara seminar bisnis nasional.

Rizhan membangun bisnis online-nya pada tahun 2019 di Surabaya. Bermodalkan Rp 800 ribu, dia tawarkan madu, kopi, parfum, aksesoris otomotif dan lain-lainnya di internet dengan menggunakan aplikasi ciptaannya.
Dalam waktu hanya empat bulan, dapat menjual ratusan ribu produk dengan harga yang terbilang cukup mahal! Produk yang paling murah ia jual di harga Rp 200 ribu saja.
Tidak heran, saldo rekeningnya langsung membengkak angkanya.

Saat awak media ini mengunjungi kantor Pesugihan Online pusat di Surabaya, suasana kantornya terlihat sangat sibuk, 10 orang pegawainya, melayani ribuan pembeli online dari seluruh Indonesia.

onlin.jpgDESAIN GRAFIS: Facebook

Mobil-mobil kurir dan ekspedisi berjejer antri mengambil barang dagangan untuk dikirim ke berbagai kota di Indonesia.

Setelah membuka kantor Pesugihan Online di Yogyakarta, rencananya Rizhan akan membuka kantor di Denpasar ,Bali.

Rahasia bisnis Rizhan di Pesugihan Online ini dibanding pebisnis online lainnya adalah pada penggunaan teknologi artificial intelegent.

"Sampai saat ini, hanya beberapa orang saja di dunia bisnis online di seluruh dunia yang beriklan di google dan facebook yang memaksimalkan penggunaan teknologi artificial intelegent," papar Rizhan, yang hanya tamat SMAN di Surabaya.

Jadi tidak hanya sekadar pasang iklan. Tetapi tools marketing yang dia buat akan bekerja otomatis menembus pemilik-pemilik akun sosial di berbagai platform digital dan akan mengirimkan penawaran dagangannya pada jutaan orang.

Aplikasinya bisa membaca riwayat online pemilik akun, misalnya pernah belanja online apa, di platform apa, jam berapa, tanggal berapa dan pernah mencari apa.

Tools marketing-nya, langsung menyambar.

Surat penawaran nya pun dibuat sedemikian rupa, simpel dan aplikatif, sehingga pemilik akun hanya bisa menjawab dan mengklik beli.(*) 

Penulis: Uha Bahaudin, mantan karyawan Pemasaran Jawa Pos Group

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda