30 Tahun Perang Melawan Hantu Diabetes (1)

COWASJP.COM – Akhirnya, tanpa ba ...bi..bu pertengahan  November 1990 lalu hantu yang menakutkan itu benar benar mencengkeram saya. Hantu? Ya hantu! Apalagi kalau bukan " Hantu Diabetes".

Alkisah, akhir 30 tahun lalu itu, saya sudah hampir seminggu, tak pernah lagi makan malam lebih dari jam 18.30. Pasalnya tidak sampai satu jam Azan Mahgrib meninggalkan pendengarnya di TVRI, dengan terkantuk-kantuk saya harus cepat-cepat makan malam. Tidak sampai setengah jam. Saya sudah mimpi dansa dengan Marilyn Monroe artis Hollywood yang seksi tahun 60 an itu. Atau sudah naik Mercy bersama artis Chitra Dewi artis jelita di masanya. Asyik memang. Tapi akankah saya terus menerus terkantuk-kantuk ketika para tetangga masih asyik nonton film akhir pekan di TVRI. Oi..ini sungguh siksaan.

koesnan-periksa-darah-2.jpgKoesnan Soekandar dan isteri tercinta, 30 tahun silam. (FOTO: dok Koesnan Soekandar)

Sungguh, masih terbayang kenangan pahit ketika saya masih muda dulu. Yah...ketika saya masih berusia 46 tahun enam bulan. Itulah untuk pertama kali dan Insyaallah untuk terakhir kalinya, saya dicengkeram hantu diabetes.

Nah, seperti yang telah saya ceritakan di awal tadi menjelang  Isya mata ini sudah nyaris tak bisa diajak kompromi lagi. Inginnya terpejam sampai matahari terbit. Ngantuknya luar biasa.

Karena itu, usai puas tidur malam, paginya saya langsung periksa darah ke sebuah laboratorium swasta di Jalan Kedungsari Surabaya. Seperti yang saya lakukan tiga minggu sebelumnya.

Memang, awal November 1990 untuk kesekian kalinya saya  memeriksakan darah. Terutama memeriksakan urine lengkap, kolesterol, Lever, diabetes dan darah lengkap.

Jadi, kebiasaan periksa darah atas permintaan sendiri, sudah saya lakukan sejak usia 40 tahun sampai sekarang. Sampai usia saya kini sudah 76 tahun 5 bulan.

koesnan-periksa-darah-3.jpgKoesnan Soekandar (penulis) dan isteri tercinta Mbak Astuti. (Dok Koesnan Soekandar)

Nah, kembali ke masa lampau, yakni pagi itu 30 tahun lalu, setelah diambil darah kemudian dua jam setelah makan diulang lagi. Maka selang beberapa jam kemudian diketahui hantu diabetes sudah ngendon di tubuh saya. Betapa tersentak saya. Bayangkan,      sebelum makan hasilnya 140 mg/ dl. Dua jam sesudah makan 215 mg/dl. Ah...pantas saja jam 19.00 saya sudah ngorok. Itulah gejala pasti dari awal diabetes saya. Padahal sebulan sebelumnya sesudah makan hasilnya 176 mg/ dl. Ketika itu saya sudah merasa diet. 

" Diet saja tidak cukup pak. Harus olah raga. Yang ringan ringan saja cukup. Jalan kaki misalnya. Lha... sekarang sebaiknya dipacu dengan obat. Cukup diamicron separoh, " ujar Dr.V Sidharta, ketika itu disaat saya konsul cara mengatasi diabetes. 

Begitulah, sejak itu saya seminggu tiga kali olah raga jalan pagi. (Bersambung)

Pewarta : Koesnan Soekandar
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda