Dua Hari Mengikuti Silaturahim Aqua Dwipayana (1)

Bertemu Tiga Jenderal, Terpesona Mie Obama

Aqua Dwipayana menikmati 'mie Obama' bersama Mas Adi (drivernya) di Pawon Teh Tudung. (Foto2 Erwan W)

COWASJP.COM – "Enak sekali ini Mas. Suasana dan makanannya. Udara sejuk. Pas ini, minumnya teh panas dan makannya bakmi hangat. Murah lagi." 

Kalimat beruntun itu keluar dari seorang Aqua Dwipayana, motivator dan penulis buku best seller "Trilogi The Power of Silaturahim." Aqua mengomentari sajian Teh Tudung dan mie lethek yang dinikmatinya di Pawon Teh Tudung. 

Malam itu, Selasa (29/3), pria kelahiran Pematang Siantar ini mengakhiri rangkaian silaturahimnya di Magelang dengan 'nyantai' di Lereng Sumbing. Pawon Teh Tudung memang berada di ketinggian 700 mdpl di kaki Gunung Sumbing. 

Aqua pun menikmati malam purnama itu dengan hikmat setelah seharian muter di Magelang. Duduk di kursi yang menghadapi tulisan Pawon Teh Tudung dan bulan di atasnya. 

Rangkaian silaturahim di Magelang hari itu diawali dengan sharing motivasi dan komunikasi untuk 120-an Komandan Satuan Tersebar Kodam IV Diponegoro di Dodik Bela Negara Rindam Magelang. Di sini, selain dengan peserta, Aqua juga bersilaturahim dengan Danrem 072 /Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto. 

Di tempat itu, Aqua juga bersilaturahim dengan Pimpinan Cabang BRI Magelang Choirul Anam. Pak Choi, panggilan akrab Choirul Anam, merupakan sahabat lama Aqua sejak Pak Choi bertugas di Banyuwangi. BRI sepertinya menjadi sponsor kegiatan Apel Komandan Satuan Tersebar Kodam IV Diponegoro itu. Setidaknya terlihat dari tersedianya suvenir dengan bungkus logo BRI di ruangan tempat Aqua memberikan sharing. 

Usai silaturahim dengan para komandan satuan dan panglima Kodam di Rindam Magelang, Aqua pun bergeser ke Akademi Militer. Silaturahim ke Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santosa yang per 1 April 2021 pindah tugas ke Armed Cimahi. 

Silaturahim dengan Totok Imam berlangsung hangat. Ada banyak kesamaan antara Aqua dengan Totok. Sama-sama ahli komunikasi. Aqua Dwipayana doktor komunikasi lulusan Universitas Padjajaran Bandung, Totok sedang menunggu ujian S3 Diplomasi Komunikasi di Universitas Sahid Jakarta. 

erwan2.jpgAqua Dwipayana berbincang dengan Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santosa.

Pada kesempatan itu, Totok Imam memberi hadiah buku baru yang disusunnya. Judulnya "Bunga Rampai: Mengurai Peluang dan Kendala Menuju Indonesia Unggul." 

Aqua juga menghadiahi Totok dua buku best seller terbarunya. Yakni "Humanisme Silaturahim Menembus Batas" dan "Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial." Dua buka yang kini telah terjual 24.000 eksemplar. 

Perbincangan Totok dan Aqua berlangsung akrab dan hangat. Banyak tema diobrolkan. Dari yang serius seperti soal kurikulum di Akademi Militer, maupun soal Alutsista. Atau yang ringan seperti rencana Totok membuka cafe untuk Taruna Akmil. 

Keakraban itu makin terlihat saat Aqua  tidak segan 'pinjam' tempat untuk salat Asar. Sebagai musafir, Aqua menjamak salat Asar dengan Lohor di ruang salat Gubernur Akmil itu. 

"Silakan. Di situ ruangannya. Juga tempat wudlunya. Saya mau nemui staf saya dulu untuk apel sore," kata Totok. 

erwan.jpgAqua Dwipayana (tengah) ngobrol dengan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto (kiri) dan Danrem 072 /Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan.

Jadi, saat Aqua salat, Totok berkegiatan lain. Semua 'produktif'. Tidak ada yang 'nganggur'. Begitu keduanya selesai "berkegiatan lain", ngobrolnya dilanjutkan lagi. Totok kembali ke ruangannya. Cair sekali. 

Silaturahim dengan tiga jenderal pun bisa berlangsung hanya dalam beberapa jam. 

Dari Akmil, Aqua bergeser ke arah Mertoyudan. Ketemu teman yang jadi pengusaha ayam dan telur. Pengusaha besar. Terlihat dari rumah dan adanya bus plat hitam di halaman. Juga dari pembicaraan dengan Aqua. 

Ada tulisan Borobudur Marathon di bus tersebut. Juga di kaos yang dikenakan pengusaha ini. "Beliau memang penyelenggara bersama harian Kompas," kata Aqua tentang sahabatnya ini. 

Obrolan ringan mengalir. Bisa di bilang just say hello. Tak ada hal penting. Sepertinya inilah salah satu gaya Aqua merawat persahabatan. Mampir bersilaturahim karena sedang berada di dekat tempat tinggal sahabatnya. 

Begitu ngobrol 'ngalor ngidul' Aqua pun pamit dengan memberikan dua bukunya. "Terima kasih sekali lho Pak Aqua berkenan mampir ke rumah," ucap pengusaha yang low-profile itu. Yang namanya sulit saya ingat. 

"Sekarang kita sowan Ibu, Mas Erwan. Mampir dulu cari oleh-oleh kesukaan Ibu," ujar suami Retno Setiasih ini. 

erwan3.jpg

Kami pun mencari Roti Gembong. Dan meluncur menuju rumah Ibu mertua di Genito, Windusari Magelang. Mas Adi yang memegang kemudi saya minta menuliskan Pawon Teh Tudung di Google Maps. Dengan panduan gugel map itu sampailah Velfire yang kami tumpangi ke Pawon Teh Tudung. 

"Kita makan malam di Pawon Teh Tudung sebelum ke tempat Ibu," kata saya. 

Alhamdulillah sampai Pawon Teh Tudung cuaca cerah. Bulan purnama terlihat jelas. Sehingga samar-samar deretan gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telamaya terlihat dari limasan tempat kami makan. 

"Saya pesan mie rebus saja. Nggak pedes. Saya kalau malam nggak makan nasi. Mas Adi mau makan apa?" tanya alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini. 

Tak ada jarak antara Aqua dengan Mas Adi yang menemaninya mengemudi sejak dari Bogor. Keduanya duduk dalam satu meja. 

Mas Adi memilih Nasi Pawon Teh Tudung. Ini nasi gurih bunga telang dengan lauk kering kentang, ayam suwir dan srundeng kelapa. Minumnya Teh Tudung. 

Paket minum Teh Tudung ini bisa  untuk bertiga atau berempat. Teh lokal yang diolah sendiri dari tanaman di kebun atau tegalan sendiri. Dipetik, kemudian disangrai dengan kuali tanah liat. Lantas disajikan dengan tudung agar panasnya terjaga. Disajikan dengan gula merah atau gula aren terpisah. 

erwan4.jpgAqua menyerahkan bukunya kepada sahabatnya, seorang pengusaha ayam dan telur di Magelang.

Mie pesanan Mas AQUA Dwipayana itu adalah mie lethek. Mie kesukaan Barack Obama, mantan Presiden Amerika saat berkunjung ke Jogja. Di Magelang, mie lethek hanya ada di @pawontehtudung 

"Iya, enak ini. Mantap Mas. Nanti saya promosikan ke sahabat-sahabat saya. Tempatnya nyaman, makanannya enak. Nggak jauh juga dari Kota Magelang. Bisa nginep juga," tambahnya. 

Selain memesan makan dan minum, Aqua juga memesan camilan. Mendoan dan pisang goreng serta peyek dipilihnya. Bahkan Aqua juga memborong aneka camilan produk-produk UMKM yang dititipkan di Pawon Teh Tudung. 

"Ada berapa peyeknya itu. Ya semua. Tambah ini sama itu," ujar Aqua sambil menunjuk kemasan camilan di etalase yang dipilihnya. 

Aqua menebar kebahagiaan di Pawon Teh Tudung dengan memborong banyak makanan. Juga memberikan tips kepada karyawan termasuk penjaga malam yang bertugas saat itu. 
" Semangat ya jualannya. Biar omsetnya makin besar," pesannya. 

Usai dari Pawon Teh Tudung kami pun menuju tempat Ibu yang berjarak sekira 200 meter. Kendati baru bertemu, Aqua tampak akrab sekali dengan Ibu. Ketrampilan komunikasi Aqua terlihat sekali. Tak ada jarak. Sampai Ibu pun tertawa dengan guyonan pakar komunikasi ini. Juga adik-adik yang ikut menemui. 

Siang bicara dengan jenderal, malam dengan orangtua, semuanya akrab dan cair. Tak salah kalau Letjen TNI Doni Monardo menyebut Aqua sebagai sosok yang "piawai menebar jejaring silaturahim berbasis kemanusiaan." 

Dan tepat pula kiranya Prof Deddy Mulyana menyebut Aqua sebagai best practise komunikasi. Kemampuan komunikasi interpersonalnya luar biasa. 

Itu yang membuat adik saya berkomentar. "Mas Aqua belum pernah ketemu Utik kan? Kok akrab sekali ya," komentar adik di WAG keluarga. 

Di situlah saya melihat 'the power of silaturahim' yang luar biasa yang dilakukan seorang Aqua. Silaturahim yang tulus dan membahagiakan banyak orang.

Saya yang mendampingi seharian itu, dibuat tidak bisa berkata apa-apa. Dalam bahasa Jawa kami tenggengen, terpana yang tak tepermanai.

Karena tidak bisa berkata-kata, maka saya tulislah seperti ini. Semoga bisa dinikmati. Syukur ada yang bisa diambil sebagai inspirasi. (*)

Pewarta : Erwan Widyarto
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda