Arek Madiun Sukses Bikin Bajay Tenaga Matahari

COWASJP.COM – Akhirnya kendaraan roda tiga Bajay bekas ini bisa menjelma menjadi 'PROTOTIPE' mobil listrik dengan 4 tenaga penggerak. Selain mengandalkan sumber tenaga baterai (accu), juga di topang dengan 3 tenaga penggerak energy listrik. Salah satunya tenaga matahari yang bisa membuat biaya pembangkit listriknya lebih efisien. 

 "Ini merupakan terobosan ide baru untuk mengatasi kelemahan mobil listrik yang sudah ada. Sinergi energi. Yang hanya mengandalkan satu tenaga baterai (accu) dengan charger", ujar Ariek Bondet, panggilan dari Oktavian Ari Wibowo, sebagai tenaga ahli.

Ada tiga orang yang memprakarsai renovasi ini. Selain Ariek yang putra dari Santoso Bondet (mantan Redaktur JAWA POS) yang dikenal dengan sebutan Akung Bondet itu, juga Rudiawan, lulusan fakultas teknik listrik UNIBRAW Malang. Dan A. Zainudin Iskan mantan jurnalis Jawa Pos (adik kandung mantan Dirut Jawa Pos Group: Dahlan Iskan). Ketiganya menetap di Madiun.

Ketiga tenaga penggerak energi itu adalah, tenaga Sel Surya, tenaga gerak roda dan tenaga panas dinamo. 

"Ketiga tambahan tenaga penggerak energi listrik ini, akan dapat men-supply pengisian baterai dalam kondisi berjalan", jelasnya.

Alhasil, rangkaian prototipe ini akan lebih efisien penggunaan energi baterainya. Karena akan selalu terisi saat berjalan.

"Dan, terciptalah efisiensi masa charger-nya", tambahnya 

Ketika mobil sedang berjalan, otomatis baterai listrik (accu) akan terus terisi. Ketiganya bisa men-supply antara 50 persen sampai 75 persen. "Apalagi kalau jalan di siang hari, dengan terik matahari yang kuat, akan bisa lebih maksimal pengisian accunya", ujar Rudy Kenton (tim teknisi) menimpali.

bajay1.jpgZainudin Iskan (penulis, tengah) dan tim kreator. (FOTO: istimewa)

Kalau perjalanan malam hari, supply pengisian energi listriknya hanya bergantung di tenaga gerak dan tenaga panas. "Tapi lumayan bisa menambah pengisian", kata Rudi lagi.

Bajay bekas yang di rancang sebagai prototipe mobil listrik ini, dalam uji coba mampu menempuh jarak 10 km lebih. Tanpa kendala. 

Rancangan prototipe mobil listrik ini berawal dari obrolan ketiga teman yang sedang ngopi di warung. Ngobrol soal mobil listrik yang saat ini lagi seru dibicarakan. Lagi jadi pembicaraan hangat. 

Dari obrolan tentang kelebihan dan kekurangan mobil listrik itu, lalu timbul gagasan untuk membikin prototipe sendiri. Dengan menambah rangkaian ketiga energi tadi.

"Akhirnya kita pilih bajay sebagai prototipe percobaan. Dengan dana seadanya, pada akhir Januari 2021 lalu, kita beli bajay bekas seharga Rp 9 juta dari Jakarta", kata Rudy.

Sesampainya di Madiun, bajay langsung dipermak. Mesin diturunkan, body yang bolong-bolong ditambal. Dan gearbox yang diambil untuk penggerak roda juga di bersihkan.

Kemudian, setelah perbaikan body selesai, pengecatan pun dilakukan. Sementara berbagai prasarana alat yang diperlukan disiapkan. Seperti 4 buah accu, lempengan solar sel, dan alat-alat elektronik untuk dirangkai.

"Untuk rangkaian alat-alat elektroniknya kita carikan yang bekas. Bisa lebih murah," ujarnya.

Proses perakitan ketiga tenaga listrik (solar sel, tenaga gerak dan tenaga panas ) itu sendiri cukup rumit. Sampai beberapa kali gagal. 

"Ternyata untuk menyatukan ketiga tenaga penggerak listrik itu, tidak bisa langsung mengisi ke dalam accu. Harus dibuatkan rangkaian elektronik sendiri-sendiri", kata Ariek bondet.

Dengan kegigihan dan semangat yang kuat, akhirnya prototipe mobil ini bisa jadi. Dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 30 jutaan. 

"Karena semua alat yang dipasang sebagian besar merupakan barang rongsokan", ujar Rudy 

Untuk lebih menyempurnakan prototipe ini, tim sudah menciptakan rancangan sebuah alat Converter, yang dapat memperbesar arus listrik. "Sehingga diharapkan ke depan, alat ini bisa meminimalisir pemakaian unit baterai (accu) pada mobil listrik", kata Ariek bondet mengakhiri.(*) 

Penulis: Zainuddin Iskan, wartawan senior di Madiun

Pewarta : Zainuddin Iskan
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda