Inovasi PT KAI

Menjadi Moda Transportasi Pilhan yang Nyaman dan Aman

Deputi Executive Vice President (DEVP) Daop VI Ari Mulyono Madyo Saputro saat memaparkan materi Kereta Api sebagai Moda Transportasi yang Hits dan Nyaman.(Foto: Erwan W)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mempromosikan inovasi layanannya. Hal tersebut juga dilakukan dalam pertemuan rutin bulanan Keluarga Public Relations (Kapurel) Jogja, Kamis (25/3).

***

COWASJP.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mempromosikan inovasi layanannya. Hal tersebut juga dilakukan dalam pertemuan rutin bulanan Keluarga Public Relations (Kapurel) Jogja, Kamis (25/3). Deputi Executive Vice President (DEVP) Daop VI Ari Mulyono Madyo Saputro yang hadir bersama Senior Manager Rustono, memaparkan materi Kereta Api sebagai Moda Transportasi yang Hits dan Nyaman.

Pertemuan Kapurel untuk para Humas Perhotelan ini berlangsung di Hotel Grand Palace, Mangkuyudan. Selain dari perhotelan, sejumlah asosiasi industri pariwisata juga hadir. Di antaranya GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) DIY, HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), ASITA dan lainnya.

Ari memaparkan inovasi-inovasi yang dilakukan PT KAI baik yang berupa layanan offline maupun online. Berbagai amenitas layanan publik bagi penumpang kereta api terus ditingkatkan kenyamanannya. Toilet, mushola, lampu baca, stop kontak, ruang tunggu, tempat duduk di gerbong dan sebagainya. Toilet misalnya. PT KAI mulai mengenalkan toilet ramah lingkungan sejak tahun 2012.

"Sebelumnya, toilet di kereta itu mengotori jalur rel. Karena kotoran langsung jatuh di sepanjang jalur yang dilewati. Mulai tahun 2012, kami perbaiki. Toilet tidak lagi mencemari lingkungan," ungkap Ari di depan 40-an peserta pertemuan Kapurel dari perhotelan.

Ari juga meyampaikan inovasi layanan kereta luxury. Ada dua macam kereta luxury yakni 18 seat dan 26 seat. Di dalam kereta ini, penumpang mendapatkan fasilitas di antaranya makan minum, TV dan multimedia on demand, selimut, handuk muka. "Dengan layanan ini, penumpang bisa tidur, istirahat dengan nyaman sehingga segar saat sampai tujuan," ujarnya.

Layanan luxury sleeper train 18 seat dan 26 seat per gerbong ini bisa dinikmati pada rangkaian kereta Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Turangga, Taksaka, dan Sembrani.

Untuk mendorong pariwisata, PT KAI secara khusus juga menyediakan kereta wisata. Ini gerbong kereta yang bisa disewa (dicarter). Di dalam gerbong ini, penyewa bisa melakukan meeting, gathering atau acara internal lainnya. Gerbong kereta wisata ini diset anggun dan elegan menjadi semacam privat room.

Kereta api, katanya, menjadi moda transportasi yang paling nyaman dan aman. Ini karena pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat di area stasiun dan selama perjalanan.

Selain memaparkan inovasi, Ari Mulyono juga mengungkap kondisi PT KAI di masa pandemi. Disampaikannya, pandemi berpengaruh pada jumlah penumpang kereta api. Lewat infografis, dia perlihatkan penurunan jumlah penumpang itu sejak awal pandemi.

"Namun, mulai Maret 2021 kembali meningkat. Makin naik. Program vaksinasi dan sinergi PT KAI dengan berbagai pihak untuk meyakinkan calon penumpang membuat pelanggan makin banyak," ungkap Ari.

Ari lantas menyampaikan data yang meyakinkan penumpang untuk memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan utama. Kereta api, katanya, menjadi moda transportasi yang paling nyaman dan aman. Ini karena pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat di area stasiun dan selama perjalanan.

PT KAI juga memberi kemudahan bagi calon penumpang kereta api melalui kelengkapan fitur di aplikasi KAI Access. Aplikasi ini bisa diunduh di Playstore. Calon penumpang bisa membeli tiket secara online lewat KAI Access tidak perlu ke konter tiket. Mudah pula refund jika batal berangkat. Bahkan tidak ada pemotongan dana.  

Menjawab pertanyaan tentang panjangnya antrean pemeriksaan GeNose bagi calon penumpang, Ari Mulyono mengatakan di wilayah PT KAI Daop 6 kini sudah ada loket baru GeNose di sejumlah stasiun.

"Kini penumpang bisa melakukan pemeriksaan GeNose di Stasiun Lempuyangan, Stasiun Wates, Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari. Dengan lokasi baru ini kami berharap pemeriksaan GeNose tidak lagi menumpuk di Stasiun Yogyakarta," tandasnya. (*)

Pewarta : Erwan Widyarto
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda