Kerja Keras dan Cerdas PWI dalam Vaksinasi untuk Insan Pers

Para petugas vaksinasi bekerja optimum, penuh semangat, dan profesional. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – PROSES vaksinasi Covid-19 untuk kalangan media, atau insan pers, diharapkan berjalan lancar. Semoga. Pemberian vaksinasi dilakukan dalam dua tahap. 

Setelah memperoleh vaksin Covid-19 tahap pertama, Sabtu, 27 Februari kemarin, saya sudah langsung mendapatkan jadwal vaksinasi tahap kedua. Harinya sama, Sabtu, 27 Maret. Waktunya juga sama, antara 08.00-15.00 WIB. Tempatnya, di Satpelkes, Balai Kota, Pemprov DKI Jakarta.

Mereka yang sudah menjalani vaksinasi tahap pertama, kesemuanya sudah mendapatkan jadwal vaksinasi tahap kedua. Jadwal dan tempatnya berbeda-beda. Untuk mereka yang berusia di bawah 59 tahun, vaksinasi tahap kedua diberikan antara 12 hingga 14 hari kemudian. Untuk lansia seperti saya, ya, sebulan kemudian. 

Saya sudah janjian dengan Raja Parlindungan Pane. Anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat ini mengajak barengan untuk vaksinasi tahap kedua nanti.

"Sebaiknya kita datang pagi saja, sebelum pukul 08.00 WIB sudah di sana," kata Raja, kemarin.

Reva Deddy Utama, Wakil Direktur TvOne, juga sependapat. "Lebih awal datang makin bagus, belum panjang antriannya," ujarnya.

Saat menjalani vaksinasi tahap pertama, jatah saya di hari kedua, Sabtu, 27 Februari, antara pukul.08.00-10.00 WIB. Tetapi, saya putuskan datang lebih awal. Maka, pukul 06.30 WIB saya sudah tiba di Hall A, Senayan. 

Setelah proses vaksinasi dimulai pukul 08.00 WIB, tak sampai 40 menit, vaksinasi selesai. Itu sudah termasuk 30 menit yang harus diluangkan di ruang observasi, untuk melihat apakah ada efek samping pasca penyuntikan...

PROFESIONAL

Ya, vaksinasi Covid-19 untuk pekerja media telah diselenggarakan tiga hari berturut-turut, Kamis hingga Sabtu, 25-27 Februari 2021 baru lalu itu. Proses vaksinasi tahap pertama untuk kalangan wartawan atau insan pers berjalan lancar, bahkan menuai pujian.

Dalam proses vaksinasi ini, keseluruhan pekerja yang terlibat bersikap profesional. Mereka, para petugas event organizer (EO) itu, sopan dan ramah terhadap para calon penerima vaksin Covid-19 yang hadir di Hall A, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. 

Pendampingan untuk awak media tetap perlu dilakukan oleh petugas. Selama tiga hari itu, jumlah peserta vaksinasi 5.512 orang. Rinciannya, sebanyak 1.989 orang di antaranya mendaftar melalui Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dan panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2021. 

tb-adhi3.jpgFOTO: istimewa.

Lainnya, mendaftar melalui sembilan konstituen Dewan Pers (DP) dan Forum Pemred yang dikoordinasikan oleh Dewan Pers. Pelaksanaannya, tetap bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Vaksinasi untuk insan pers ini juga melibatkan bantuan instansi kesehatan lainnya, seperti sejumlah rumah sakit, Puskesmas, TNI dan Polri.

Semua dapat dilayani, kecuali mereka yang tidak hadir dan punya penyakit yang tidak memungkinkan menerima vaksin. “Proses pelaksanaanya sangat tertib dan lancar,” kata tokoh pers Wina Armada yang turut hadir menerima vaksin. Wina Armada Sukardi menjalani vaksinasi di hari kedua, Jumat. Dia kemudian menyampaikan kesan-kesannya kepada PWI Peduli.

PENDAMPINGAN

Kedatangan peserta mulai pintu masuk, pendaftaran, screening, dan penyuntikan vaksin, hingga ruang observasi diatur tertib oleh EO. Semua sudah diarahkan petugas.
Untuk lebih memastikan kelancaran PWI Pusat bersama PWI Peduli menurunkan tim untuk mendampingi peserta yang mendaftar melalui PWI. 

“Pendampingan perlu dilakukan, mana kala ada masalah dengan pendaftaran. Kami menjaga di pintu masuk, seperti penerima tamu. Tugas kami bukan hanya mengarahkan, tetapi juga menyambut sehingga membuat pikiran peserta merasa nyaman dan aman,” kata Ketua PWI Peduli Pusat yang juga Ketua Panitia Bakti Sosial HPN 2021 Mohammad Nasir yang turut menemui peserta yang baru tiba.

PWI Peduli adalah sayap sosial PWI yang telah menyebar luas hampir terbentuk di seluruh provinsi di Tanah Air. PWI Peduli hadir di GBK Senayan mendapat tugas dari Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari untuk membantu kelancaran vaksinasi massal bersama organisasi pers lainnya, mulai proses pendaftaran hingga pelaksanaan vaksinasi.

Menurut pemantauan, sebagian peserta memang harus diyakinkan bahwa semua dapat dijalani dengan mudah dan semua akan kebagian vaksin. Bahkan sebagian perlu dikawal dan dipersilakan duduk layaknya tamu VIP.

Tanpa panduan khusus, banyak peserta yang sempat “blank” pikiran mereka begitu masuk tenda besar, tidak tahu arah harus kemana, meskipun sudah dipandu oleh para petugas EO yang santun dan ramah.

Namun begitu ada rekannya yang dikenal bertugas di sana, dan melambaikan tangan dari jarak jauh, langsung peserta bereaksi dengan senyum mekar, penuh keyakinan tidak akan ada kesulitan di dalam antrean besar yang tertib itu.

tb-adhi2.jpgPara wartawan memperoleh penjelasan tentang pelaksanaan vaksinasi dari penyelenggara vaksinasi c-19 kepada para wartawan Jabodetabek. Vaksinasi berjalan lancar, para petugas sopan, cekatan. Ada pendampingan yang menenteramkan hati. (FOTO: istimewa)

Di sinilah diperlukan pendampingan peserta supaya pikirannya tidak kacau memikirkan harus kemana. Kekacauan pikiran bisa menjadi penyumbang tekanan darah naik ketika diperiksa kesehatannya menjelang divaksin.

Pendampingan seperti itu juga dilakukan perwakilan organisasi pers konstituen Dewan Pers lainnya juga tampak sibuk menjemput para anggotanya yang baru masuk.

Terlihat di seputar pendaftaran tim Dewan Pers yang dikomandani oleh Dr Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers, kemudian telihat Delianur perwakilan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Elly Pujianti Sekretaris PWI Peduli Pusat yang duduk di sudut Help Desk dengan laptopnya yang selalu terbuka untuk memantau pergerakan para pendaftar yang melalui PWI.

Nadia, Steffi, dan rekan-rekannya dari Dewan Pers juga laptopnya selalu terbuka untuk memantau perubahan daftar peserta secara online dengan jaringan komputer yang digunakan untuk seluruh pelayanan di GBK tempat vaksinasi insan pers. Mereka turut memberi solusi pendaftar, yang secara tidak langsung meredakan ketegangan pikiran peserta.

DIGOYANG HOAX

Apalagi pada hari kedua kelancaran pelaksanaan vaksinasi Covid-19 digoyang oleh kabar bohong yang beredar di media sosial bahwa ada puluhan wartawan terkapar setelah disuntik vaksin Covid-19 dan dilarikan ke rumah sakit. Kabar hoax ini membuat kaget banyak orang.

Ketua Umum PWI Pusat yang juga penanggung jawab HPN 21, Atal S Depari langsung menghubungi Ketua PWI Peduli M. Nasir yang berada di dalam GBK. “Bagaimana kabar itu katanya ada puluhan wartawan terkapar setelah divaksin. Kalau itu hoax, segera dibantah,” kata Atal.

Atal khawatir kabar bohong itu mempengaruhi niat ribuan wartawan yang sedang dan akan menerima suntikan vaksin.
Tidak lama dr Nadia Wiweko, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI langsung menyampaikan penjelasan melalui video singkatnya yang kemudian menyebar luas kemana-mana. Menurut Nadia hanya ada lima wartawan yang mengalami efek samping setelah menerima vaksin Covid-19. Kabar mengenai puluhan wartawan terkapar setelah divaksin itu hoax.

Setelah diobservasi kelima awak media tersebut diketahui tidak sarapan dan makan siang sebelum menerima vaksin. Dan, diketahui pula mereka kurang tidur pada malam hari sebelum divaksin. “Mereka sudah pulang semua,” kata Nadia. 

tb-adhi.jpgTubagus Adhi (penulis), mantan wartawan Jawa Pos. (FOTO: Facebook - Tubagus Adhi)

Ini sekaligus menjadi peringatan bagi siapa saja yang akan disuntik vaksin Covid-19 harus sarapan terlebih dulu dan jangan begadang. “Ini penting, harus diperhatikan,” kata dr Nadia. 

Meskipun digoyang hoax, minat para peserta untuk ikut vaksinasi tidak menyurut. Bahkan bertambah hingga menjelang tutup pelayanan pukul 16.00 hari Sabtu, 27 Februari.
Target dapat dibilang tercapai meskipun ada yang tidak hadir, sebagian tidak dapat disuntik vaksin karena peserta punya riwayat penyakit yang tidak memungkinkan disuntik vaksin.

Dari total jumlah peserta terdaftar 5.512 orang yang diberi vaksin 5.227 orang. Pada 25 Februari (registrasi 1.566, divaksinasi 1.506), 26 Februari (registrasi 1.870, divaksinasi 1.824), dan hari terakhir 27 Februari (registrasi 1.921, divaksinasi 1.897). Dari total yang registrasi 5.357 orang, sebanyak 5.227 orang disuntik vaksin.

Para peserta imunisasi ini adalah para awak media yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, yakni Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Vaksinasi massal ini bagaikan reuni akbar insan pers. Mereka saling menyapa, berbagi kenangan masa lalu.(*) 

Penulis: Tubagus Adhi, Wartawan Senior di Jakarta.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda