Wartawan Sudah Divaksin

Tubagus Adhi, wartawan senior Jakarta (mantan wartawan Jawa Pos) saat di vaksinasi di Senayan Jakarta. (FOTO: Facebook - Tubagus Adhi)

COWASJP.COM – JUMAT 26/2/2021.

Pkl 19.10 WIB -- Mengakhiri silaturahmi dengan teman-teman wartawan di Kankon (Kantin KONI Pusat). Diingatkan segera pulang, karena besok pagi akan vaksinasi di Hall A, Senayan. Pulanglah, Bang, tidur yang cukup, kata mereka.

Benar. Sore itu beredar kabar, belasan rekan media 'terkapar' setelah divaksin. Sebagian harus dirawat di UGD sejumlah rumah sakit. Termasuk seorang presenter wanita JTV.

Kabar, yang lantas viral itu, tak sepenuhnya akurat. Sore itu juga ada bantahan dari otoritas berwenang, staf Kemenkes. 

Intinya, menjelang divaksin, disarankan mempersiapkan diri dengan baik. Tidur memadai. Sarapan secukupnya. Jangan tegang, merasa nervous. Itu yang bikin tensi kita melambung.

Terima kasih, kawan muda. Saya pulang.

Pkl 21.10. WIB -- Beranjak ke kamar tidur

SABTU 27/2/2021.

Pkl 00.10-03.15 WIB -- Beberapa kali terbangun, buang air kecil.

Pkl 04.15-04.50 -- Sholat Tahajjud, sholat Subuh.

tb-adhi1.jpgAntre suntik vaksin di bawah tenda. Depan kiri: Wuryanto Raden (wartawan senior Rakyat Merdeka). Depan kanan: Tubagus Adhi. (FOTO: Facebook - Tubagus Adhi)

Pkl.05.00-06.00 WIB -- Dibuatkan Omelet dari dua telor bebek oleh nyonya, nyamnyamnyam; disusul 'ritual' setiap pagi: dua kapsul minyak ikan, vitamin C, vitamin D3, dan vitamin E (Hampir setahun. Aku pernah tanya ke beberapa teman dokter, apakah mengkonsumsi kesemua itu tidak berlebihan. Mereka bilang, sejauh tidak ada efek sampingnya, lanjutkan saja. Karena biasa-biasa saja, ya, konsumsi itu terus saya lanjutkan).

Pkl 06.30 WIB -- Sampai di Hall Basket, langsung masuk ke dalam tenda, duduk mengantri. Saya, bersama sahabat muda Raden Wuryanto dan Rizal Fachranie, bisa duduk di urutan pertama. Berkah datang lebih awal.

Alhamdulillah. Saya dapat nomor urut 2. 

Pkl.08.00-08.41 WIB -- Proses vaksinasi dimulai pkl 08.00 WIB. Tahapan pertama, verifikasi. Di sini, komputer dari petugas hang, tak bisa meng-update. Akhirnya, setelah beberapa menit terdiam di situ, saya dipindahkan ke petugas lain. Ini, pastinya, bikin "badmood".

tb-adi-2.jpg"Aku sudah disuntik vaksin, teman-teman."

"Kalau saya gagal divaksin karena tensi saya tinggi, penyebabnya di sini yaaa," saya "memarahi" mereka. Petugas itu meminta maaf. "Maafin, ya, Pak. Enggaklah, pasti bapak divaksin."

Karena ada kendala di desk verifikasi, proses pendaftaran saya agak terhambat. Dari semula terdaftar di urutan 2, melambung, terlewati. Tetapi, saya menjalaninya dengan senyum.

Saya sempatkan meminta tolong seorang petugas untuk mengambil gambar setiap proses vaksinasi yang saya ikuti. Dari mulai pengambilan tekanan darah (tensi), saat penyuntikan, dan ketika berada di ruang observasi, selama 30 menit.

Tidak ada gejala klinis khusus yang saya rasakan selama 30 menit di ruang observasi. Sebelumnya, saat di tensi, saya ditanya macam-macam oleh Anas, staf Dinkes DKI Jakarta. Secara umum, saya bilang, "So far so good."

Usai divaksin, melanjutkan silaturahmi bersama para sahabat peliput olahraga di masa lalu, khususnya dengan kru Media Indonesia. 

Mie Gaul, jadi santapan yang menyenangkan....

Sehat semua kita yaaa...(*) 

Penulis: Tubagus Adhi, Wartawan Senior di Jakarta.

Pewarta : Tubagus Adhi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda