Klarifikasi Koordinator TB2

125 Yang Terima Refund Bukan Anggota TB2

Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) bersama korban PT SIPOA Group demo di depan PN Surabaya, Selasa 2 Oktober 2018. (FOTO: realita.co)

COWASJP.COM – HANDOKO, koordinator TB2 (Teman Baik-Baik) -- salah satu Paguyuban Korban SIPOA -- menegaskan bahwa 73 bahkan 125 orang korban yang menerima refund (pengembalian) tunai dari PT Sipoa Investama Propertindo (SIP) adalah bukan  anggota TB2. 

SIPOA adalah singkatan Sistem Investasi Properti untuk Orang Awam.

"Jadi tidak benar bila ada pemberitaan 125 anggota TB 2 sudah memperoleh refund." 

BACA JUGA: Kemplang Rp 800 M, Hanya 6 Bulan Penjara​

Demikian klarifikasi Handoko menanggapi  pemberitaan di cowasjp.com berjudul: “Sipoa: How Far Can You Go? Kemplang Rp 800 M, Hanya 6 Bulan Penjara,” pada Jumat (5/2/21).

"Bila diberitakan di cowasjp.com bahwa total 125 anggota TB2 menerima refund itu tidak benar. 125 anggota itu bukan TB2. Anggota TB2 mulai gelombang 2 sampai 7 belum memperoleh refund tunai," jelas Handoko ketika dihubungi cowasjp.com, Jumat (5/2/21) sore.

Lebih lanjut Handoko mengatakan, koordinator TB2 adalh dirinya sendiri. "73 anggota yang menerima refund  total Rp 9,15 miliar bukan anggota TB 2 tapi PCS (Paguyuban Customer Sipoa). Begitu juga 125 juga bukan anggota TB2,"  tegas Handoko.

Total anggota TB2 mulai gelombang 1 sampai 7 adalah 1.100 orang. "Hanya gelombang 1 yang totalnya 125 orang sudah memperoleh kompensasi atau ganti rugi tujuh sertifikat tanah dengan luas 8.800 meter persegi. Sedangkan, gelombang 2 dan 7 belum," katanya.

Paguyuban TB2 sejak berdiri sampai detik ini masih aktif menuntut pengembalian uang korban dari SIPOA. 
Dia terkadang berkoordinasi dengan para ketua paguyuban lainnya yang satu misi, cinta damai. “Bagaimana mencari solusi terbaik,’’ katanya.

Paguyuban TB2, kata Handoko,  memamg betul-betul menempuh jalan damai. Berjuang memperoleh uang korban dari SIPOA. 

Belum menempuh jalur hukum. Malahan, pihaknya berusaha membantu mencari investor baru untuk  take over aset SIPOA.

''Kami berupaya mencari investor untuk SIPOA. Bila investor ada,  ujungnya kan SIPOA bisa kembalikan uang korban. Memang masing-masing paguyuban memiliki misi masing-masing dalam berjuang memperoleh kembali dana milik korban. Misi kami tetap cinta damai," tegasnya.

Handoko lantas menceritakan awal  pendirian paguyuban TB2. Pada 5 Februari 2018 ada demo besar menuntut ganti rugi pada SIPOA. Demo itu dimotori P2S. 
"Saya saat itu mau gabung P2S tapi sudah tidak ada tempat. Akhirnya saya membentuk paguyuban sendiri TB2. Kepanjangannya Teman Baik-Baik. Sesuai namanya, kami berjuang lewat jalur damai. Ternyata banyak juga para korban yang bergabung di paguyuban saya," katanya.

Tujuannya saat itu, dia ingin bertemu pentolan SIPOA. Salah satunya Klemens Sukarno Candra. Pihaknya ingin klarifikasi mengapa SIPOA tidak bisa merealisasikan pembangunan perumahan serta apartemen customer? Dan, mengapa Sipoa tidak bisa mengembalkan uang korban dengan cepat? 

“Saya harus  bertemu  Pak Kle,” ceritanya.

Bagaimana akhirnya bisa bertemu Klemens? Pernah pintu gerbang kantor SIPOA di timur bundaran Waru ditutup. Ada pengumuman tertempel di gerbang  dan ditandatangani pengacaranya. 
''Saya ingin  bertemu pengacara SIPOA. Kemudian saya cari kantornya via google dan ketemu. Yakni di Jalan Kapuas," katanya.

Dia nyanggong pengacara SIPOA di depan kantornya selama tiga hari. ''Saya bisa bertemu pengacara. Saya lantas mengutarakan ingin bertemu Pak Kle. Tujuannya ingin membantu atasi permasalahan Sipoa dengan cara damai," katanya. 

Si pengacara itu akhirnya bisa mempertemukan dirinya dengan Klemens. "Saat itu, Pak Kle menyatakan dana SIPOA kosong, tidak ada dana. Saya kemudian mengatakan akan membantu mencari  investor untuk SIPOA," katanya.

Apakah akhirnya  bisa memperoleh investor? “Bisa. Saya dapat investor. Tapi saat itu Pak Kle sudah ada di dalam (tahanan) atas laporan polisi P2S. Ya ... investor batal,” ujarnya.

Atas kebaikan paguyubannya, SIPOA mengembalikan dana korban berupa tujuh sertifikat tanah,seluas  8.800 meter persegi. 
‘’Tujuh sertifikat tanah itu untuk anggota TB2 gelombang pertama. Total kerugiannya Rp 17,7 miliar,” tegasnya. 

Ketika pentolan SIPOA disidang atas laporan P2S, dirinya dijadikan saksi. “Laporan PCS itu LP 1576(red.LPB/1576/XII/2017/UM/Jatim). Ketika sidang, saya dijadikan saksi  meringankan SIPOA. Ini karena metode pendekatan kami dalam berjuang mengembalikan dana korban, dengan cinta damai," ujarnya.

“Pada tingkat PN, Klemens Dkk diputus tiga tahun penjara. Kemudian, banding ke pengadilan tinggi. Saya tidak mengikuti perkembangannya," lanjut Handoko.

PCS kemudian giliran melaporkan tiga pentolan SIPOA dan masuk persidangan. Klemens, Budi Santoso, dan Aris Bhirawa akhirnya divonis enam bulan penjara. 
SIPOA akhirnya mengembalikan dana korban untuk paguyuban PCS total Rp 11,6 miliar. Hukuman para bos Sipoa itu akhirnya diperingan. 

Berapa nilai aset SIPOA? ''Aset SIPOA besar sekali. Ditaksir sekitar Rp 400 miliar lebih dan harga akan naik terus.  Apalagi sejak jalan OERR (Outer East Ring Road) yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo diresmikan Walikota Surabaya Bu Risma beberapa bulan lalu. Ini membuat harga aset naik terus. Lokasi aset SIPOA itu kan dekat  jalan OERR ," katanya.

Dia berharap SIPOA segera mendapatkan investor baru. ''Sehingga semua korban SIPOA uangnya bisa dikembalikan. Amin," kata Handoko. (*) 

Pewarta : Mochamad Makruf
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda