Pencukur Kumis Impor

Salah satu contoh pencukur. (FOTO: tokopedia.com)

COWASJP.COM – Benda ini tidaklah penting. Karena toh tinggal melangkah ke tukang cukur dan semuanya beres. 

Namun, bagi pekerja yang banyak bepergian, tentulah benda ini sangat menolong.

Sudah lama saya menggunakan benda ini  dan sangat menolong dalam keseharian. Maklum, agak sulit menemukan tukang pangkas di daerah asing, apalagi di luar negeri. 

August-Susanto.jpgAugust Susanto (penulis). Menekankan pentingnya servis purna jual. Agar produksi dalam negeri mengglobal. (FOTO: istimewa)

Sederet syarat harus dipenuhi, tidak hanya modal bangku dan gunting cukur.

Nah, karena alasan itulah saya merasa harus melengkapi "fly away kit" personal saya. Termasuk si Pencukur Kumis ini. 

Nggak lucu kalau nanti saya ditegur atasan atau penumpang karena penampilan yang acak acakan.

Baik, singkatnya saya menginginkan pencukur kumis yang handal dan kredibel. Dan, pilihan saya jatuh pada pencukur impor.

Tanpa banyak menimbang, saat tugas keluar negeri, saya berkesempatan menunaikan niat ini. 

Berburu pencukur kumis impor! 

Sebuah kota belanja di kawasan Asia jadi ajang pemburuan saya. Karena sudah tahu spesifikasinya, pencarian tidak berlangsung lama.

Yap, sebuah pencukur merek ternama dan tidak dijual di Indonesia. 

Dan saya tidak akan panjang lebar mendiskripsikan produk idaman ini. Namun saya akan menceritakan hal yang tidak ada di kebanyakan produk dalam negeri. 

After sales.

Iya, meski terbilang mahal untuk ukuran pencukur kumis, namun jaminan purna jualnya mumpuni. 

Korespondensi dengan pabriknya aktif bukan hanya basa basi.

Mulai dari ucapan terimakasih telah membeli produknya hingga ucapan ulang tahun. 

Tidak hanya itu, pabrik akan memberikan peringatan bila ada kasus penyalahgunaan. Misal ada yang kesetrum karena salah tegangan. 

Hebat sekali.

Kalau begini tentu pelanggan akan enggan untuk pindah merek. Pelanggan tidak akan mudah ngelirik produk baru meski lebih canggih. 

Meski sudah tua, tapi masih boleh diadu dengan pencukur baru.

Nah ini baru pencukur kumis. Bayangkan kalau produknya adalah benda yang besar seperti pesawat terbang. Tentulah after salesnya lebih oke lagi. 

Bisa jadi mereka akan mengeluarkan service buletin secara berkala sehingga produknya tetap oke dan laik. 

Apalagi menyangkut keselamatan manusia. Hingga usia tidak lagi menjadi sebuah isu atas kelaikannya. (*)

Penulis: August Susanto, Mantan Wartawan Jawa Pos dan Perusahaan Transportasi.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda