Dari Mana Munculnya Kehidupan di Planet Bumi

Para ilmuwan sekuler membikin satu sel hidup pun gagal. Apalagi menciptakan bunga dan kupu-kupu misalnya. (FOTO: bp-guide.id)

COWASJP.COM – Salah satu misteri abadi, yang sampai sekarang belum terpecahkan, adalah proses munculnya kehidupan di planet Bumi.

“Iya, dari mana?” tanya seorang kawan. Bukankah planet Bumi ini benda mati. Dan, selamanya, benda mati tidak akan memunculkan kehidupan. Ulasnya, panjang lebar.

Apakah kehidupan di planet ini berasal dari luar angkasa? Yang dikirim oleh makhluk berperadaban tinggi lainnya?

agus-mustofa-sekuler-2.jpgRamanarayanan Krishnamurthy, PhD. (FOTO: scripps.edu)

Tapi, kenapa tidak ada sinyal peradaban sama sekali dari angkasa luar? Sampai sekarang. Alam semesta sepi. Senyap. Tanpa suara. Tanpa sinyal radio. Atau, sinyal televisi. Atau, sinyal elektromagnetik yang menggambarkan adanya peradaban itu. Itulah kendala yang dihadapi oleh para penganut teori Cosmozoic.

Sampai kini banyak pendapat yang silang sengkarut. Tanpa pembuktian yang jelas dan meyakinkan. Kecuali hanya sebatas asumsi. Munculnya kehidupan di planet ini tetap menjadi misteri. Yang belum terpecahkan. Hampir sepanjang peradaban manusia itu sendiri. 

Sementara, setiap hari kita bergelut dengan munculnya kehidupan di sekeliling kita. Mulai dari kelahiran anak cucu kita. Saudara dan handai tolan. Ataupun, tumbuhan dan binatang peliharaan. Dan, miliaran makhluk hidup di luar sana. Yang bukan kita pencipta dan pemeliharanya. Tetapi, mereka tetap hidup secara berkelanjutan. Dalam kehendak dan kekuasaan yang berada di luar jangkauan kita. Seperti difirmankan Allah berikut ini.

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” [QS. Hud: 6]

Selain teori Cosmozoic, munculnya kehidupan di planet Bumi dikemukakan oleh para ilmuwan Abiogenesis. Yakni, teori yang berusaha membuktikan bahwa semua makhluk hidup yang ada di planet Bumi muncul dari senyawa-senyawa organik. Zat yang mati, sebagai penyusun tubuh makhluk hidup.

Di antara percobaan yang diusahakan untuk membuktikannya, adalah apa yang dilakukan oleh Stanley Miller dan Harold Urey. Kedua ilmuwan itu mensintesa zat-zat organik semacam CO2, N, CH4, NH3, H2O, dalam sebuah tabung yang diberi lucutan listrik.

Alasan mereka, di zaman planet Bumi masih muda, atmosfernya kaya dengan zat-zat itu. Termasuk, banyak petir. Yang kemudian menyambar kumpulan senyawa itu di kawasan perairan. Dan memunculkan kehidupan secara kebetulan.

Percobaan yang dilakukan pada tahun 1950-an itu, memang berhasil membentuk senyawa asam amino. Yakni, sejenis protein sederhana penyusun tubuh makhluk hidup. Tapi, masalahnya, mereka tidak berhasil memunculkan makhluk hidup. Melainkan, sekadar onggokan zat yang mati.

Namun demikian, para ilmuwan yang tidak percaya Tuhan terus melakukan percobaan-percobaan. Untuk membuktikan teori mereka. Bahwa, makhluk hidup bisa muncul dengan sendirinya dari zat mati.

Adalah Profesor Biokimia, Ramanarayanan Krisnamurti bersama timnya dari Ohio State University. Pada tahun 2017 mereka melakukan percobaan lebih lanjut terhadap yang dilakukan oleh Urey dan Miller. Yakni, dengan melakukan reaksi Fosforilasi terhadap asam amino, nukleotida, dan peptida.

Mereka berharap, akan berhasil menciptakan senyawa biokimiawi. Yang menghasilkan sebentuk zat seluler. Sebagai unit terkecil kehidupan.

Dan, menarik. Mereka memang berhasil menciptakan senyawa organik semacam sel makhluk hidup. Iya, “semacam” sel. Bukan sel sungguhan. Bentuk dan strukturnya mirip sel. Tetapi ternyata tidak hidup. Dan tidak berfungsi sebagai unit terkecil kehidupan. 

BACA JUGA: Segala Keberagaman Berasal dari Satu

Maka, para ilmuwan sekuler tidak pernah berhasil menunjukkan, bahwa kehidupan bisa muncul secara kebetulan dari benda-benda mati.

Justru, para ilmuwan yang bertuhan, dengan entengnya mengatakan bahwa kehidupan jelas-jelas muncul dari kehidupan yang lain. Yang sudah ada eksis sebelumnya. Demikianlah miliaran bukti yang terhampar di sekitar kita. 

Ada yang terlahir melalui perkawinan. Ada yang melalui telur yang dierami. Ada tumbuhan yang muncul dari biji, tunas, dan lain sebagainya. 

Termasuk saat planet Bumi ini masih muda. Dan belum ada kehidupan yang mengisinya. Allah-lah yang telah menciptakan segala bentuk kehidupan di planet surga ini. Karena, semua yang hidup ini memang hanya bisa muncul dari Sang Maha Hidup sebagai sumbernya. Subhanallah... 

“Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS. Al Hadid: 2]

[Dimuat di Harian DisWay, Jum'at, 8 Januari 2021]

Penulis: Agus Mustofa​, Alumni Teknik Nuklir UGM, Penulis Buku-Buku Tasawuf Modern, dan Founder Kajian Islam Futuristik.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda