Cara Danrem Lombok Redam Konflik Penurunan Baliho HRS

Penurunan baliho secara sukarela oleh warga masyarakat (FPI). (FOTO: Korem 162/WB)

COWASJP.COM – Akhir-akhir ini marak pemberitaan seputar potensi konflik horizontal terkait aksi penurunan baliho Habib Rizieq Shihab (HRS). Salah satunya di Desa Karang Taliwang Cakranegara, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Beruntung, Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani bergerak cepat. Bukan langkah militer atau represif yang dikedepankan, melainkan langkah silaturahmi yang penuh kekeluargaan. Dengan cara itu pula potensi konflik tadi bisa diredam dengan baik.

Baliho-HRS-2.jpgSuasana silaturahmi jajaran Korem 162/WB dengan FPI serta unsur masyarakat lain. (FOTO: Korem 162/WB)

Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani, memprakarsai silaturahmi bersama tokoh Front Pembela Islam (FPI) dan tokoh masyarakat Desa Karang Taliwang Cakranegara, Kota Mataram. 

Melalui pertemuan kekeluargaan, pembahasan mengenai penurunan baliho HRS bermuara pada keputusan arif, dan bisa diterima semua pihak.

Silaturahmi yang berlangsung hari Minggu (22/11/2020), didahului briefing oleh Danrem Brigjen Rizal, kepada Dandim 1606/Lobar, Kasi Intel Kasrem 162/WB, Pasi Intel Kodim 1606/Lobar, Dantim Intel Kodim 1606/Lobar dan Danramil Cakranegara. Acara digelar di Makodim 1606/Lobar.

Pertemuan yang memediasi antartokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat TNI itu menyusul perlawanan penolakan masyarakat Cakranegara atas tindakan pencopotan baliho HRS di wilayahnya. Dialog yang mengedepankan konsep “mempolong-merenten”, yakni kearifan lokal yang ada di Lombok terkait budaya kekeluargaan itu, berakhir dengan kesukarelaan warga menurunkan sendiri sisa baliho HRS yang masih terpasang.

Bahkan, dalam silaturahmi tersebut, Ketua FPI NTB H. Makmun Moerad menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danrem 162/WB atas kedatangannya untuk bersilaturrahmi dengan tokoh FPI dan Masyarakat Karang Taliwang. 

“Bapak Danrem datang dengan baik, maka apa yang menjadi keputusan akan kami laksanakan dan kami akan patuh dengan hukum,” tandasnya

Terkait kejadian penurunan baliho, dirinya mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena tidak adanya komunikasi yang baik sejak awal seperti yang dilakukan Danrem 162/WB serta jajarannya malam ini dengan silaturahmi sekaligus musyawarah mufakat.

Baliho-HRS-3.jpgDanrem 162/WB  Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. (FOTO: Penrem 162/WB)

“Seandainya baliho di pinggir jalan tidak diperbolehkan, maka kami izin akan memasang baliho di masjid. Permasalahan di Jakarta seharusnya tidak dibawa ke NTB apalagi saat ini sedang dalam pelaksanaan pilkada,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mengajak seluruh peserta silaturahmi dan tokoh masyarakat Desa Karang Taliwang, bersama-sama membacakan surat Al-Fatihah untuk kita semua agar selalu dalam lindungan Allah SWT. Selanjutnya secara pribadi Danrem mengungkapkan bahwa sejak awal masuk Lombok, yang ia lakukan adalah silaturahmi ke para tokoh Desa Karang Taliwang termasuk tokoh-tokoh FPI NTB.

“Kami jajaran Korem sering melaksanakan kegiatan sosial baik di Masjid Karang Taliwang maupun di rumah warga, guna menciptakan situasi kondusif. Apalagi dulunya Desa Karang Taliwang sering terjadi perang antarkampung dan menjadi permasalahan utama di Lombok dan menjadi desa Binaan Prioritas Jajaran Korem 162/WB,” ungkapnya. 

Danrem juga meyakinkan warga bahwa Jajaran Korem 162/WB akan selalu hadir dan membantu kegiatan warga masyarakat Karang Taliwang. 

Berkaitan permasalahan baliho Habib Rizieg Sihab di Desa Karang Taliwang, Danrem mengatakan dari Jajaran Korem 162/WB akan tetap melaksanakan musyawarah dan mufakat agar tidak ada upaya paksa atau bahkan terjadinya benturan dengan masyarakat.

“Karena kami Prajurit TNI adalah prajurit yang lahir dari rahim rakyat dan mengabdi untuk rakyat,” ungkapnya. 

Terkait situasi Pilkada yang dengan sendirinya menaikkan tensi politik, Danrem memohon dengan kerendahan hati kepada masyarakat, untuk berkenan menurunkan baliho maupun banner HRS dan menggantinya dengan baliho atau banner kegiatan pengajian rutin Warga Karang Taliwang.

Dalam kesempatan tersebut Danrem yang alumni Akmil 1993 juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada para tokoh dan masyarakat Karang Taliwang yang telah berkenan secara sukarela menurunkan baleho/baner HRS. Ke depan, jajaran Korem 162/WB bersama masyarakat Karang Taliwang akan menggelar kegiatan Baksos dan Karya Bakti pembersihan lingkungan Kampung. 

Sementara Kepala Lingkungan Karang Taliwang juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama pihak TNI khususnya Korem 162/WB dengan masyarakat. “Kami warga Karang Taliwang bisa mengerti bahwa penurunan baliho tersebut memang harus dilaksanakan semata-mata untuk kebaikan dan ketentraman serta kondusifitas masyarakat terlebih menjelang Pilkada.” pungkasnya. (*)

Pewarta : Roso Daras
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda