Alfamart Tingkatkan Sinergi dengan Pelaku UMKM Ngawi

Menggalang sinergi Alfamart dan UMKM. (FOTO: M Faruq Asrori/CoWasJP)

COWASJP.COM – Jaringan ritel modern Alfamart telah memberikan kontribusinya kepada masyarakat. Tidak hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari, Alfamart juga hadir dengan memberikan ruang bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Corporate Communication General Manager Alfamart, Nur Rachman, mengungkapkan bahwa peritel seperti Alfamart terbuka bagi produk lokal untuk bisa dipasarkan lewat jaringan gerai yang dimiliki.

Sinergi dengan UMKM ini merupakan komitmen perusahaan dengan para pelaku UMKM lokal yang sejalan dengan visi perusahaan, yakni berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil.

Hanya saja, khusus untuk pemasaran produk UMKM lokal harus melalui rekomendasi pemerintah daerah (pemda), melalui dinas terkait yakni dinas perindustrian, perdagangan, koperasi (disperindagkop) dan UKM.

“Tentu ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, seperti izin PIRT, sertifikat halal, dan lainnya. Saya berharap semakin banyak para pelaku UMKM yang dapat meningkatkan kualitasnya sehingga bisa lebih bersaing,” kata dia.

Menurutnya, Alfamart selama ini menyambut baik kebijakan pemda dalam upaya meningkatkan jangkauan pemasaran produk UMKM. Di antaranya dengan memberikan tempat khusus bagi produk UMKM yang telah dilakukan pembinaan oleh dinas setempat.

alfamart.jpg1.jpg

Branch Alfamart Rembang, Supriyanto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 50 jenis produk UMKM telah dipasarkan. Selain menyediakan tempat pemasaran, pihaknya juga melakukan pendampingan produksi UMKM agar sesuai dengan ketentuan dan minat konsumen.

“Produk UMKM kita sebenarnya bagus-bagus, hanya saja sejumlah kendala seperti perizinan dan pengemasan (packaging) yang perlu terus dibenahi lagi,” ujarnya.  

Ditambahkan, produk UMKM selama ini cukup sulit untuk bisa bersaing dikarenakan belum memiliki perizinan seperti dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lain-lain. Meskipun sebenarnya hasil produk dari UMKM tidak kalah dengan produksi industri.

“Karena terkendala masalah perizinan, kami bekerjasama dengan pemda untuk mencari solusi terkait masalah tersebut. Termasuk menyeleksi produk UMKM agar dapat dipasarkan di toko kami,” imbuh dia.

Di antara produk yang telah dipasarkan itu antara lain telur asin, keripik, dan jajan pasar. Dikemukakan, selain untuk memenuhi minat pasar,  produk UMKM juga dapat menjadi ciri khas dan kebanggaan masyarakat daerah.

Di samping membangun kemitraan melalui pemasaran produk UMKM, Alfamart juga memiliki mekanisme kerjasama lainnya, yakni lewat sistem tenan dan Outlet Binaaan Alfamart (OBA).

alfamart2.jpg

Untuk sistem tenan, pelaku UMKM bisa berjualan makanan atau minuman dengan memanfaatkan halaman yang ada di Alfamart. Sedangkan OBA merupakan program pembinaan toko tradisional atau kelontong yang ada di sekitar Alfamart.

Mereka diajak bergabung menjadi member yang didaftarkan melalui aplikasi AlfaMikro. Dengan aplikasi tersebut pedagang binaan bisa berbelanja barang dengan harga yang lebih murah dibanding harga di Alfamart dan menjual kembali dengan harga yang kompetitif. Pengiriman barang juga gratis.

Tidak hanya itu member OBA juga berkesempatan mendapatkan pelatihan manajemen ritel modern secara berkala. Mereka akan diberi wawasan bagaimana membaca tren konsumen, men-display item dagangan, memilih item dagangan secara seasonal, mengkategorikan item dagangan hingga manajemen cash flow. 

Keuntungan lainnya, bagi member yang beruntung bisa mendapatkan bedah warung atau dress up warung, yakni warungnya tidak hanya dicat dan dipercantik, namun juga diberi rak display berikut item dagangannya, senilai tertentu secara cuma-cuma.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kab. Ngawi, Yusuf Rosyadi, menyambut baik langkah Alfamart.

====

"Kami apresiasi, Alfamart memberikan sharing ilmu, sehingga nanti kita bisa memanfaatkan peluang yang diberikan," sambung Yusuf.

Pemkab terus berjuang mewujudkan Ngawi menjadi wilayah yang Ramah, yakni riang aktivitasnya, asri alamnya, menarik potensinya, asik orangnya dan hijau lingkungannya.

IKM di Ngawi ada 1.450 jenis dan yang masuk ke ritel modern baru nol koma sekian saja, sehingga apa yang dilakukan Alfamart ini memberikan peluang IKM untuk berkembang.(*)

Pewarta : M Faruq Asrori
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda