Tentang Daeng Jamal

Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Daeng Jamal. (FOTO: Facebook - Tebe Adhi)

COWASJP.COM – Kami dijamu Daeng Jamal dengan santapan Coto Makassar. Lantunan lagu dangdut mengalun dari ruang terbuka belasan meter di depan. Malam diterangi banyak bintang, semakin menyenangkan bila tak diwarnai hujan.

"Alhamdulillah, setiap hari ramai. Di sini tutup satu jam jelang tengah malam," kata Daeng Jamal tentang tempat hiburan keluarga Sahabat Bintang Timur yang dikelolanya itu. 

Sahabat Bintang Timur, sekitar satu kilometer dari kawasan Kalijodo ke arah Pluit. Saya, bersama beberapa sahabat, semula menantinya di kantornya di kawasan Kalijodo itu. Ia lalu meminta kami untuk menemuinya di Sahabat Bintang Timur,  di Penjaringan itu, karena juga masih menerima sejumlah tamu.

DJ, tiga tahun terakhir menjadi tokoh sentral di Kalijodo. Namanya sangat populer, dikenal semua kalangan. Dekat dengan banyak tokoh, termasuk Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Anies Baswedan. 

DJ sukacita menceritakan kedekatannya dengan SYL, yang dua periode atau 10 tahun menjadi gubernur Sulsel, dan sejak Oktober 2019 menjadi salah satu pembantu Presiden Joko Widodo sebagai menteri pertanian.

SYL15 Maret lampau berusia 65 tahun, sementara DJ tepat 40 tahun pada 17 Juli lalu. SYL sudah dikaruniai banyak cucu. DJ masih mengasuh tiga anak yang perjalanan hidupnya masih panjang. 

"Anak saya tiga. Yang pertama, perempuan 12 tahun, lalu lelaki 9 tahun, terakhir perempuan lagi 6 tahun," katanya, riang.

Jadi, apa yang membuat DJ demikian dekat dengan SYL?

"Saya kira karena ikatan emosional saja ya. Tidak ada hubungan saudara. Semua beda. Tetapi, kami bisa saling memahami," tuturnya.

daeng1.jpg

SYL beberapa kali menawarinya jabatan stafsus. Sudah disiapkannya juga ruangan yang memadai untuknya di kantor kementan di Ragunan. Namun DJ menolak. Ia mengaku lebih suka 'membumi',  seperti sekarang. Bisa lebih bergaul dengan 'grassroot'. Tanpa sekat. Oleh karena itu, ia bangga karena SYL bisa juga menemuinya kapan saja.

"Puang SYL sudah tiga kali silaturahmi ke tempat saya di Kalijodo. Sudah pernah main ke rumah saya di Jembatan Tiga. Pernah sekali berkunjung ke sini," papar DJ.

SYL pun tak pernah memaksakan DJ bergabung dengan parpol yang diperkuatnya. DJ, dan juga Garda Bintang Timur, ormas yang didirikannya, juga tak memilih berafiliasi pada salah satu parpol. 

"Saya memilih bebas saja," kata pengagum almarhum Baharuddin Lopa, salah satu putra terbaik Mandar yang pernah menjadi jaksa agung itu.

daeng2.jpg

Merambah ibu kota pada 1996, wara-wiri di antara Jakarta Barat dan Jakarta Utara, DJ mendirikan Garda Bintang Timur pada 2010. 

DJ dan ormasnya berperan besar dalam membuat Kalijodo semakin manusiawi. Tentunya setelah kawasan hitam itu bermetamorfosis menjadi Ruang Terbuka Hijau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RTH RPTRA) Kalijodo sejak 17 Februari 2017.

Di jalur politik, selain dengan SYL, ia juga dekat dengan Jimly Asshiddiqie, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini anggota DPD asal DKI Jakarta. 

DJ dan ormasnya memuluskan langkah senator kelahiran Palembang, Sumsel, itu, menjadi satu dari total 136 anggota DPD dengan perolehan suara terbanyak di Jakarta.

DJ berhubungan baik dengan banyak tokoh, sekarang. Ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB)  ini memilihkan beberapa momen kebersamaannya dengan mereka.

Ia bersyukur, hidupnya  mengalir demikian saja...(*)

Pewarta : Tubagus Adhi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda