KJJT Meriahkan HUT Kemerdekaan RI di Hotel Square

Lomba pakai celana pendek kolor tanpa tangan. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Lima orang pria duduk di lantai saling membelakangi. Posisi duduknya lurus berurutan. Begitu terdengar suara tiga, dua, satu, serentak posisinya tak beraturan. Semuanya bergegas mengenakan celana kolor. 

Tapi apa daya, kesemuanya menemui  kesulitan memasang celana kolor dengan cepat dan sempurna.

Betapa tidak. Mereka dilarang memakai alat bantu kedua tangan. Hanya memakai kaki.

Sulit. "Angel ..angel..angel". Tak sedikit komen khas Suroboyoan yang lagi ngetrend ini muncul.

Begitulah gambaran suasana salah satu lomba 17-an yang diadakan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), di area Pool Side, The Square Hotel, Surabaya, Jatim, Rabu (19/8/2020) sore.

Di area pool side (kolam renang, red) ini semua pesertanya adalah jurnalis, awak media dari beragam perusahaan media cyber di Jatim.

Saking meriahnya, khusus lomba ini saja ada empat sesi grup cowok, dan satu sesi grup jurnalis perempuan. 

Tiap sesi diikuti 5 peserta,  dan diambil juara 1, 2,  dan 3. Para juara ini akan dipertandingkan lagi di sesi final pada Jumat 21 Agustus 2020, besok.

Suasana semakin heboh, karena waktu tiga menit tidak ada yang bisa mengenakan celana kolor dengan sempurna.

Mereka diperbolehkan menggesek - gesek, menggerak gerakkan pinggang dan pahanya. 

Lucunya, tak sedikit dari mereka menggesek gesekkan celana agar naik sempurna ke tembok, dan pot bunga. Mereka kesulitan mencari permukaan kasar agar celana kolor bisa naik sempurna.

Mayoritas celana kolor nyangkut di paha. Sulit naik ke atas lagi. 

kjjti1.jpg

Sebut saja Agusnal, dari beritarakyat.com, karena kaki terkilir sebelum lomba, celana kolornya hanya sampai di betis. 

"Susah kali nih bang," ujarnya dengan logat Indonesia Timur.

Yang lebih heboh karena diiringi musik dangdut, peserta jurnalis cewek.  Dengan gaya mulet, geol geol dan joget ditiang batu membuat penonton tergelak tawa. Kepingkal- pingkal.

Marsel, jurnalis fajarnusantaranews.com, malah menari bak penari erotis di tiang tembok batu.

Penonton tak sedikit yang teriak gemas. "Ayo ayo .. tangannya gak boleh ikut." Geregetan ingin menarik celana kolor ke atas.

Di jarak sejengkal dari mereka para peserta ini, Master of Ceremony atau announcer (pembawa acara, red) tak henti berteriak menyemangati.

"Ayo ... ayo... semangat. Terus terus ... jangan putus asa. Awas tangannya tetap di belakang," begitulah announcer memakai pengeras suara.

Sore itu, puluhan awak media dari berbagai perusahaan media di Jawa Timur, hadir. Tidak hanya Surabaya, tapi juga Sidoarjo. Sayang peserta dari kota lain berhalangan hadir. Tetapi mereka tetap menyemangati dan mengikuti walau melalui grup WA dan live IG.

Acara pertama ini dilaksanakan di hotel The Square karena di hotel ini telah bekerja sama dengan KJJT. Apalagi sangat mendukung protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah.

Area sebelum lomba sudah disterilkan atau disemprot disinfektan, seluruh peserta dan panitia KJJT saat masuk hotel harus menjalani protokol cek suhu tubuh, memakai masker dan cuci tangan.

Seperti yang disampaikan RR Diah Narulita, General Manager The Square Hotel. 

kjjti3.jpg

Nita - - sapaan Narulita - - mengatakan pandemi Covid bukan dilarang berkegiatan dan kerjasama, sesuai arahan pemerintah asalkan bisa menjaga protokol kesehatan maka kegiatan bisa dilaksanakan.

"Kebersihan tempat dan sterilisasi di hotel ini ketat. Dan ini menjamin keamanan pengunjung. Kita bersyukur bisa support kegiatan jurnalis Jatim ini meski situasi pandemik Covid. Tetap semangat lawan Covid," ujarnya.

Agenda lomba yang berhasil dilaksanakan di tahap I KJJT sore itu adalah lomba mengenakan celana kolor, dan lomba makan kerupuk.
Sesi selanjutnya akan digelar Jumat (21/8/2020).

Menurut Slamet Maulana, Ketua KJJT, bahwa lomba tahap I digelar di hotel karena pertimbangan kesehatan, kebersihan, dan proteksi.

"Jika di hotel sterilisasinya kan dijamin. Alhamdulillah semua rekan jurnalis memahami dan patuh protokol kesehatan," ujarnya.

Ditegaskan bahwa ratusan anggota KJJT dari puluhan perusahaan media itu tetap melaksanakan aneka lomba 17-an. 

Antara lain, lomba karya tulis jurnalistik bertema "Peran Polisi Lalu Lintas di Masa Pandemik". Karya jurnalistik berupa berita ini harus diterima panitia maksimal tanggal 29 Agustus 2020 pukul 24.00 WIB.

Lomba tahap II akan dilanjutkan sampai rangkaian selesai di bulan Kemerdekaan ini. KJJT hanya ingin menjadikan momentum bulan Kemerdekaan RI ini untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan, mengenang jasa pahlawan dan mewarisi semangat juang pahlawan.

"Pahlawan kita tidak pernah berpikir akan mendapat apa kelak jika merdeka. Mereka hanya berperang dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Walau kemudian mereka gugur. Generasi masa kini tinggal menikmati kemerdekaan," tukas Ade.

Ade, yang juga wartawan Beritarakyat.com mengajak seluruh pihak berpartisipasi. Meniru semangat pahlawan. 

"Kita sengaja mengusung tema kegotongroyongan, kerukunan dan keguyuban agar KJJT bersatu. Jurnalis bersatu melawan ketidakadilan, itulah perjuangan di masa kini warisan para pahlawan," tegasnya.

Sebelum lomba dimulai, seluruh anggota KJJT berdoa dipandu oleh Isma, wartawan Nusadaily.com. Diteruskan dengan yel semangat KJJT. "Merdeka ... merdeka ... merdeka !".

Lomba pun digelar. Sesi demi sesi dilalui. Tak sedikit peserta kelelahan dan langsung rebahan di lantai pool side.

Tahap I lomba disudahi usai azan maghrib. Dan dilanjutkan dengan diskusi "ngaji bareng" bersama Noor Arief, wartawan DI's Way yang juga anggota dewan pengawas KJJT sekaligus Dosen Internal KJJT di ruangan teras salah satu kamar hotel The Square yang beratap langit dan udara terbuka ini santai.(*) 

Pewarta: Isma Wartawan KJJT

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda