Frankfurt Book Fair (1)

“Hajinya” Penerbit Besar

Stan buku Indonesia di Frankfurt Book Fair 2011. (FOTO: Mochamad Makruf/Cowas JP)

COWASJP.COM – Frankfurt Book Fair (FBF) atau Frankfurt Buchmesse adalah pameran buku terbesar di dunia yang digelar di  Frankfurt Am Main, Jerman. Penerbit-penerbit besar dunia, penulis, literary agent, dan produser film berpartipasi dalam pameran buku ini.  

Pameran ini ibaratnya  haji-nya penerbit  besar. Bila belum pernah berkunjung untuk transaksi copy right naskah buku di event ini, bisa dikatakan penerbit itu masih kecil, amatiran. 

Penulis pernah menghadiri Frankfurt Book Fair (FBF) tahun 2011, 12-16 Oktober  secara solo backpacker. Perjalanan saya itu karena tugas dari kantor tempat saya dulu bekerja, yaitu  JP Books (anak perusahaan Jawa Pos). Pengalaman ini akan saya ceritakan di seri ke-2. 

Yang pasti, event FBF ini berbeda sekali dengan pameran buku di Indonesia yang jual beli fisik buku. Di Indonesia, pengunjung membeli bukunya langsung. Paling banter katakanlah per pengunjung  beli 20 buku.

Di level FBF yang terjadi adalah transaksi jual-beli copy right atau hak cipta buku. Buku yang dipamerkan peserta di stand-stand hanya contoh produk. Penjualan buku fisik di sini ada juga, tapi dalam jumlah besar.  

Penerbit-penerbit besar yang biasa ikut event ini antara lain: Random House, Oxford Press, Penguin, DC Comics yang menerbitkan komik Batman, dan DK Publisher. 

Di sinilah tempatnya bagi penerbit-penerbit besar Indonesia yang ingin membeli naskah buku para penerbit asing. Misalnya buku Harry Potter akan diterbitkan versi bahasa Indonesia. Di FBF inilah arena transaksinya.  

Gramedia, Erlangga, dan Mizan sudah biasa kulakan copy right buku di sini. Penerbit Indonesia yang biasa menjual produk buku Indonesia di FBF antara lain Obor, Borobudur Literary Agents yang dimiliki IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia). Bisa dicek di portal-nya, https://borobuduragency.ikapi.org/. 

Dari buku ke adaptasi film, di event FBF inilah tempat transaksinya. Di sini memang tidak menjual fisik buku, tapi menjual dan mengontrak copy right. Buku hanya sample (contoh), produk buku baru. 

Indonesia, baru mengawali pameran jual beli copy right buku awal 2012 di Indonesia Book Fair.

SEJARAH FBF

Frankfurt Book Fair  secara resmi dimulai sejak 1949, pasca Perang Dunia II (kedua). Namun, sebenarnya pameran buku sudah ada di Frankfurt pada abad 15.  

Frankfurt adalah kota terbesar di Negara Bagian Jerman, Hesse. Populasi kawasan urban 2.300.000, kawasan metropolitan (Frankfurt Rhine-Main) 5.600.000. Kawasan metropolitan Frankfurt terbesar kedua di Jerman setelah Berlin. 

Frankfurt adalah pusat finansial terbesar di Eropa. Di sini ada Bank Pusat Eropa (European Central Bank), Bank Federal Jerman (German Federal Bank), Bursa Saham Frankfurt (Frankfurt Stock Exchange), dan  Arena Pameran Perdagangan (Frankfurt Trade Fair).

Frankfurt juga memiliki sarana infrastruktur transportasi  istimewa. Frankfurt Airport di Flughafen Frankfurt am Main adalah bandara tersibuk ketiga di Eropa. Hampir sekitar 20 menit, pesawat antre landing dan take off di bandara ini.

Bandara ini juga dekat dengan Frankfurter Kreuz, trem (kereta api) kedua  terbesar di Eropa yang menggunakan jalur kereta listrik. Pelayanan trem ini terbagi menjadi: 

1/ Bundesautobahn 3 melayani tujuan barat dan timur. 

2/ Bundesautobahn 5 melayani tujuan utara dan selatan.

Dan semuanya saling bertemu. 

Frankfurt memiliki tiga stasiun kereta api cepat, milik ICE (intercity express) milik Jerman dan  TGV milik Prancis:  

1/ Stasiun Pusat Frankfurt, yakni di Hauptbahnhof.  

2/ Stasiun jurusan selatan di Südbahnhof. 

3/ Stasiun di bandara, yakni di Flughafen Fernbahnhof.  

Deutsche Bahn adalah perusahaan kereta api nasional Jerman yang mengoperasikan 342 perjalanan kereta api per hari, tujuan domestik dan antarnegara Eropa. 

Jerman punya tempat  pameran dagang di Fusthalle/Messe. Luasnya terbesar ketiga di dunia, total luas 578.000 meter persegi. Area ini memiliki 10 hall dengan total luas  321.754  meter persegi untuk space pameran. Area pameran outdoor luas 96.078 meter persegi .

Setiap tahun tiga event pameran besar digelar di sini: 

1/ Frankfurt Motor Show (Internationale Automobil-Ausstellung - IAA) yang merupakan pameran mobil terbesar. 2/ Musikmesse (pameran musik) terbesar di dunia. 

3/ Frankfurt Book Fair (Frankfurt  Buchmesse), pameran buku terbesar di dunia.

Area pameran tersebut kali pertama disebutkan pada tahun 1150. Namun baru pada 1240 Kaisar Friedrich II memberikan gelar kehormatan kepada para pengunjungnya. Berarti pameran ini sudah dilindungi  oleh pihak kekaisaran. Pameran ini menjadi sangat penting ketika pameran serupa  di Prancis -- French Beaucaire -- kehilangan daya tariknya pada 1380. 

Pameran buku mulai digelar di Frankfurt pada 1478 (abad 15), ketika  Johannes Gutenberg kali pertama menemukan  mesin cetak di kawasan  pedesaan, beberapa kilometer dari Kota Frankfurt. 

Tak terbantahkan lagi bahwa Frankfurt memang menjadi pusat pameran buku di Eropa sampai abad 17. Namun, karena kerusuhan politik dan budaya, pada abad 18 (tahun 1.700-an) pameran buku sempat dialihkan ke Leipzig.

Pada 18 – 23 September 1949, secara resmi tradisi Frankfurt Book fair dimulai. Saat itu tercatat 205 peserta dari Jerman mengikuti pameran ini yang digelar di Paulskirche. 

Setelah 62 tahun berselang, pameran ini menjadi pameran buku terbesar di dunia. Diikuti sekitar 7.500 peserta dari 111 negara. Luar biasa! (Bersambung)

Oleh: Mochamad Makruf, Wartawan Senior di Surabaya.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda