Polda Jatim Gelar Survei Kebijakan Covid-19

Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran (Foto: Isitmewa)

COWASJP.COM – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran punya pemikiran strategis dalam ikut membantu penanganan pandemi Covid-19 di wilayahnya. Di luar dukungannya atas program ribuan Kampung Tangguh, Kapolda Fadil tengah merancang riset ilmiah terkait strategi penanganan pandemi.

Berdasar informasi dari Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, per Sabtu (18/7/2020) pukul 12.00 WIB jumlah pasien terkonfirmasi virus corona Covid-19 tembus 84.882 orang. Jumlah ini bertambah 1.752 kasus dalam satu hari.

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan pertumbuhan kasus paling tinggi hari ini masih terjadi di DKI Jakarta dengan peningkatan 346 orang kasus baru. Sedangkan jumlah orang sembuh sebanyak 124 orang. Dengan penambahan tersebut, total kasus di DKI Jakarta mencapai 16.236 kasus dengan total sembuh menjadi 10.118 orang.

Selanjutnya di Jawa Tengah bertambah 266 kasus baru menjadi total 6.632 kasus. Sedangkan jumlah kasus sembuh di daerah ini menjadi 2.770 orang setelah sembuh 235 hari ini.

Sementara di Jawa Timur terdapat 204 kasus baru dan melaporkan jumlah pasien sembuh sebanyak 555 orang. Dengan demikian, jumlah kasus di Jawa Timur saat ini sudah mencapai 18.033 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 8.868 orang.

Hermawan.jpgProf (Ris) Hermawan Sulistyo,  Ketua Tim Riset.

Kondisi tersebut bisa dibilang membaik. Tetapi bukan berarti daerah ini berada pada jalur yang benar untuk menurunkan status daerah hitam ke merah, merah ke oranya, oranye ke kuning, dan dari kuning ke hijau. Saat ini, masih banyak daerah di Jawa Timur yang berstatus merah.

Menyikapi hal itu, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Fadil Imran membuat langkah stategis. Sebagai unsur APH (aparat penegak hukum), serta bagian tak terpisahkan dari Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Jawa Timur, Kapolda lulusan Akpol 1991 itu mengambil prakarsa terukur, dalam mengambil kebijakan.

Seperti diketahui, Kapolda Jatim adalah satu di antara sekian jenderal polisi yang bersinar cemerlang. Pria kelahiran Makassar 51 tahun lalu itu, juga seorang jenderal polisi cerdas. Jika ditulis lengkap, namanya menjadi Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si. Benar, ia adalah seorang jenderal bergelar akademik doktor.

Terkait kebijakan penaganan Covid-19 di wilayah kerjanya (Jawa Timur) Kapolda Fadil Imran melakukan survei opini publik tentang penanganan kasus pandemi Covid-19 di Surabaya Raya. Tim riset Polda Jawa Timur sudah bekerja mulai bulan Juli ini.

Tim riset diketuai Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, PhD (LIPI/Universitas Bhayangkara Jakarta). Selain Prof “Kikiek”, panggilan akrab Hermawan Sulityo, juga bercokol sejumlah pakar lain. Di antaranya, Dr. dr. Windu Purnomo, MS (FKM Universitas Airlangga), Nuzul Achyar, MA, PhD (FE Universitas Indonesia), dan dr Ayodya Heristyorini, MSc (FMS), MSc (BAFA) (UPN Veteran Jakarta).

Tim asistensi survei terdiri atas unsur Polda Jatim dibantu beberala elemen lain. Di antaranya, Polresta Surabaya, Polres Sidoarjo, Polres Gresik, Polres KP3 Tanjung Perak. Di luar institusi Polri, juga melibatkan Concern Strategic Think Tank, Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara, Jakarta dan Komunitas Redam (Republik Damai) Jatim.

“Tim sudah bergerak melakukan survei. Kami bekerja marathon, karena urgensi persoalan (Covid-19). Semoga survei ini bisa melahirkan rekomendasi yang produktif, sebagai kontribusi Polda Jatim dalam menangani pandemi Covid-19 di Surabaya Raya khususnya, dan Jawa Timur pada umumnya,” ujar Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo, di Jakarta, hari ini (19/7/2020). (*)

Pewarta : Roso Daras
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda