Cerita Bersambung

Episode 1: Siapakah Wali Paidi?

Masjidil Haram difoto dari atas. (FOTO: liputan6.com)

COWASJP.COM – BILA ditanya siapa Wali Paidi sesungguhnya? Sampai hari ini tokoh tersebut belum jelas siapa sebenarnya.

 Apakah hanya tokoh fiksi (rekaan) atau memang asli ada di dunia nyata?Hanya penulisnya saja yang tahu. 

Sayangnya pengarang Wali Paidi sampai hari ini belum jelas siapa jluntrung-nya. 

Namun, bila dilihat dari alur, setting, hingga lokasi cerita bisa ditebak bahwa penulis cerita itu pernah nyantri (menjadi santri) atau setidaknya pernah tinggal di daerah Jawa Timur.

Wali Paidi adalah sosok waliyullah atau Wali Allah yang diceritakan sangat bersahaja di tengah hingar bingar kehidupan modern. Beliau wali milenium yang hidup pada tahun 2000-an masehi. 

Tokoh Wali Paidi dalam cerita ini digambarkan sebagai sosok yang sholeh atau alim. Beliau ahli ibadah, berakhlak mulia, sederhana, dekat dengan Tuhan, punya kedigdayaan (kesaktian), dan memiliki kelebihan lain yang tak dimiliki oleh manusia biasa.

Wali Paidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, dia anak terakhir. 

Kakaknya yang pertama namanya Sholeh, dan sekarang dia jadi kiai di daerah Kediri, punya pondok salaf kecil, yang hanya ramai ketika bulan Ramadlan.

Sudah menjadi budaya kalau bulan Ramadlan banyak santri dari pondok lain yang ngaji posoan hanya untuk menghatamkan beberapa kitab.

Karena kalau ngaji pas bulan Ramadlan, ngaji kitabnya super cepat. Yang bertujuan memang untuk menghatamkan bukan untuk kepahaman.

Wali Paidi (Eps : 01).

Berkumpulnya 40 Wali Allah Pada Hari Arofah. 
Dikisahkan setiap tanggal 10 Arofah ada perkumpulan 40 wali di atas gunung di daerah Makkah.

Mereka tersebar ke seluruh pelosok dunia. Setiap tahun mereka berkumpul di atas bukit di daerah Makkah ini (maaf tempat dirahasiakan).

Yang datang ada yang dental cara terbang. Ada yang naik sajadah seperti Aladin. Ada yang muncul dari dalam perut bumi. 

Ada yang naik burung. Ada yang cling tiba-tiba sudah di tempat.

Acara tahunan ini, (semacam reuni) dipimpin langsung oleh king of the king Sulthonul Aulia (gak pake Pohan). 

Rajanya para wali yang setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini. 

Di atas bukit mulai terdengar dentuman-dentuman lantunan dzikir yang terpancar dari hati mereka. Di atas bukit para malaikat berwujud awan, ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini. Dengan hembusan angin yang sepoi2 berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil (Alhamdulillah malaikate iki yo NU).

Tampak di kejauhan di bawah bukit ada orang yang tidak terlalu tua, tampak tertatih-tatih dan sangat kesulitan mencoba menaiki bukit. 

Berbeda dengan wali-wali yang datang sebelumnya. Orang tua ini tampak sangat kesulitan menaiki bukit dengan tongkatnya dia berusaha melewati bebatuan yang terjal dan berliku.

Kadang dia berhenti sebentar tuk mengatur pernafasannya, lalu melanjutkkan menaiki bukit lagi.

Setelah sampai di puncak, tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersengal- sengal kecapekan. 

Pakaiannya biasa. Jubah putihnya agak kecoklatan, agak kotor. Walaupun kelelahan wajahnya selalu tersenyum.

Dari wajahnya bisa dikatakan orang ini gak gampang meremehkan orang lain. Tawadhuk dan sopan.

Para wali menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini. Suasana tiba-tiba hening.

Satu per satu para wali menyalami orang ini dengan penuh hormat dan takdzim.

''Ahlan wa sahlan ya habibullah ya Sulthanul Aulia...'' ucap mereka.

Eh... ternyata orang yang tampak biasa sekali ini, adalah rajanya para wali. 

Keramatnya dan kesaktiannya seakan tidak ada sama sekali.

''Tolong panggilkan Paidi, orang Indonesia itu suruh ke sini...'' ucap sang Sultonul Aulia' kepada para wali di sela-sela kerumunan para wali.

Munculah seorang pemuda dengan jas layaknya tentara dan peci hitam yang agak tinggi. Dari wajahnya, terlihat kalo Paidi ini pemuda yang kocak. 

Dengan wajah cengar-cengir, pemuda ini mendekati sang Sulthan Aulia dan mencium tangannya.

Setelah Wali Paidi menghadap, Sang Sulthon Aulia ini berkata kpdnya, ''Di.... Paidi sini. Aku minta rokoknya, dan tolong sekalian masak air buatkan kopi..''.

Hehehe... ternyata wali yang ke mana-mana bawa rokok dan kopi hanya wali dari Indonesia....(Bersambung)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda