Inovasi Kampung Tangguh Poharin, Malang

Peresmian Kampung Tangguh di Kompleks Poharin, Malang. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Malang terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga masyarakat untuk percepatan pencapaian zona hijau.

Salah satunya meresmikan Kampung Tangguh pertama di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Di Perumahan Pondok Harapan Indah (Poharin), Minggu (28/6).

“Ada inovasi, selain yang sudah SOP, tadi dikembangkan oleh masyarakat sendiri, salah satunya kampung tangguh edukasi,” ujar Walikota Malang Drs H Sutiaji. 

Alumnus ponpes Tambak Beras Jombang ini sangat mengapresiasi keberadaan kampung tangguh tersebut. Walikota berharap model kampung tangguh Poharin ditiru kampung lainnya. 

Mengapa? Sebab peran serta masyarakat dalam membantu pemerintah mengatasi pendemi Covid 19 sangat penting. "Kita harus bersama-sama, karena ini berlangsung secara global. Tidak mungkin segera berakhir jika dilakukan sendirian," ajak pria asal Lamongan ini.

Untuk materi pembelajaran kampung tangguh edukasi, Sutiaji menyarankan lebih banyak ke psikologi yang berkaitan dengan karakter. “Jadi karakter bagaimana adik-adik, anak-anak mampu menjaga diri untuk hidup bersih dan sehat, menjaga jarak, pakai masker. Harapannya, dia bisa mengedukasi orang tuanya,” ujarnya. 

Sutiaji meminta untuk melengkapi surat penyataan dari orang tua dalam proses ini.

Langkah menyiapkan rumah isolasi bagi ODP ataupun masyarakat yang disinyalir terinfeksi Covid-19 sangat diapresiasi. Walaupun Perumahan Poharis (Kelurahan Karangbesuki) masuk zona hijau (tidak ada pasien Covid-19, aman), rumah isolasi tetap disediakan. 

 “Kami berharap memang rumah isolasi ini tidak terpakai. Karena mitigasi (upaya meminimalisasi penularan Covid-19) kita kuatkan, preventif dan kuratif sehingga tidak ada yang kena Covid-19” ujar Pak Sutiaji. 

Kampung Tangguh ini merupakan contoh implementasi dari revolusi mental dengan mengusung semangat gotong royong semua warganya. Ini terlihat di Kampung Tangguh RW 4 Poharin, Kelurahan Karangbesuki Kota Malang.

Ketua Kampung Tangguh RW 4 Poharin Asep Tri Pradistyo menyampaikan bahwa kampung edukasi ini untuk mengurangi beban psikologi anak. “Jadi konsep kampung edukasi kami seperti ini. Jumlah siswa dalam kelas kampung edukasi ada 12 anak per hari dengan diatur jarak tempat duduknya dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dalam satu hari hanya ada 1 kelas saja mulai jam 8-10 pagi” ujar Asep.

Walikota Sutiaji "Mengajar" dalam Kelas Kecil

Kampung Tangguh Edukasi menjadi inovasi terbaru yang ada di kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Anak-anak belajar dengan memakai baju seragam masing-masing lengkap dengan tas dan sepatunya. Walikota Malang Sutiaji menyempatkan diri menyapa dan memberikan pertanyaan kepada anak-anak yang tengah belajar di kelas. 

“Saya kasih kuis, Siapa yang bisa hafal Pancasila?” ujar Sutiaji.  Pertanyaan ini langsung dijawab dengan benar oleh siswi berhijab dari SDI Surya Buana. Kontan siswi tersebut mendapat hadiah dari Ketua TP. PKK Kota Malang Widayati Sutiaji. 

Selanjutnya Walikota menanyakan siapa yang bisa menghafal surat pendek, dan siswa dari SDI Muhammad Hatta mampu menjawabnyanya dengan membaca Surat Al-Ikhlas dengan jelas. Ketua TP. PKK Kota Malang Widayati Sutiaji memberikan hadiah kepada siswa tersebut.

Kampung Tangguh edukasi ini digelar setiap hari dari jam 8 - 10 pagi dengan jumlah siswa-siswi maksimal 12 anak. Ketua Kampung Tangguh RW 4 Poharin Asep Tri Pradistyo menyampaikan konsep kampung edukasi ini. 

“Materi pelajaran adalah pelajaran dasar, pengetahuan umum, keterampilan, dan hiburan. Istilahnya sekolah nonformal yang tujuannya menghibur anak-anak supaya tidak stress di rumah, tidak bosan di rumah dan mereka tetap bersekolah di sini dengan menggunakan seragam dan sepatu,” ujar Asep.

Selanjutnya penyerahan sembako secara simbolis kepada 10 warga yang benar-benar membutuhkan. Ini semua merupakan bagian dari program ketahanan pangan. 

Selain itu warga Karangbesuki juga mempunyai program membagikan makanan siap saji, sayur mayur dari kebun warga yang semuanya ditaruh di etalase pahala yang sudah disiapkan. (*)

Pewarta : M Faruq Asrori
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda