Perang Meredam Covid-19

Indonesia On The Track

Foto-Foto Ilustrasi: Istimewa

COWASJP.COM – Perjuangan Indonesia meredam Covid-19 menunjukkan hasil positif (menggembirakan). Boleh dibilang: Indonesia on the track. Berada pada jalur yang benar.

Mengapa?

Rabu 3 Juni 2020 

Persentase sembuh 29,77%. 

Senin 15 Juni 2020 

Persentase sembuh 38,48%. 

Naik 9,71% dalam 12 hari. Berarti rata-rata naik 0,8% per hari. Tidak melesat, tapi sedikit demi sedikit menuju arah yang menggembirakan (positif).

Bandingkan dengan pencapaian 12 hari sebelumnya – 22 Mei – 3 Juni 2020 - yang hanya naik 5,78%. 

Sedikit lagi atau 2,52% persen lagi Indonesia (41%) bisa melampaui 40% sembuh. Kalkulasi kami - yang sangat awam ini - bila Indonesia bisa melampaui 40%, maka perjuangan semakin lancar. Benar tidaknya, kita tunggu saja perkembangan senyatanya nanti.

Telah kami tuliskan di Cowasjp.com 4 Juni lalu, Prancis berani melonggarkan lockdown sejak 3 Juni lalu. Ketika persentase sembuhnya 45,47%. 

Kami sebut Prancis Bonek tenan (benar-benar bondho nekad). Karena China, Thailand, Malaysia, dan Jerman misalnya baru berani melonggarkan lockdown ketika persentase sembuhnya di atas 70%.

Keberanian Prancis bisa dicontoh. Asalkan kurva kasus aktif (yang sakit) telah melandai. Kasus yang meninggal juga mulai melandai.

Sampai 15 Juni kemarin, Prancis masih melonggarkan lockdown dengan persentase sembuh 46,34%. Belum ada gejala-gejala negatif yang membuat Prancis harus memberlakukan lockdown kembali.

Jika kemajuan yang dicapai Indonesia relatif konstan, maka 10 sampai 12 hari lagi, Indonesia mencapai persentase sembuh 46%. Langkah menuju new normal bisa dimulai dari daerah (zona) kuning. 

JAKARTA LAYAK TRANSISI

Senin 15 Juni, DKI Jakarta telah mencapai 46,80% sembuh! Dus, DKI memang layak menerapkan PSBB (pembatasan sosial skala besar) transisi fase I.

Jubir pemerintah DKI Jakarta, drg Ani Ruspitawati mengatakan, 15 Juni ada penambahan 105 orang yang positif Covid-19. Kumulatif kasus positif 8.968 orang, 4.197 sembuh (46,80%), yang meninggal 580 orang.

Diberitakan pikiranrakyat.com, yang masih menjalani perawatan perawatan di rumah sakit 1.389 pasien. Isolasi mandiri 2.802 orang. ODP 21.163 orang. PDP 13.801 orang.

PSBB transisi fase I di DKI dimulai Jumat 5 Juni lalu. Dalam 10 hari ini (sampai15 Juni) terjadi penambahan positif 1.263 kasus. Yang tertinggi 9 Juni ada 293 kasus baru.

“Laporan jumlah kasus hari ini belum tentu mereka terinfeksi hari ini. Bisa jadi tesnya sudah 10 hari atau dua minggu lalu,” kata Gubernur Anies Baswedan, seperti dikutip kompas.com Minggu 14 Juni.

Jumlah pemeriksaan Covid-19 meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan sebelum masa transisi. “Active case finding (menggencarkan “perburuan” kasus aktif) kami kerjakan. Karena itulah kami mendapatkan kasus positif lebih banyak,” kata Gubernur Anies.

DKI menargetkan 2.230 pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR). DKI tidak akan menurunkan jumlah yang dites demi melandaikan kurva atau menurunkan grafik.

Di masa transisi tahap I tersebut, sistem ganjil genap diberlakukan bagi mobil dan sepeda motor. Hanya dikecualikan bagi kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans. Juga kendaraan pimpinan dan pejabat asing, serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.

Juga kendaraan pengangkut uang dengan pengawasan Polri, sepeda motor dan mobil berbasis aplikasi.

Akhir Juni 2020 dilakukan evaluasi. Bila aman, dimulailah PSBB tahap II transisi. Semua kegiatan akan dibuka secara bertahap. Namun, semua tempat kegiatan tidak boleh penuh 100%. Jaga jarak tetap jalan, tetap pakai masker, dan rajin cuci tangan.

Angkutan umum dengan kapasitas 50%, termasuk MRT, TransJakarta, akan beroperasi secara normal. Hanya keluarga yang boleh berboncengan sepeda motor. 

”Untuk mobil pribadi boleh diisi 100 persen penumpang jika satu keluarga,” jelas Anies Baswedan kepada detik.com.

Namun, kegiatan pendidikan masih dijalankan dari rumah. Untuk tahun ajaran baru, lanjut Anies, akan dimulai 13 Juli. Belum ditentukan boleh di sekolah atau tetap belajar di rumah.

“Jadi tahun ajaran baru belum tentu dimulai dengan belajar di sekolah. Sangat mungkin masih tetap belajar di rumah,” jelas Anies.

SUROBOYO MBAHE BONEK

Data kasus Surabaya belum secepat dan sebaik DKI Jakarta. Liputan6.com mengabarkan: 

khofifahnyar.jpgGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (FOTO: Radar Surabaya)

Surabaya 14 Juni 2020

Yang positif: 4.014 orang 

(3.916 dari Surabaya, 98 dari luar Surabaya).

Yang sembuh: 1.269 orang (31,61%)

(30 orang dari luar Surabaya).

Yang meninggal: 317 orang

(6 dari luar Surabaya).

ODP 3.750 orang.

PDP 1.508 orang.

Yang sembuh masih 31,61%, tapi Walikota Tri Rismaharini berani mengakhiri PSBB sejak Senin 8 Juni lalu.

tp.jpgTunjungan Plaza dibuka setelah PSBB diakhiri. (FOTO: cnnindonesia.com)

Suroboyo Mbahe Bonek tenan! (Surabaya benar-benar Kakeknya Bonek atau Super Bonek!). 

Tapi, Surabaya bisa mencapai kemajuan menggembirakan. Silakan dilihat data di bawah ini:

Jumat 12 Juni 2020

Yang positif: 3.774

Yang sembuh: 998 (26,44%)

Yang meninggal: 290 (10 Juni)

Minggu 14 Juni 2020

Yang sembuh: 1.269 orang (31,61%).

Jadi, dalam dua hari persentase yang sembuh naik 5,17%. Dari 26,44% menjadi 31,61%.

Artinya, Mbahe Bonek bisa meraih hasil positif dalam kenekadannya yang super itu.

Mengapa Walikota Surabaya Tri Rismaharini supernekad mengakhiri PSBB? 

“Kalau kemarin banyak yang mengeluh ke saya ingin kehidupan normal, tapi dengan protokol kesehatan ketat. Ayo kita lakukan! Kita harus menjaga kepercayaan itu dan tidak boleh sembrono,” tandas Risma di rumah dinasnya, Senin 8 Juni malam (kompas.com 9 Juni 2020).

risma.jpgWalikota Surabaya Tri Rismaharini. (FOTO: Humas Pemkot Surabaya)

Risma menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Forkopimda Jatim atas kepercaya yang diberikan pada Surabaya. 

Risma meminta pengelola hotel, restoran, mal, tempat perdagangan, dan pedagang pasar untuk dengan serius menegakkan protokol kesehatan.

“Ayo kita jaga! Jangan lengah, jangan sembrono,” tegasnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengabulkan permohonan Surabaya Raya (termasuk Sidoarjo dan Gresik) untuk mengakhiri PSBB 8 Juni lalu. Agar wong cilik bisa beraktivitas kembali mencari rezeki. Bertahan hidup.

Surabaya kini punya 350 Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. “Juga Mal Tangguh, Pasar Tangguh, Tempat Ibadah Tangguh, dan Industri Tangguh,” kata Risma seperti dikutip surya.co.id Kamis 11 Juni.

Bagaimana Jawa Timur (Jatim)?

Senin 15 Juni 2020

Yang positif: 8.053

Yang sembuh: 2.317 (28,77%)

Yang meninggal: 638

Jumat 12 Juni 2020

Yang positif: 7.416

Yang sembuh: 2.117 (28,54%)

Yang meninggal: 588

Walaupun dalam 3 hari itu hanya naik 0,23%, tapi tetap naik juga.

Yang pasti, seperti diberitakan TIMES indonesia.co.id, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah memberikan hadiah berupa 100 unit motor trail kepada lima Komando Distrik Militer (Kodim) dan lima Kepolisian Resor (Polres) di Jatim. Masing-masing Kodim dan Polres memperoleh 10 unit motor trail.

Mengapa? Mereka berhasil menurunkan status risiko penyebaran Covid-19 dari zona merah menjadi zona kuning.

Kelima daerah tersebut: 

1.Kabupaten Trenggalek

2.Kota Pasuruan 

3.Kabupaten Ponorogo

4.Kabupaten Lumajang 

5.Kota Blitar 

Seperti diketahui, pemerintah pusat membagi risiko kenaikan kasus Covid-19 menjadi empat, yaitu zona merah (risiko tinggi), zona oranye (risiko sedang), zona kuning (risiko rendah) dan zona hijau (tidak terdampak).

KESIMPULAN:

Kedua wanita hebat itu: Khofifah dan Risma gencar melaksanakan tracing. Begitu pula yang telah dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan. Tancap gas menggencarkan rapid dan swab test. Secepatnya menemukan yang positif, ODP, PDP dan OTG. Agar penyebaran virus segera terhadang.

PERTARUNGAN SEJATI DI JALAN

Apa yang dilakukan Gubernur Jatim, Walikota Surabaya, dan Gubernur DKI Jakarta pas dan selaras dengan seruan Direktur RS Universitas Andalas, Dr.dr. Andani Eka Putra M.Sc.

Seperti diberitakan akurat.co 4 Juni lalu, Dr dr Andani Eka Putra MSc mengatakan, pertarungan sebenarnya berada di lapangan atau jalanan. Saat masyarakat berkativitas di luar rumah. Bukan di rumah sakit.

Penanganan COVID-19 tidak berfokus pada pengobatan, tetapi berprinsip pada deteksi sedini mungkin.

Pertarungan di jalanan atau lapangan adalah perjuangan mengidentifikasi sebanyak-banyaknya orang yang berpotensi sebagai penular. 

Kalau pertarungan di jalanan gagal atau lamban, yang kelabakan dan kewalahan adalah tenaga medis di rumah sakit.

Mereka yang di jalanan tidak hanya orang tanpa gejala (OTG), tetapi juga orang dalam pemantauan (ODP) atau orang-orang yang baru pulang dari bepergian atau perjalanan. 

dr. Andani yang juga Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas menjelaskan, upaya di lapangan inilah yang mencari, mengidentifikasi, mengisolasi, dan memutus mata rantai penularan.

Nah, kedua wanita hebat di Jatim ini telah melakukan “resep” Dr Andani Eka Putra. Sedang berjuang keras melaksanakannya. Karena itu, Ayo Rek awake dewe kabeh ndukung perjuangan pemimpin wedok (wanita) loro (dua) iki! Semoga Surabaya, Jatim dan seluruh Indonesia berhasil meredam Covid-19 dengan gemilang. Aamiin YRA. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda