Kapolda Jatim: Disiplin adalah Vaksin Paling Ampuh

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Pengidap Covid-19 di Jawa Timur terbanyak kedua setelah DKI Jakarta. Per Sabtu (16/5/2020) di DKI, 5.774 orang, di Jatim 1.921 orang. Terpaut jauh. (Seluruh Indonesia 17. 025, Sabtu 16/5/2020).

Kapolda Jatim, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, kunci mengatasi pandemi Covid-19 adalah disiplin. Baik bagi warga, petugas kesehatan, maupun aparatur terkait.

"Kalau kita bisa disiplin, insya Allah pandemi berakhir. Kegiatan sosial kembali normal," katanya kepada CowasJP, Sabtu (16/5/2020).

“Kita dipaksa secara bersama-sama menumbuhkan sikap dan berpikir disiplin. Disiplin menjadi vaksin paling ampuh menanggulangi bencana apa pun,” ujarnya.

Bentuk disiplinnya adalah warga mengikuti protokol kesehatan. Agar kita tetap bisa hidup produktif, dan sehat.

Fadil berpendapat, dampak positif dari pandemi Covid 19 adalah membangun dunia baru berlandaskan disiplin. Tumbuhnya sikap disiplin masyarakat harus terus dibentuk dan dirawat bersama. 

Tugas utama Polri menyangkut preemtif, preventif, dan represif.

Preemtif berupa imbauan. Peringatan kepada masyarakat agar menaati protokol kesehatan. 

“Agar imbauan dan peringatan tersebut didengar, maka Polri, TNI, relawan, instansi terkait lain, para pemuka masyarakat dan agama, harus terlibat dalam bermacam kegiatan dan aksi sosial untuk masyarakat,” tuturnya.

Tindakan preventif, atau tindakan pencegahan, lanjut Fadil, misalnya mencegah warga yang ingin beribadah bersama dalam satu tempat ibadah selama musim Covid 19 ini. “Sementara ini, cukup beribadah di rumah,” ujarnya.

Tindakan represif, tambah Fadil, yaitu dengan penegakan hukum. Tindakan ini diambil bila masyarakat masih tidak taat setelah tahap preemtif dan preventif dilampaui.

Fadil mengakui, tidak mudah melaksanakan tindakan bertahap tersebut. 

“Sulit meyakinkan masyarakat bahwa disiplin itu kunci utama menanggulangi bencana. Sebab, ada banyak kepentingan, dan sikap subyektif serta emosional warga yang membuat mereka tidak yakin pada makna disiplin,” papar Fadil.

kpolda1.jpgKetika M. Fadil Imran masih Brigjen â€‹Pol dan menjadi staf ahli sosial budaya Kapolri. (FOTO: advokasi.co)

Pandemi Covid 19, ucap Fadil, telah memaksa masyarakat menegakkan disiplin bagi dirinya sendiri, dan lingkungannya. “Sanksi disiplin terberatnya adalah kematian, akibat Covid 19” ujar Fadil.

Di lingkungan kawan sejawat dan bawahannya, Fadil dikenal sebagai salah satu perwira Polri yang berdisiplin keras. 

“Disiplin itu buat saya ibarat tarikan napas saya. Saya pernah menguji sendiri makna disiplin dalam hidup saya. Untung ruginya saat saya melanggar disiplin, dan berdisiplin,” tegasnya. 

Sepengamatannya, orang disiplin jarang yang menjadi trouble maker.

Dalam keluarga, Fadil juga menerapkan disiplin keras. Salah satu “korbannya” adalah putrinya yang kini menjadi anggota Komisi I, DPR-RI, Farah Puteri Nahlia (23). 

Farah mengakui, saat “ditempa” sang ayah, ia tak jarang menangis. Tapi kini, “Saya tahu apa makna disiplin itu,” ucap Farah.

Karakter Warga Jawa Timur

Menurut Fadil, warga Jatim tidak sulit menegakkan disiplin karena mempunyai modal kultural yang mendukung. Orang Jatim itu, kata Fadil, terbuka, bertanggung-jawab, guyub, dan rukun. 

Mereka mudah dibentuk menjadi orang yang disiplin, asal ada satu sistem sosial yang jelas, dan terbuka, dengan sanksi dan ganjaran yang jelas, serta ada teladan para pemimpinnya.

Contohnya adalah kedisiplinan mereka di tempat kerja. 

Karena disiplin, hidup mereka produktif. Karena produktif, para pemodal lebih suka menginvestasikan dananya ke Jawa Timur. Tak heran bila Jawa Timur berkembang menjadi kawasan industri yang maju.

Sampai Sabtu (16/5/2020), Jawa Timur menempati urutan kedua jumlah pasien Covid-19 terbanyak, di bawah DKI Jakarta. Jika jumlah pasien Covid 19 di DKI, 5.774 orang, maka di Jawa Timur, ada 1.921 orang. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 302 orang dirawat intensif, 1.434 dirawat  di ruang umum rumah sakit. Sebanyak 302 orang sembuh, sedang yang meninggal, 185 orang.

Menanggapi hal tersebut Fadil mengatakan: “Saya percaya, tak berapa lama lagi keadaan di Jatim akan menjadi lebih baik. Kuncinya, tegakkan disiplin dengan menaati protokol kesehatan Covid 19. Warga Jatim, mampu." (*)

Pewarta : Djono W. Oesman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda