Amuk Cemburu dalam 12 Detik

Polisi menangkap Dede Jaya, pelaku pembunuh seorang pedagang semangka di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia ditangkap polisi di Pamulang, Tangerang Selatan pada Senin 8/1/2024 sekira pukul 04.00 WIB. (FOTO: laporkanupdate24.com)

COWASJP.COMSuami cemburu sangat bahaya. Kemarahan bisa luber berantakan. Dede Jaya, 28, membunuh Sutomo, 33, dengan sadis. Di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (8/1). Bacokan celurit terekam CCTV beredar di medsos, viral. Motif: Isteri Dede diselingkuhi Sutomo.

***

TERLALU sadis, sampai rekaman CCTV di medsos (untuk semua unggahan) langsung diburamkan pada Selasa, 9 Januari 2024 pagi, yang sehari sebelumnya masih utuh, vulgar. Siapa pun menonton video aslinya, durasi 32 detik, pasti mual, ngeri.

Kejadian sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (8/1/2024) dinihari. Tampak di video rekaman CCTV, Sutomo penjual semangka berkaos merah muda berada di kios semangka. Ia sedang melayani pembeli pria berkaos merah darah. 

Tahu-tahu dari arah samping kanan kios muncul pria berjaket hoodie menutup kepala warna hijau muda. Wajah pria itu menghadap kamera CCTV. Tapi ia bermasker sampai bawah mata.

Cepat, si jaket hoodie menyiramkan sesuatu ke kepala Sutomo. Kena wajah, tangan (karena ditangkis) dan cairannya mengalir ke bagian dada. Tampak berasap. Tanda itu air keras.

Sutomo membungkuk, seperti matanya kena cairan, sambil mengumpat menyebut jenis hewan. Tanpa menunggu, pria hoodie itu langsung memukuli Sutomo dengan pukulan tangan. Beberapa kali. 

Lalu pria penyerang itu mundur. Membuka jaket. Mengeluarkan celurit besar. Tampak celurit jenis takabuwan. Orang Surabaya menyebutnya celurit penghabisan, karena biasa digunakan menghabisi orang. Panjang bilah 40 sentimeter, gagang 20 sentimeter.

Posisi Sutomo menunduk akibat siraman cairan,. Punggung atasnya dihajar bacokan. Sutomo jatuh, masih dibacok. Sutomo mengerang minta tolong. Banyak orang di sekitar, mereka cuma tercengang, sepertinya takut pada celurit besar itu. Sampai pelaku kabur.

Kejadiannya cepat. Total serangan pelaku sekitar 12 detik. Tanpa perlawanan.

Sutomo masih hidup. Kejang-kejang. Mandi darah. Dilarikan warga ke RS Harapan Bunda, berjarak sekitar 600 meter dari TKP. Ia meninggal di perjalanan. Polisi tiba di TKP sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku ditangkap sebelum tengah hari di rumah pamannya di Pamulang. Tangerang Selatan.

Di konferensi pers di Polres Metro Jaktim, Selasa, 9 Januari 2024, Dede dihadirkan di depan wartawan. Ia tampak tenang. Menjawab semua pertanyaan wartawan. Dijelaskan motif, ringkasnya begini:

Awal Oktober 2023 Dede curiga pada isterinya, lalu ia memeriksa HP isteri. Ternyata ada chat mesum dengan seseorang nama pria. Dede mendesak isteri, akhirnya isteri mengakui selingkuh dengan Sutomo. Antara Dede dengan Sutomo sudah saling kenal. 

Dede: “Terus dirembukin di keluarga saya. Di situ isteri juga mengakui/ Gitu, Pak.”

Pasti, Dede sangat marah. Meluap-luap. Hari terus berganti, emosi Dede pelan-pelan turun.  Lalu ia memutuskan akan menceraikan isteri dan minta isteri menikah dengan Sutomo. Untuk itu pihak keluarga Dede memanggil Sutomo, membahas itu.

Sutomo datang. Di depan keluarga Dede, Sutomo menyanggupi, akan menikahi bekas isteri Dede. Sutomo minta maaf kepada Dede dan keluarganya dan menyatakan akan memberi ganti rugi Rp 5 juta. 

Dede: "Ternyata itu cuma janji, ia mau nikahi istri saya. Pas ke sini-sininya ia malah balik bertanya, ngomong begini ke saya: Kalau gua nggak mau tanggung jawab, elu mau apa?”

Dede diam saja. Ia memendam dendam. Pertemuannya dengan Sutomo selesai begitu saja. Awal Januari 2024 ia beli celurit besar itu. Juga beli air keras. Semua lewat online. 

Ia menunggu kesempatan. Mengintai jadwal kerja Sutomo. Kios semangka itu milik Sudarto, yang dijaga Sutomo. Kesempatan Dede muncul di dini hari itu.

Polisi masih memeriksa tersangka dan para saksi. Barang bukti pembunuhan sudah lengkap di polisi. Sampai Selasa (9/1) belum ditentukan pasal sangkaan ke tersangka. Dari cerita Dede, ia sudah merencanakan pembunuhan.

Kelihatan, Dede di persimpangan emosi, antara mengikhlaskan isteri dengan dendam membara. Antara masa depan gelap, dan gelap mata. Hatinya terluka. Pada kondisi begitu, Sutomo bagai menyiram bensin, dengan mengatakan kalimat tantangan. Berakhir sadis. Jenazah Sutomo sudah dimakamkan Senin (8/1).

Saat konferensi pers, gestur Dede kelihatan tenang. Seperti tak menyesal. Dari jawabannya tampak ia lega. Sudah menuntaskan dendam. 

Dendam akibat cemburu, sangat berbahaya. Meski cemburu salah satu indikator cinta asmara. Cinta membuat orang merasa memiliki orang yang dicintai. Pernikahan ditafsirkan sebagai kepemilikan. Sehingga ketika ada orang lain berusaha memikat salah satunya, biasa disebut: Merebut (isteri atau suami). Di situlah bahaya tersembunyi. 

Prof David M. Buss, guru besar psikologi di The University of Texas di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS), menulis untuk Los Angeles Times, dipublikasi 4 Februari 2017 berjudul: Murderous jealousy -- it’s in our genes, menyebut, cemburu biang bahaya tersembunyi. Pelakunya bisa meledak-ledak di luar dugaan orang.

Saking bahayanya cemburu, Prof Buss berkelakar, mengapa industri farmasi tidak menciptakan pil anti cemburu? Disebutkan: “Di dunia modern, kita meminum pil untuk segala hal. Penurunan berat badan, kecemasan, depresi. Jika perusahaan obat menciptakan pil antirasa cemburu, apakah kita akan meminumnya? Haruskah kita membelinya?

Sebab, cemburu bisa membuat orang bertindak brutal di luar kebiasaan orang tersebut. Baik laki laki atau perempuan. Buss mencontohkan kisah terkenal di AS, Astronaut Love Triangle. Astronot cantik NASA (National Aeronautics and Space Administration) Lisa Marie Nowak, punya pacar pilot NASA, William Anthony Oefellein. Lalu hendak direbut kapten udara AS, cantik pula, Colleen Shipman. 

4 Februari 2008, Nowak mendatangi Shipman, si perebut pacar. Dia bermobil sendirian menempuh 900 mil (1.400 kilometer) dari Houston ke Orlando, Florida, memburu Shipman. Dia membawa senjata pistol lengkap amunisi, semprotan merica, palu baja, sarung tangan hitam dan wig. Shipman diserang di Bandara Internasional Orlando. Tapi tidak sampai tewas.

Kecemburuan Nowak yang berkarir sangat cemerlang dengan banyak bintang tanda jasa, berakhir dengan dibui. Terbukti melakukan percobaan pembunuhan berencana.

Buss melakukan riset, menguji otak orang yang sedang cemburu. Caranya menggunakan scanner khusus untuk mengetahui gerakan di dalam otak manusia. Dilakukan terhadap responden sukarelawan. 

Penghubung scanner ditempelkan di kepala. Lalu, responden diminta membayangkan, bahwa suami atau isteri, atau pacar, sedang berhubungan seks dengan orang (selain responden). Intinya, periset ingin menciptakan ilusi cemburu pada otak responden.

Hasilnya: Sangat teknis. Intinya, imajinasi responden merangsang amigdala dan hipotalamus, struktur otak yang terkait dengan perilaku seksual dan agresif. 

Kecemburuan juga merangsang sulkus temporal superior posterior, yang aktif ketika seseorang mencoba memahami niat orang lain atau merasa bahwa norma-norma sosial sedang dilanggar. 

Itu menyebabkan tekanan fisiologis sangat besar. Jantung berdebar kencang. Aktivitas electrodermal melonjak disertai keringat yang banyak dan ketegangan otot. Emosional membuncah.

Bahwa di Hari Valentine semua anak muda lajang (di AS) berharap menemukan cinta “satu-satunya” dan hidup bahagia selamanya, itu cuma ada di dongeng happy ending.

Ada sangat banyak problem setelah laki-perempuan menikah. Problem bisa datang dari individu di antara pasangan, atau kombinasi keduanya, atau munculnya orang ke tiga. Atau, karena ada problem sehingga muncul orang ke tiga. Bisa juga terjadi sebaliknya. 

Hasil riset Buss: 93 persen pria Amerika dan 82 persen wanita mengatakan bahwa mereka telah menerima perhatian orang lain (orang ke tiga) saat mereka sudah menikah. Seolah , setelah menikah orang diuji dengan munculnya perhatian orang ke tiga.

Sekitar 87 persen pria dan 88 persen wanita percaya bahwa, mereka pernah menjadi korban pencuri cinta. Banyak dari pencuri ini yang berhasil. Yang berarti menimbulkan cemburu bagi para korban pencuri cinta. Mereka yang terluka inilah potensial jadi pembunuh. Dan sadis. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda