The Power of Silaturahim

Rejeki Silaturahim, Kaki Palsu untuk Mansyur Effendi

Dr Aqua Dwipayana (baju putih, duduk) ketika mengunjungi Mansyur Effendi (baju kotak-kotak di sebelahnya). Bersama Cowasers Eko "Kletek" Budiono, Soerijadi, Ny Mansyur, Ero (putera Dr Aqua Dwipayana), Moch. Ridwan dan Subono. (FOTO: istimewar)

COWASJP.COM"Terima kasih Pak Aqua karena Bapak telah berkenan untuk membelikan kaki palsu untuk saya. Bantuan tersebut sangat besar artinya buat saya sekeluarga. Semoga ALLAH SWT membalas semua kebaikan Pak Aqua sekelurga. Aamiin ya robbal aalamiin... Sekali lagi matur suwun sanget Bapak. ALLAHU AKBAR...," ujar salah seorang pensiunan harian Jawa Pos Mansyur Effendi (65 tahun).

Bersama Ero, Station Manager Lion Air Surabaya Kholid Widodo, dan seorang pensiunan Jawa Pos Mochammad Ridwan, pada Kamis siang, 13 Juni 2019 lalu setelah menghadiri resepsi pernikahan di Bangkalan, Madura, kami sengaja mampir ke rumah Mansyur di Surabaya. Tujuan utamanya adalah silaturahim sekaligus membesuk Bapak dua anak tersebut yang baru beberapa hari sebelumnya operasi amputasi kaki kanannya karena penyakit diabetes melitus. Juga memotivasi dirinya agar makin semangat menjalani hidup ini.

Ketika Ridwan menginfokan ke Mansyur bahwa kami mau silaturahim ke rumahnya, beliau sempat kaget. Sama sekali tidak menyangka bahwa saya dan Ero (putera ke-2 Dr Aqua Dwipayana) akan datang ke rumahnya. Meski lewat Grup WA Mansyur memonitor keberadaan kami di Surabaya.

"Saya sempat kaget dan tidak percaya Pak Aqua mau mampir ke sini. Apalagi saya tahu jadwal Bapak padat sekali dan penuh dengan aktivitas silaturahim bersama Ero," ujar Mansyur.

Saat di rumahnya saya sengaja duduk persis di sebelah Mansyur. Selain ingin mendengarkan secara jelas kronologis sakitnya hingga kaki kanannya diamputasi, sebagai temannya saya mau memotivasi Mansyur agar makin semangat menjalani hidup ini pasca operasi.

Saat kami datang Mansyur ditemani istrinya Mahmudah, anaknya Dwi Mariana Kusumah, serta dua cucunya Jibril Atta Maulana dan Mikail Akmal Maulana. Selain itu ada pensiunan Jawa Pos lainnya yaitu Soerijadi, Slamet Eko Budiono, dan Subono.

Lima Kali Operasi hingga Kaki Kanannya Diamputasi

Kepada kami Mansyur menceritakan kronologis sakitnya mulai dari awal hingga berkali-kali dioperasi sampai dokter memutuskan kaki kanannya harus diamputasi.

Operasi pertama jari kelingking pada 16 Februari 2019 di rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Operasi kedua, ketiga, keempat, dan kelima atau yg terakhir 3 Juni 2019 atau dua hari sebelum Idul Fitri di rumah sakit  Airlangga, Jalan Ir Soekarno (MERR) Surabaya.

"Jadi saya Lebaran Idul Fitri di rumah sakit Airlangga. Saya sudah pasrah menghadapi semua cobaan ini," kata Mansyur sambil menunjukkan foto-foto kakinya yang dioperasi.

Lebaran kedua lewat WA Mansyur kirim foto keluarga besarnya dan ucapan Selamat Lebaran ke saya, "DARI RAWAT INAP RS AIRLANGGA KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H dengan iringan Mohon Maaf Lahir bathin untuk Bapak Aqua sekeluarga."

mansyur1.gifMansyur Effendi bersama isteri, puteri, menantu, dan cucu-cucunya saat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. (FOTO: istimewa)

Mansyur juga menceritakan setelah sisa kakinya yang diamputasi dinyatakan normal kondisinya oleh dokter, beliau akan membeli kaki palsu. Ada beberapa alternatif tempat pembelian termasuk di Surabaya dan Grobogan, Jawa Tengah.

Mendengar itu spontan saya mengatakan akan membelikan kaki palsunya. "Silakan Mas Mansyur info kalau akan beli kaki palsunya dan kirim nomor rekeningnya ke saya. Insya ALLAH saya transfer uangnya. Itu hadiah dari kami sekeluarga," ungkap saya.

"Alhamdulillah... Makasih banyak Bapak Aqua," kata Mansyur dan istrinya senada.

Sekitar satu jam di rumahnya - kami sempat numpang sholat Zuhur - saya banyak memotivasi Mansyur. Istri dan putrinya ikut menyimak semua yang saya sampaikan. Mereka minta Mansyur agar melaksanakan seluruh yang saya sampaikan.

Jangan Hiraukan 'Sampah' yang Merusak Niat Silaturahim

Setelah saya pamit, lewat Grup WA Konco Lawas Jawa Pos (Cowas JP), Mansyur kirim foto kami berdua dengan tulisan "Si penderita cacat dapat bersanding dengan motivator hebat serasa dapat suntikan semangat yg tiada bandingnya. Terima kasih Bapak Aqua dan Mas Ero."

Komentar berikutnya, "Masyaallah. Mohon maaf Bapak, kami semua sangat berhutang budi, karena gak mampu nulis, hanya bisa membaca, terima kasih banyak ada tulisan Bapak yang sangat memotivasi kami semua. Terima kasih Bapak waktu di rumah banyak menasihati saya tentang "Jangan hiraukan 'sampah' yang merusak niat silaturahim, kenapa kita risau dengan orang yang tidak memperhatikan kita. Alhamdulillah."

Sementara Wakil Ketua Cowas JP Slamet Oerip Prihadi yang akrab dipanggil Suhu berkomentar, "ALHAMDULLAH. Ikut senang Mas Mansyur disambangi Mas Aqua Dwipayana. Pendekar silaturahim dan motivator. Dan, Mas Mansyur kembali bersemangat dan tegar menghadapi apapun kenyataan yang ada. Kepasrahan dan keikhlasan semoga menjadi katalisator ampuh penyembuhan.

Semangat!!!

Mas Aqua juga nyambangi Hendraal dan Mas Suwari di kediaman masing-masing. Terima kasih Mas Aqua. Kita sangat bersyukur punya tokoh-tokoh  yang sangat peduli kepada Cowasers yang sedang dirundung sakit dan sedang mengalami kondisi kekurangan.

Seluruh Sedulur Cowasers ikut mendoakan kesembuhan Hendraal, Mas Mansyur, Mas Benny, Mas Uuk, BIK, dan Mas Suwari."

Semoga Mansyur tambah semangat menjalani hidup ini dan makin mendekatkan diri ke TUHAN. Sedangkan kita semua bisa mengambil hikmah dari pengalaman sakitnya Mansyur tersebut. Aamiin ya robbal aalamiin.(*)

Penulis: Dr Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Mativator Nasional.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda