Kenangan Umroh POS III

Indah Sekali

Indahnya payung-payung besar di halaman Masjid Nabawi. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Lebih sebulan sudah jamaah umroh the Power of Silaturahim (POS) III berpisah. Setelah mendarat di Indonesia pada 12 April 2019 lalu, praktis jamaah yang berjumlah 50 orang ini tidak pernah bertemu lagi. Kecuali hanya lewat medsos kami bisa bertukar kabar.

Jamaah POS III yang berangkat umroh tanggal 4 sampai dengan 12 April 2019 adalah sebuah komunitas yang dibentuk dan diprakarsai oleh pakar Komunikasi dan Motivator Nasional DR. Aqua Dwipayana. 
Sebanyak 50 orang yang berasal dari berbagai daerah se-Nusantara dan tidak saling kenal sebelumnya akhirnya bisa seperti kerabat sendiri.

Para jamaah ini, yang sebagian besar belum mengenal Pak Aqua secara langsung, berdecak kagum terhadap kiprah beliau dalam menanamkan serta menebar kebaikan di mana-mana? Saya pribadi pun heran. Kok ada ya orang yang selalu "keranjingan" menebar kebaikan, dan tiada lelah mengikat kebaikan itu dengan selalu bersilaturahim.

Rombongan Umroh POS III yang berjumlah 50 orang itu diberangkatkan gratis ke Tanah Suci. Bahkan diberi uang saku yang jumlahnya sangat lumayan banyak. Total tentu menelan biaya miliaran rupiah. 

Kami diberangkatkan  dengan menggunakan Travel Biro yang bonafid, yakni NRA (Nur Rima Al-Waali) Tour & Travel. Selama kami di Mekkah dan Madinah mendapatkan pelayanan hotel bintang 5 dan 4. Wow... 

ita1.jpgIndahnya  arsitektur Masjid Nabawi.

Itulah salah satu yang membuat takjub kepada Pak Aqua. Dengan niat tulus ikhlas membantu mewujudkan impian seorang muslim yang pasti ingin bersujud di Baitullah.

Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah membuat jalinan kasih sayang antar-jamaah. Seolah kami ini seperti layaknya  saudara sendiri dan bagaikan keluarga besar saja.

Kenangan Tak Terlupakan di Tanah Suci

Kami semula adalah orang asing yang tidak saling kenal. Tetapi setelah kebersamaan selama 11 hari di Jakarta dan di Tanah Suci kekerabatan kami makin erat. Tanpa memandang status sosial masing masing. Subhanallah... Dengan begitu secara tidak langsung Pak Aqua menunjukkan bahwa benar dia adalah pakar Komunikasi dan Master Silaturahim.

Selama kami berada di Tanah Suci, setiap hari merupakan kenangan yang tidak bisa kami lupakan. Hari pertama menginjakkan kaki di Bandara King Abdul Azis Jeddah, saya terpesona dengan bangunan bandara yang menyerupai tenda-tenda raksasa berwarna putih bersih. Yang jumlahnya lumayan banyak  dan membentuk kerucut berjajar sangat apik.

Begitu pula kali pertama menginjakkan kaki di Masjid Nabawi Madinah. Saya sampai melongo menyaksikan pemandangan indah di hadapan mata. Di halaman masjid payung-payung raksasa mengembang dengan cantiknya. 

ita2.jpgRombongan Umroh POS III.

Payung-payung ini berfungsi ganda pada siang hari. Mengembang besar sehingga para jamaah bisa berteduh dari teriknya sinar matahari dan malam hari payung-payung itu menutup membentuk lampu hias yang bagus dan unik.

Begitu memasuki Masjid Nabawi, mata ini langsung menjelajahi pemandangan yang sangat mempesona. Ornamen masjid yang sebagian besar berlapiskan emas, sangatlah artistik. Dan magnet dari Masjid Nabawi atau masjid Nabi ini adalah Raudhah, sepenggal taman surga yang terbentang dari rumah Rasul hingga mimbarnya.

Untuk mencapai ke sana? Hemm perlu perjuangan dan tekad yang kuat. Kenapa begitu? Karena di sanalah tempat mustajabah, tempat dikabulkannya doa-doa umat manusia. 
Di sana pula kita bisa berziarah ke makam Rasul Nabi Muhammad SAW beserta dua sahabatnya Sayidinah Umar bin Kattab dan Sayidinah Abu Bakar Asshidiq. 

Sayangnya kita tidak bisa  berlama-lama bersimpuh, berdoa di sana, saking banyaknya jamaah yang mengantri untuk bisa masuk ke tempat suci ini.

ita3.jpg

Tiga hari berada di Madinah rasanya masihlah kurang. Rasa rindu kepada Rasulullah belumlah terobati tetapi kami harus sudah meninggalkan kota Madinah yang tiap jengkalnya sangat indah, hijau, bersih dan teratur landscape-nya. Cantik sekali.

Setelah meninggalkan Madinah rombongan menuju Mekkah untuk melaksanakan umroh pertama.  Subhanallah... Memandangi Ka'bah entah kenapa air mata ini tak bisa dibendung, mengalir begitu derasnya. Apalagi pada saat tawaf... Berdesakan, berhimpitan, lautan manusia yang luar biasa  banyaknya bersamaan mengelilingi Ka'bah. Semua mengucapkan doa dan seruan yang sama. Seluruhnya mengagungkan Asma Allah. Capek, panas, gerah tentu mendera semuanya, akan tetapi tatkala angin berembus, tercium wangi kiswah Ka'bah. Harum semerbak membuat semangat muncul kembali. Subhanallah...indahnya perjuangan untuk mendapatkan kasih dan ridho Allah SWT.

Kenangan indah yang selalu ada di setiap momen akankah terulang kembali? Bahkan lebih indah mungkin?
Untuk itulah saya bertekad serta berjibaku untuk bisa berangkat lagi ke Tanah Suci. Impian setiap muslim di seluruh dunia yakni bersujud di Baitullah.  
Dengan menabung sedikit sedikit per hari 20.000 , Insya Allah 3 tahun lagi saya akan mengukir kembali kenangan  perjalanan spiritual yang lebih indah. Aamiin.(*)

Penulis: Ita Lizamia, peserta Umroh The Power of Silaturahim III.

Pewarta : Ita Lizamia
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda