Sang Begawan Media

Ceres Swasta

Bulan purnama. Bila bulan ternyata mengandung asteroid yang terbaik, bisa jadi banyak yang akan punya perusahaan tambang di sana. (FOTO: depositphotos)

COWASJP.COM – BULAN masih bulat, terutama di kala purnama. Seperti yang saya lihat dari halaman stadion Kanjuruhan kemarin malam. 

Tapi kalau bebatuan di bulan itu ternyata mengandung asteroid yang terbaik, bisa jadi banyak yang akan punya perusahaan tambang di sana.

Anda sudah tahu: Selasa kemarin Tiongkok kembali berhasil meluncurkan roket luar angkasa. Kali ini milik swasta. Tiongkok pun sudah punya perusahaan luar angkasa swasta. 
Tujuan perusahaan itu murni komersial: lebih fokus untuk menyelidiki keberadaan asteroid di planet lain.

Anda sudah tahu: asteroid adalah benda tambang yang kian dicari manusia modern. Itulah bebatuan yang akan bisa menggantikan benda tambang yang harganya sangat mahal di bumi: rare earth. Tanah jarang. Atau disebut juga tanah langka.

Anda tidak akan punya HP kalau tidak ditemukan bahan yang disebut tanah jarang itu. Begitu banyak benda modern yang bahannya tergantung pada tanah jarang: lampu LED, komponen komputer, peralatan kesehatan, dan banyak lagi. 

Kita juga punya barang itu di Bangka. Atau Belitung. Dulunya dibuang sebagai sampah. Itu dianggap tidak ada harganya. Yang berharga adalah timahnya. Tanah Bangka yang mengandung timah dikeruk. Timahnya diambil. Kotoran timahnya dibuang. Di kotoran itu masih terkandung 29 jenis benda kimia tambang. Salah satunya disebut rare earth.

Dalam satu kilogram kotoran timah itu bisa diperoleh hanya beberapa gram rare earth. Proses mendapatkannya yang rumit. Harus dibangun pabrik pemurnian. Sulit. Rumit. Canggih. Mahal.
Saya ingin ke Bangka lagi. Siapa tahu pabrik pemurnian rare earth yang pernah dibangun di sana sudah bisa berjalan. Atau sudah lebih maju. Atau sudah mati. Saya tidak mengikuti lagi perkembangannya.

Pemilik cadangan rare earth terbesar di dunia, Anda juga sudah tahu: Tiongkok. Tambang terbesarnya di pegunungan Jiangxi selatan. Antara kota Nanchang dan Guangzhou.

Rupanya cadangan itu akan habis juga. Suatu saat kelak. Maka diperlukan bahan pengganti rare earth. Kalau bisa yang kualitasnya lebih baik. Para ahli sepakat bahwa pengganti itu adalah asteroid. Adanya di planet-planet di angkasa luar. Maka, kelak, planet itu harus bisa ditambang.

Tambang batu bara, nikel, dan bauksit sudah tidak menarik bagi para investor asteroid. Mereka pilih mengumpulkan modal untuk meluncurkan roket luar angkasa.

ceres1.jpgRoket angkasa luar Tiongkok bernama Ceres-1. Produksi perusahaan swasta PT Galactic Energy. (FOTO: space.skyrocket.de)

Ahli angkasa luar Tiongkok, Dr Liu Baiqi mendirikan perusahaan swasta: PT Galactic Energy (星河动力). Liu membangun roket angkasa luar dengan nama Ceres-1. Ia mengajak temannya: Dr Xia Dongkun. 

Dr Liu lulusan Kansas University di Lawrence, hanya sepelemparan batu dari rumah baru John Mohn, sahabat Disway di sana. Ceres-1 dilakukan di peluncuran satelit Tiongkok di Jiuquan. Yakni di tengah gurun pasir Gobi, di pedalaman provinsi Gansu nan jauh. Inilah provinsi di bagian barat Tiongkok. Yang paling barat sebelum Xinjiang.

Roket Ceres-1 itu membawa lima satelit sekaligus. Ini misi ke-5 yang dilakukan Ceres-1. Keberhasilannya terbukti 100 persen.

Benda bernama asteroid itu sendiri diketahui dari hasil misi luar angkasa selama ini. Amerika, Rusia, dan Eropa memang berlomba ke luar angkasa. Disusul Tiongkok, yang meski belakangan tapi berhasil menyalip di tikungan. 

Ada jutaan batu asteroid melayang-layang di luar angkasa. Begitu keras sifatnya. Mirip logam. Dingin seperti es. Besarnya bervariasi. Ada yang diameter 1 meter, ada yang sampai 100 km.

Asteroid itu ada di mana-mana di luar angkasa. Tapi yang terbanyak ada di antara Mars dan Jupiter. Dari sifatnya, asteroid itu ada yang seperti karbon, metal dan silikon. Lengkap. "Ukuran asteroid yang terbesar sampai 1.000 km diameter," tulis para ahli di jurnal asteroid. 

Untuk asteroid yang ukuran gajah seperti itu tidak lagi disebut asteroid. Tapi diberi nama Ceres. Artinya: planit mungil. Atau planet kuntet. Mungil tapi berdiameter 1000 km. 

Meski jumlahnya begitu besar, namun menurut para ahli, total asteroid yang berserakan itu hanya 3 persen dari kandungan yang ada di bulan.

Maka betapa pentingnya bulan untuk masa depan manusia di bumi. Ternyata misi ke bulan bukan hanya untuk gagah-gagahan. Atau sekadar membantah takhayul. Tapi bulan ternyata bisa ditambang. Kalau kelak ada pesawat angkut satu rit 300 ton dari bulan ke bumi maka terbuka untuk segera mengurus IUP di sana. 

Itulah cara mengalahkan Haji Sam atau Datuk Low Tuck Kwong di masa depan. 

"Mendung begitu tinggi untuk dijangkau, tapi masih ada angin yang bisa menggesernya. Sungai begitu lebar untuk diloncati, tapi masih bisa dibangun jembatan untuk melewatinya". 

Dr Liu yang mengatakan itu. Yakni saat berhasil meluncurkan roket swasta Tiongkok Ceres-1. Ilmuwan non ilmu sosial selalu memegang jimat seperti itu. Maka apa saja bisa dicarikan solusinya.
Kecuali, mungkin, menegakkan keadilan di Kanjuruhan. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 10 Januari 2023: Emosi Serumpun

MZ.ARIFIN UMAR ZAIN

Tentang Kang (Bang) Imad, saya pernah ikut Latihan Mujahid Da'wah (LMD) yg diadakan di masjid Salman ITB. Untuk ikut diseleksi oleh Bang Endang Saifuddin Anshori. Kebetulan mbah saya: Mbah Mariyah pernah titip salam untuk Bang Saifuddin. Ketika salam ku sampaikan, Bang Saifuddin berkata: Mbah Mariyah sudah seperti ibu nya sendiri. Setelah itu saya tak di-tanya2 lagi, langsung lulus seleksi. 

Mpok Dipa

Kain perca aneka warna/di susun indah dipandang mata/ selamat bekerja buat semua/Pulang di sambut cinta oleh keluarga. *Semangat buat semuaaaa

thamrindahlan

Pulau Perca sangat mempesona/ Kini bernama Pulau Sumatera/ Datok Anwar Ibrahim sungguh bijaksana/ Melayu Serumpun kita bersaudara/

Komentator Spesialis

Bli Leong perlu minum obat kuat minyak kadal cap kapak.

Er Gham

Kalau mau efektif, KPK bisa menawarkan PARA ISTRI untuk menjadi WHISTLE BLOWER. Tapi siapa yang mau ya, jika suaminya ditahan KPK. 

Er Gham

Saudara serumpun kita ternyata memiliki masalah yang sama. Yaitu korupsi yang menggila. Pak Anwar bingung, walau beragama namun tetap korupsi. Sama di sini juga. Beragama tapi korupsi jalan terus. Mungkin dipikirnya, korupsi adalah (a) ucapan terima kasih dari pihak penerima uang ke pemberi proyek, dan (b) hak pemberi proyek karena sudah mengabdi dan memberikan pekerjaan kepada pelaksana proyek. Istri pasti tahu, tapi pura pura tidak tahu. Anaknya mahasiswa pasti juga tahu kalau bapaknya korupsi. Sanak famili mingkem aja. Tetangga saja yang kadang heboh. Mungkin benar, jika dikatakan bahwa korupsi adalah budaya. Dua saudara serumpun bisa sama sama mendaftarkan budaya korupsu ini ke UNESCO. 

Mpok Dipa

Sebagai wanita yg punya jiwa dagang, saya tahu pak Anwar begitu gembiranya jika ibukota pindah ke Kalimantan. Setidaknya industri sandang tak lagi bergantung dengan Tanah Abang. He he he, sebenarnya bukan itu saja yg saya suka imajinasikan d dalam pikiran saya. Tapi lebih kayak "Berapa % orang yg tinggal d DKI akan pindah ke Kalimantan?" pasti usaha ekspedisi reguler akan lebih hidup. Arus pengiriman barang reguler yg sekarang ini mati suri kalau ga mau d kata kalah oleh jenis pengiriman paket belanja online akan meningkat.

bagus aryo sutikno

Ponorogo dan Madiun itu saudara serumpun. Tapi Ponorogo pro pangeran Diponegoro sedangkan Madiun pro keraton aka pro Belanda. Serumpun ning bleyer2an wae. Lha embuh Magetan ki pro siapa lha wong ki Mageti ki kiro2 murid'e Lee Kwan Yu. Begitulah kira2 geopolitik Indo-Sing-Lya. #Disclaimer, perusuh kok mbok rungokne. 

Warung Faiz

Kalo dulu korupsinya di bawah meja... Era reformasi di atas meja.. Sekarang ini mejanya pun diambil..

Dian Gambar

Saya baca disway pakai peramban brave. Aplikasi diunduh gratis. Nyaman bebas iklan. Tapi soal susah login kadang terjadi. Pakai jurus hapus histori, kadang berhasil kadang gagal. Kalau gagal hasrat ingin berkomentar terpaksa ditahan dulu. Puasa komen. 

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber : Disway.id

Komentar Anda