Sukses Aqua Dwipayana Gabungkan Dua Produk Motivator dan Penerbit

Cowasers Aris Suryati dan penulis, Arif Bambang Rahardjo (kanan)

COWASJP.COM – Perjuangan untuk mencapai sukses tidaklah mudah. Tidak seperti cepat dan gampangnya membalik telapak tangan. Bukan pula seperti sulap,  simsalabim abagadabra.

Banyak rintangan, tantangan, hambatan, cemoohan, tudingan miring dan lain-lain semacam itu.

Di tengah perjuangan tersebut, kita perlu bersabar. Tidak mudah terpancing marah bila datang cemoohan dan tudingan miring.

Ibarat pepatah: "Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu." 

Proses panjang dan penuh tantangan itulah yang harus dilalui Dr Aqua Dwipayana sampai sekarang.

Beliau  mengatakan, "Cuekin aja jika ada cemoohan dan tudingan miring. Allah yang Maha Tahu."

Bahwa kini beliau telah mencapai suksesnya sebagai pakar komunikasi dan motivator nasional, menurut saya, hal itu diperoleh melalui proses Islami. Tidak instan. Tidak ujug-ujug. Tetapi lewat perjuangan panjang, tahap demi tahap.

Merangkak dari seorang wartawan pemula dengan sepeda motor butut, kemudian beralih jadi PR Semen Cibinong, kemudian mandiri total dengan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Maha Pemimpin.

Merayap, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang- senang kemudian.

dahsyatnya-silaturahim-4.jpgKetika buku DSBB selesai cetak.

Pepatah kuno ini yang beliau pegang teguh hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Door to door, face to face, silaturahim istilah beliau. Bersilaturahim dari seorang teman ke teman lainnya. Semuanya dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Dari kerabat kerja dengan tekun beliau lakukan sampai ke lingkungan yang lebih luas. Dari yang level bawah sampai atas.

Jika jalinan silaturahim tersebut dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas, maka otomatis tumbuhlah kepercayaan, empati, dan jalinan persaudaraan.

Langkah pertama memberikan motivasi, perhatian, dan  bantuan per orang sudah terlalui. Kemudian semua jalinan silaturahim itu dirawat dengan baik.

Beranjak ke langkah kedua. Yaitu level meeting, silaturahim dengan 20 - 50 orang. Pengertiannya memberi motivasi dengan peserta 20 - 50 audience.

Langkah ketiga menapak ke level seminar dengan peserta 100 orang atau lebih. Bukan dengan 100 - 500 audience, bahkan bisa mencapai ribuan orang.

Dari sini bisa dilihat bahwa  business plan beliau begitu rapi. Tahapan-tahapannya terukur. Ini mungkin strategi "marketing mix."

Tak hanya business plan. Tapi juga ditopang dengan kemampuan akademik. Yang pasti, beliau telah bertitel Doktor. Kini sebagai motivator beliau telah mencapai tarif netto Rp 30 juta per jam, minimum dua jam. Berapa pun jumlah audience-nya. Apakah yang dimotivasi 1.000 orang, 500 orang, 100 orang, atau hanya 10 atau bahkan hanya dua orang sekalipun, tarifnya sama.

 Aqua Dwipayana menggabungkan beberapa produk, kualitas, harga, dan distribusi untuk tercapainya target konsumen yang dituju.

Tak hanya memberikan motivasi, beliau juga menerbitkan buka tentang kekuatan dan kedahsyatan silaturahim.

dahsyatnyasilaturahim.jpg

Tak hanya buku karya pribadi yang berjudul: "The Power of Silaturahim, Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi. Tetapi karya kolektif teman2 beliau yang mantan wartawan/karyawan Jawa Pos. Ini yang teranyar. Judulnya: "Dahsyatnya Silaturahim, Bersih Hati Bersih Pikiran." Disingkat DSBB.

Tema sentral buku-buku tersebut jelas dan fokus. Yaitu bagaimana mengamalkan silaturahim dengan tulus dan ikhlas.

Hebatnya, buku The Power of Silaturahim Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi sudah tercetak 120.000 eksemplar dan semuanya telah terdistribusi. Pencapaian yang luar biasa. Sedangkan buku DSBB dalam tempo hanya dua mimggu terjual 5.000 eksemplar. Kini siap cetak kedua.

Buku DSBB, juga dimaksudkan oleh Pak Aqua Dwipayana untuk membantu Cowas JP (Perkumpulan Para Mantan Karyawan Jawa Pos Group) menggalang dana.

Beliau galang para pensiunan Jawa Pos Group untuk menulis tentang pengalamannya dalam Reuni Cowas JP IX di Jogja. Kemudian dibukukan, dicetak, diterbitkan dan dijual. Maka terkumpullah dana sekitar Rp 200 juta. Hal yang luar biasa bagi Cowas JP.

dahsyatnyasilaturahim-2.jpg

Mencari dana dengan berjuang, berkarya. Dengan begitu posisi Cowas JP bukan sebagai pihak yang meminta sumbangan. Tapi menciptakan sebuah buku yang bermanfaat dan berharga.

Hanya berkat jalinan silaturahim beliau yang kuat dan tuluslah 97 persen dari 5.000 eksempar buku DSBB dibeli oleh sahabat-sahabat dan kolega-kolega beliau. Di BUMN, di kalangan pimpinan Polri dan TNI. Juga para pengusaha yang sudah bersaudara lama dengan beliau.

Itulah yang saya maksudkan dengan sukses Dr Aqua Dwipayana menggabungkan dua kekuatan: motivator dan penerbit. (*)

Pewarta : Arif Bambang Rahardjo
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda