Berbagai Kiat Bagi Nasi Bungkus Gratis

FOTO: Istimewa

COWASJP.COM – Orang berbuat  kebaikan banyak jalan. Ada yang bershodaqoh dengan menyerahkan ke  panti asuhan yatim piatu. Ada yang disalurkan  kepada kaum dhuafa yang memerlukan. Tentunya amal kebaikan di atas harus didasari dengan iktikad tulus, ihlas dan tanpa pamrih. Mereka  hanya mengharapkan   ridlo Allah SWT.

Di Surabaya kini ada cara amal dengan menyalurkan nasi bungkus gratis yang ditempatkan di etalase. Sementara ini etalase nasi bungkus tersebar di empat tempat. Di depan Masjid Nurul Hidayah Tanah Merah Indah dekat Pogot, wilayah Surabaya Utara. Di halaman Masjid Rachmad Kembang Kuning, Surabaya Pusat. Di depan Masjid Baitul Fattah, Jalan Raya Manukan Tama,  dan halaman Masjid  Al Qitaar Jalan Indrakila, dekat Pasar Keling, Surabaya Timur.

nasi-gratis-2.jpg

Bagi mereka yang ingin membuka etalese nasi bungkus gratis bisa koordinasi dengan Ibu Rury, WA 08319675111.
Nasi yang ditempatkan dalam etalese itu bisa menampung sekitar 100 bungkus. Menu masakannya bervariasi. Ini tergantung siapa hari itu yang ikut berpartisipasi untuk menyumbang nasi bungkus gratis. 

Dalam bungkusan nasi tersebut ada menu telor mata sapi yang dipadukan dengan bubu bali,  ayam goreng, tahu, dan tempe. Kemasannya pun berbeda. 

Di dalam etalase tersedia air mineral gelas, snack box dan krupuk. Nasi bungkus gratis ini  cukup untuk sarapan pagi. Etalase tersebut setiap hari ditempatkan di depan pintu masuk halaman masjid. 

Sehabis sholat Subuh sudah ada orang yang membawa sumbangan nasi bungkus. Langsung dimasukkan etalase. Orang yang menyerahkan nasi bungkus tersebut tak perlu melapor atau memberi tahu panitia. 

"Gak perlu melapor dan memberitahu penitia. Amal saya kalau diketahui orang takut hilang," kata seorang ibu yang tak mau difoto untuk dokumentasi.

Program pembagian  nasi bungkus gratis dalam etalese itu sudah berjalan beberapa bulan lalu. "Tujuan etalase nasi bungkus gratis ini adalah semata-mata berdagang  sistem pembayaran langsung dari Allah," kata Ibu Rury Kusumandari Dewi, penggagas  pembagian nasi bungkus etalese kepada Cowasjp.com.

Nasi bungkus gratis tersebut boleh diambil siapa pun. Untuk sementara pengisian etalase hanya pada hari : Senin, Kamis dan Jumat. Tidak menutup kemungkinan shodaqoh seperti ini akan dilakukan setiap hari. Begitu juga lokasi etalase nasi bungkus gratis tersebut akan ditambah, dan panitia masih melakukan negosiasi dengan pengurus masjid setempat.

nasi-gratis-3.jpg

Menurut Ibu Rury, pada hari Jumat yang lalu, nasi bungkus gratis mencapai sekitar 700 bungkus. Nasi bungkus tersebut berasal dari berbagai kalangan dan tempat tinggal yang berbeda. Artinya bukan dari daerah Tandes saja, tapi ada juga dari daerah lain.

Inspirasi menyalurkan shodaqoh nasi bungkus, kata Ibu Rury, muncul ketika membuka facebook bahwa di beberapa tempat sudah banyak yang bershodaqoh nasi bungkus. Dengan mengantar ke beberapa tempat yang membutuhkan. "Kalau nasi bungkus diletakkan di etalase, orang yang membutuhkan kan bisa ambil sendiri," katanya.  

Selama 30 menit berdiri di depan etalase nasi gratis depan Masjid Al Fattah, terlihat pemandangan yang asyik. Ada yang mengabil satu sampai tiga bungkus. Ada juga yang memilih nasi yang dibungkus/dikemas dengan styrofom. Jelas yang kemasannya dari styrofom isinya lumayan dibanding yang dibungkus dengan kertas nasi.

"Lumayan Pak, buat sarapan pagi dan makan siang setelah sholat Jumat," kata seorang lelaki yang membawa sepeda pancal.

nasi-gratis-4.jpg

Meski program shodaqoh nasi bungkus gratis ini berdekatan dengan penjual nasi dan bubur ayam. Mereka merasa tidak terpengaruh dan merasa tersaingi. Omzet mereka tetap, meskipun ada nasi gratis tiap Senin, Kamis dan Jumat.

PENABUNG JUMAH BAROKAH

Menyalurkan shodaqoh nasi bungkus memang bervarsiasi. Kegiatan amal seperti ini ada yang menamakan diri Penabung (Peduli nasi bungkus) Jumah barokah, Pembuka Pintu Surga (PJB-PPS). Kegiatan amal ini diinisiasi salah seorang anggota Cowas JP: Ferry Is Mirza yang akrab dipanggil FIM. 

Menurut dia, pembagian nasi bungkus hari Jumat 30 November 2018 lalu adalah periode ke-68. Shodaqoh ini Alhamdulillah sudah berjalan 17 bulan. Tepatnya sejak 2017 lalu bertepatan  dengan bulan suci Ramadhan. 

"Niatnya waktu itu berbagi ta'jil ke musholah dan panti asuhan yatim piatu di sekitar tempat tinggal saya," ujar FIM yang kini caleg PAN untuk DPRD Jatim daerah pemilihan Sidoarjo.

Fim yang pernah menjadi wartawan Jawa Pos itu menjelaskan, kegiatan amal pribadi itu hingga kini berlanjut terus. Sekarang dia juga mengajak sahabat-sahabat dan kolega untuk beramal. Alhamdulillah setiap Jumah bisa terkumpul 600 nasi bungkus. Nah, bagi yang berminat menyampaikan shodaqoh bisa kontak WA FIM 0817 0341 .2100

Setiap hari kamis, FIM mengirim maklumat ke sahabat dan koleganya lewat WA. Isi maklumatnya berisi rencana nasi bungkus PJB-PPS yang akan dibagikan. Berapa banyak dan sasarannya mushola dan panti asuhan, serta daerah dhuafa mana saja secara terinci. "Saya berharap kegiatan peduli ini bisa Istiqomah," tuturnya. (*)

Pewarta : K. Sudirman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda