Reuni Cowas JP IX di Jogja (6)

Rekor Peserta Terbanyak dan Hadiah Melimpah

Husnun Djuraid

COWASJP.COM – Sebagai kumpulan para mantan karyawan Jawa Pos Group, Cowas JP, termasuk paling sering reuni. Baru didirikan tiga tahun lalu, Cowas JP (Konco Lawas Jawa Pos) sudah sembilan kali mengadakan reuni. Itu berarti setiap tahun ada tiga kali reuni, atau empat bulan sekali. 

Bukan main. Baru beberapa bulan reuni sudah ada yang tanya, kapan reuni lagi. 

Dan itu selalu gayung bersambut, ingin diadakan reuni lagi. Setiap kali ketemu, mereka kangen-kangenan seperti tidak bertemu puluhan tahun – padahal beberapa bulan yang lalu sudah ketemu. Memang ada yang sejak reuni pertama tidak pernah hadir, tahu-tahu datang pada reuni terakhir, jadinya bikin heboh. Seperti menemukan saudara yang hilang.

roso1.jpg

Setiap kali reuni selalu meninggalkan kesan yang sangat mendalam, tak terkecuali reuni terbaru di Yogyakarta 11 – 12 Agustus 2018. Memang ini reuni paling istimewa. Tempatnya di tengah-tengah Pulau Jawa, sehingga yang ada di barat Jawa dan timur Jawa bisa hadir, apalagi transportasinya mudah. Rombongan paling besar datang dari Surabaya, tentu saja, karena banyak yang tinggal di home base Jawa Pos tersebut.

Rombongan dari Surabaya menggunakan satu bus dan KA Sancaka. Bus diisi 36 orang. Dan Sancaka 24 orang. Yang lain datang sendiri-sendiri. Ada yang dari Jabodetabek, Bandung dan daerah sekitar Jateng. Ada yang datang sendiri, tapi banyak yang mengajak keluarganya. Tak kurang dari 130 orang ikut dalam acara ini. Ini reuni dengan peserta paling banyak dan hadiah yang melimpah.

roso2.jpg

Acara pun digelar bernuansa rekreatif. Sebagian besar peserta datang pada Sabtu siang, tapi ada juga yang sampai Yogya pada hari Jumat. Panitia benar-benar profesional, semua peserta dijemput di bandara, stasiun KA dan terminal. Kalau yang datang lebih awal, njujug ke rumah Aqua Dwipayana di Sawitsari tak jauh dari ring road utara. Dari persinggahan itu kemudian diantar ke Desa Wisata Pentingsari sebagai tempat peserta menginap. Yang datang pada sore atau malam, tidak ke Sawitsari dulu tapi langsung ke Pentingsari, Cangkringan. Ini desa wisata yang sangat indah di kaki Gunung Merapi.

Peserta menginap di rumah-rumah penduduk yang digunakan sebagai home stay. Sekitar 130 peserta semuanya menginap di rumah-rumah penduduk setempat. Malam harinya diadakan kumpul-kumpul sambil makan bareng nasi dan lauk beralas daun pisang atau kembulan di pendopo desa wisata setempat. 

roso3.jpg

Acara semakin gayeng karena usai makan bareng dilanjut dengan nonton bareng pertandingan final sepak bola Piala AFF U16 antara Indonesia versus Thailand. Alhamdulillah timnas U-16 itu berhasil jadi juara yang membuat suasana semakin riuh. Usai makan malam dilanjut diskusi tentang kegiatan riil yang akan dilakukan Cowas.

Malam itu para peserta tidur nyenyak di home stay masing-masing. Tidur di rumah penduduk desa meninggalkan kesan yang mendalam. Tuan rumahnya ramah, makanan khas desa juga sangat menggugah selera. Pagi subuh sudah mulai bangun, ada yang salat subuh di masjid desa. Kebetulan pagi itu suhu di bawah Merapi tidak terlalu dingin. Usai subuh ada yang jalan-jalan dan lari keliling desa sampai ke bagian bawah. Di tempat itu ada sungai yang menjadi aliran lahar dari kawah Merapi. Juga ada tempat pemancingan, camping ground. Air sungai yang jernih dan sejuk merangsang untuk turun ke bawah.

roso4.jpg

Sebelum sarapan, ada acara fun game di lapangan yang memang didesain untuk kegiatan bersama. Tak lama kemudian acara Lava Tour, naik jip berkeliling lokasi gunung Merapi. Ini acara yang sangat mengesankan, karena banyak yang belum pernah merasakannya. Seperti biasa, momen-momen itu tak lepas dari aksi peserta yang ingin mengabadikannya melalui kamera HP nya.

Dari lereng Merapi peserta meluncur ke  rumah makan Jejamuran yang tak jauh dari Jalan Magelang. Makan siang yang sangat berkesan dengan menu serba jamur. Ada sate jamur, sup jamur, rendang jamur, jamur krispi yang semuanya enak. Peserta yang mayoritas sudah tua itu benar-benar menikmati, karena tidak ada yang pantang makan jamur. Lahap sampai habis.

roso-darass.jpg

Peserta juga dimanjakan dengan berbagai hadiah yang disediakan Aqua Dwipayana. Ada puluhan hadiah, mulai dari kaus, TV sampai hadiah umrah. Luar biasa. Berto Riyadi yang datang bersama istrinya, pulang agak kewalahan karena harus membawa pulang TV layar datar ukuran besar. Setelah makan siang, acara usai. Ada yang langsung pulang dengan bus, ke stasiun KA dan bandara. Tapi ada juga yang singgah dulu di rumah Aqua di Sawitsari untuk nunggu pulang. Ada yang dengan KA, pesawat dan bus pada malam hari dan esok harinya.

Semua acara reuni ini berjalan sangat menggembirakan, hampir tidak ada yang mengeluh. Ini tak lepas dari kepedulian Aqua Dwipayana yang sangat total membantu acara ini. Semua biaya kegiatan di Yogyakarta ini ditanggungnya, termasuk puluhan door prize. Dukungan total Aqua ini dilaksanakan oleh tim yang solid dan profesional di bawah kendali Erwan Widyarto dan Adib Lazwar Irkhami.

roso5.jpg

Untuk menunjang suksesnya acara ini, keduanya melibatkan keluarga, istri dan anak-anaknya. Panitia sangat care terhadap kebutuhan peserta, termasuk jadwal kedatangan dan keberangkatan. Benar-benar reuni yang sangat mengesankan. (*)

roso6.jpgKLOTER TERAKHIR: Pak Aqua Dwipayana (tengah) mengantarkan rombongan terakhir dua anggogta CoWasJP yakni Cak Fu (kiri) dan Cak Amu (kanan) ke Stasiun Tugu untuk meninggalkan Kota Yogyakarta.

Pewarta : Husnun D Juraid
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda