Dua Hari Masuk Dua Penjara

Penulis (kanan) saat berkunjung ke LP Sidoarjo dan menjenguk Eddy Rumpoko. (Foto: Istimewa)

COWASJP.COM – Saya bersykur punya kesempatan bisa masuk penjara. Maksudnya, bukan masuk penjara dalam artian dihukum di dalam penjara, tapi masuk penjara untuk kegiatan yang lain. Beberapa kali saya punya kesempatan jadi khatib  Jumatan di masjid Attaubah, LP Lowokwaru.

Hari Selasa (7/8/18) lalu saya kembali masuk ke LP Lowokwaru tapi kali ini untuk urusan yang berbeda. Saya diundang Kepala LP Lowokwaru Farid Junaedi untuk memberi materi pelatihan jurnalistik bagi warga binaan (istilah untuk narapidana) dan karyawan LP. Sehari setelahnya, (Rabu, 8/8/18) saya berkesempatan berkunjung ke LP Sidoarjo, kali ini untuk menjenguk teman saya, Eddy Rumpoko yang sudah menghuni penjara tersebut selama tujuh bulan.

Dua kegiatan yang sangat menyenangkan. Pertama, Selasa lalu hampir satu hari saya mengisi materi menulis di dalam penjara tersebut. Kegiatan diadakan di ruang serba guna yang letaknya di bagian belakang LP, bersebelahan dengan masjid dan pesantren LP. Ada sekitar 30 peserta, separo dari warga binaan dan separo lagi dari karyawan LP.

Kepala LP Farid Junaedi ingin warga binaan dan karyawannya punya kemampuan lain, selain yang sudah didapat selama ini. Atas bantuan seorang teman yang menjadi penghuni LP itu, Farid menghubungi saya untuk menyampaikan maksudnya. Saya siap saja, di mana pun tempatnya.

Acara pun berlangsung gayeng, para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan, meskipun harus diselingi tugas menulis. ‘’Oh, ternyata begini caranya membuat berita,’’ kata seorang napi asal Pasuruan yang mendekam dalam LP karena kasus narkoba.

Sehari setelah di Lowokwaru, saya berkesempatan berkunjung ke LP Sidoarjo yang terletak di Alun-alun kota tersebut. Begitu sampai di depan LP, sudah ada teman yang mengantar masuk ke ruangan khusus yang ditempati napi untuk menerima tamu. Sore itu saya bersyukur bisa bertemu dengan sahabat saya Eddy Rumpoko. Maklum, sejak dia ditahan di LP Cipinang sampai di Sidoarjo, baru kali ini berkesempatan menjenguknya.

Banyak cerita seram tentang LP yang diceritakan oleh Eddy, tapi sore itu saya menjumpai suasana yang menyenangkan. Banyak teman Eddy yang hadir, ada yang membawa tumpeng, kue tart, buah dan aneka makanan dan minuman. Maklum, hari itu Eddy berulang tahun ke 58. Ulang tahun kali ini sangat beda, karena dirayakan di dalam penjara.

Kharisma tokoh yang satu ini masih tetap tampak. Para tamu yang datang masih menaruh hormat padanya. Bukan hanya para tamu, para penghuni LP pun sangat menghormatinya. Tak heran bila dia tetap dipanggil Pak Wali oleh para penghuni LP.

Banyak yang diceritakan selama menghuni sel sempit dalam penjara, sejak di Cipinang sampai ke Sdioarjo. Dia sangat prihatin dengan kondisi para napi yang sebagian besar tersangkut narkoba. Meskipun napi narkoba, jangan kira mereka orang kaya, tapi banyak diantaranya  orang yang miskin. Ada beberapa napi yang tidak punya uang sama sekali. Di luar penjara mereka menderita karena miskin, di dalam penjara semakin menderita.

Bukankah makan mereka ditanggung LP. Ya benar, tapi makan yang mereka terima tidak layak dan tidak cukup. Banyak napi yang harus membeli makanan di luar untuk mencukupi kebutuhannya. Eddy bersyukur banyak teman dan keluarga yang menjenguknya membawa makanan. Itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sendiri.

Kelebihan makanan itu dia bagikan kepada penghuni lain. Tentu mereka sangat gembira, tidak pernah makan makanan mewah, bahkan saat di luar penjara sekali pun. Tak heran bila Eddy sangat populer di penjara itu. Dia berharap pemerintah memperhatikan nasib napi dengan memberi anggaran yang cukup. Dia maklum, perlakuan yang diterima napi itu karena keterbatasan anggaran pemerintah.

Eddy memang sering menjadi inspirasi banyak orang. Bahkan saat dalam penjara pun banyak pelajaran yang bisa diambil darinya. Diantaranya, mari kita berdoa semoga kita dan semua anak keturunan kita tidak sampai menjadi penghuni penjara. Naudzubillah…

 

Pewarta : Husnun D Juraid
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda