Dua Menteri Jokowi Ceritakan Sukses Kinerja Selama Ini

Foto-Foto: Erwan Widyarto/CoWasJP

COWASJP.COM – Dua orang menteri dari Kabinet Jokowi hadir di Dialog Nasional "Indonesia Maju" yang digelar di Gedung Serbaguna Siyono, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (31/7). Keduanya adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjaja dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. 

Satu menteri lagi yang dijadwalkan hadir --foto dan namanya terpampang di banyak spanduk-- yakni Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri tidak jadi datang. Tak ada penjelasan mengapa Hanif Dhakiri tidak jadi datang. 

Kedua menteri yang hadir, tampil selama sekitar 3 jam. Di ruangan berkapasitas seribu tempat duduk  itu, hadir para sarjana pendamping desa, pengurus OSIS, guru, Karang Taruna, pengurus BUMDes, Anggota Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) maupun pengelola Desa Wisata. Hadir pula para ASN dari instansi di bawah Kementerian masing-masing menteri. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjaja yang tampil di awal memaparkan sukses penggunaan dana desa. "Ternyata desa-desa mampu mengelola dana yang diberikan langsung ke desa. Awalnya banyak yang ragu. Tapi komitmen Pak Jokowi tak berubah. Harus dikelola langsung oleh Desa," cerita Eko Putro Sandjaja. 

kemenpar2.jpg

Eko Putro juga bercerita keberhasilan mengubah ladang gersang di Sumba menjadi ladang tebu yang subur. Dengan pembuatan embung serta teknologi membran untuk mengairi lahan, program tersebut tahun depan mulai menghasilkan. Foto serta video Ilustrasi yang disertakan saat presentasi mampu memukau hadirin. 

Tak pelak, usai pemaparan banyak yang meminta hal serupa dilakukan di Gunungkidul. Eko Putro pun menyanggupi. Dia meminta agar Bupati Gunungkidul segera membuat proposalnya. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga bercerita mengenai sukses pariwisata dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari bagaimana Wonderful Indonesia mengungguli Truly Malaysia, bagaimana pemerintahan terus memperbaiki akses ke destinasi wisata hingga jumlah wisatawan yang terus meningkat. 

Menteri asal Banyuwangi ini juga memaparkan promosi wisata di berbagai lokasi strategis. Lokasi di pusat-pusat keramaian dunia. Mulai dari London, Barcelona, New York, Dubai hingga Moskow, Rusia. Di kota-kota ini branding Wonderful Indonesia dilakukan di armada transportasi umum maupun baliho besar di pusat kota.

"Ini di Time Square New York. Gambar Borobudur, Komodo, bisa tampi dan memikat banyak orang. Kalau dari Gunungkidul ada yang mau dipromosikan, ayo bisa kita bantu," tantang Arief Yahya. 

kemenpar4.jpg

Arief memaparkan kinerja kementeriannya dengan gambar-gambar yang menarik. Termasuk saat memaparkan akses wisata yang dikebut. Yaitu tol Semarang-Yogya-Solo. Juga Bandara International di Kulonprogo. 

Dikatakannya, Yogyakarta menjadi bagian dari Joglosemar. Joglosemar merupakan satu dari seluruh Bali Baru yang diprogramkan pemerintahan Jokowi. Aksesabilitas untuk mendatangkan wisatawan mancanegara pun terus dikebut. 

Kepada wartawan usai dialog, 

Menpar Arief Yahya menegaskan pentingnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo tersebut. Keberadaannya sangat penting untuk Joglosemar.

Menpar yakin jika NYIA beroperasi, maka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) akan terdongkrak.

"Kita harapkan yang paling critical adalah bandara. Belum tahu namanya, sementara kita beri nama New Yogyakarta International Airport. Itu paling critical," kata Arief.

Arief yakin begitu bandara itu jadi, wisatawan yang biasanya 500 ribu itu akan meningkat menjadi 2 juta. Menurutnya, jika jumlah kunjungan wisman di Joglosemar meningkat, maka perputaran uang di masyarakat otomatis terangkat. Tidak hanya itu, sektor perekonomian masyarakat juga akan tergerak sehingga pengangguran akan berkurang.

kemenpar3.jpg

"Kalau 2 juta wisman datang ke Joglosemar atau DIY dan Jawa Tengah, maka akan ada uang US 2 miliar dolar atau Rp 20 triliun rupiah lebih beredar di masyarakat. Jadi mohon dukungan rekan-rekan, untuk percepatan pengembangan bandara," tandasnya.

Selain memaparkan kinerja kementeriannya, kedua menteri juga bagi-bagi hadiah. Tidak hanya yang bisa menjawab pertanyaan. Setiap penanya pada Dialog Nasional 18 ini mendapat hadiah. Selain uang tunai -- Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta -- juga bingkisan.

Para menteri juga meminta doa dari hadirin agar lancar dalam menjalankan tugas. Juga doa untuk Presiden Jokowi agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam menyelesaikan program-program yang telah dicanangkan untuk kesejahteraan rakyat. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda