Menristekdikti Borong dan Ajak Warga Beli Cokelat Nglanggeran

COWASJP.COM – Pesona atraksi desa wisata selalu membuat yang datang, akan pulang dengan penuh kesan. Kali ini pesona cokelat Desa Wisata Nglanggeran membuat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir memborong produk cokelat dari Griya Cokelat Nglanggeran.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (13/7). Kunjungan ke Griya Cokelat Nglanggeran merupakan rangkaian kunjungan kerja Menristekdikti ke BPTBA LIPI D.I.Yogyakarta yang ada di Gading, Playen, Gunungkidul. 

Saat mengunjungi Griya Cokelat Nglanggeran ini, Mohammad Nasir melakukan dialog dengan masyarakat. Ia berbaur dengan kelompok masyarakat dari Puslitkoka Jember yang sedang melakukan kegiatan pelatihan budidaya kakao dan pengolahan cokelat.

Menristekdikti melakukan dialog dengan empat klaster di Griya Cokelat Nglanggeran. Keempat klaster itu yakni Kelompok Tani sebagai penyedia bahan baku. UPH (Unit Pengolahan Hasil) pengolah kakao dengan fermentasi dan pengeringan. Lalu Tim Bubuk (yang mengolah biji kakao terbaik menjadi bubuk cokelat) serta Unit Pengolahan yang mengolah menjadi aneka minuman dan makanan Cokelat.

menristek2.jpg

Pada kesempatan tersebut, Menteri juga menyerahkan 110 Bibit Kakao Klon Unggul MCC 02 dan Sulawesi 1, kepada 5 poktan (kelompok tani) di Desa Nglanggeran. Diharapkan dengan bibit unggul ini bisa meningkatkan produksi kakao di Desa Nglanggeran. 

Menteri Mohammad Nasir juga berjanji akan membantu penyediaan Bibit Kakao unggul. Sebagaimana permintaan salah satu anggota Poktan yang meminta bibit untuk lahan sekitar 5 hektare.

Usai berdiskusi, Menristekdikti meninjau dan merasakan langsung aneka produk olahan dari Griya Cokelat Nglanggeran. Begitu merasakan lezatnya coklat Gunung Api Purba ini, M Nasir pun memborong aneka produk Cokelat dan juga memberikan testimoni.

Dalam testimoninya, Mohamad Nasir mengatakan sedang berada di suatu desa yaitu Nglanggeran. Desa yang telah menghasilkan inovasi baru bernama Cokelat, yang dijual di Griya Cokelat Nglanggeran.

Nasir lantas menunjukkan produk cokelat tersebut. "Masalah kualitas rasa tidak kalah dengan produk impor. Ini bisa dinikmati untuk  masyarakat Indonesia," katanya mempromosikan cokelat yang telah dirasakannya.

menristek3.jpg

Lebih lanjut Nasir mengatakan kalau semua masyarakat Indonesia bisa menggunakan produk Cokelat Nglanggeran, maka akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi rakyat Indonesia dengan produk dalam negeri.  "Cintai produk dalam negeri khususnya Cokelat dari Nglanggeran ini," tandasnya.

Nasir lantas mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengonsumsi coklat Nglanggeran. "Mari kita konsumsi bersama-sama, mari kita tingkatkan bersama-sama, mari kita majukan bersama untuk Indonesia. Selamat kepada Griya Cokelat Nglanggeran," ajaknya.

Griya Cokelat Nglanggeran merupakan salah satu atraksi unggulan Desa Wisata Nglanggeran. Berbagai produk olahan cokelat bisa didapatkan di sini. Mulai dari cokelat batangan (coklat bar), cokelat siap seduh dalam sachet (cocomix) dengan aneka pilihan rasa maupun bahan cokelat untuk makanan maupun minuman.

Ada pula olahan keripik pisang bersalut cokelat, maupun sabun mandi cokelat. Di Griya Cokelat Nglanggeran ini para pengunjung juga bisa menikmati minuman cokelat hangat. 

menristek4.jpg

Pengolahan cokelat di Griya Cokelat Nglanggeran ini juga menjadi atraksi yang bisa dilihat langsung wisatawan. Mulai dari proses awal hingga pengemasannya. 

Selain cokelat, Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki daya tarik atraksi lain. Pesona sunrise di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Embung Nglanggeran maupun berbagai atraksi seni budaya harus dicoba sensasinya. 

Tidak perlu khawatir penginapan, Desa Wisata Nglanggeran mempunyai homestay yang sangat layak untuk tamu. Warga yang ramah akan menyambut kedatangan para tamu wisatawan yang menginap di Desa Wisata ini. 

Desa Wisata Nglanggeran juga terkenal dengan keberadaan Kampung Pitu di puncak gunung api purba. Satu kampung yang hanya boleh dihuni oleh tujuh keluarga. Tradisi ini secara turun-temurun masih berjalan sampai sekarang. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda