Percantik Jogja, Kawasan Suroto hingga Kridosono Ditata

Foto-Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Pembenahan Kota Jogja menjadi lebih nyaman, lebih Indah, lebih tertata terus dilakukan. Pembenahan diarahkan pada penataan dan pengembangan kawasan pendukung Malioboro. Sehingga pengembangan kota tidak terpusat di Malioboro.

Penataan dan pengembangan kawasan yang segera Dilakukan adalah Kawasan Jalan Suroto. Baik sisi barat, sisi timurnya maupun sisi tengah jalan.  Penataan tersebut dilaksanakan setelah lebaran tahun ini. Kawasan Suroto yang akan dikembangkan mulai dari kawasan simpang Gramedia sampai pertigaan Kridosono. 

Hal ini diungkapkan oleh Walikota Yogyakarta, Drs. H. Haryadi Suyuti, usai pertemuan dengan Gubernur DIY di Gedong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Senin (04/06). Haryadi menjelaskan, bahwa penataan dan pengembangan sisi jalan kawasan Suroto akan lebih mengarah dan memperhatikan aspek difabilitas yang lebih ramah.

malam3.jpg

"Kawasan pedestrian tentunya harus memiliki lampu, taman, kursi, ramah difabel, dan juga bersih, tidak ada sampah. Warna yang akan digunakan adalah putih dan abu-abu," urai Haryadi. 

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta pun merespons baik rencana pengembangan kawasan Suroto ini. Hal ini disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pengembangan Sekda DIY, Budi Wibowo, S.H., MM. 

“Kalau itu indah dan nyaman untuk masyarakat, kita harus wujudkan. Nanti kan kawasan-kawasan seperti itu akan dikembangkan, sampai Ahmad Dahlan, kemudian Senopati dan seterusnya. Tidak hanya Malioboro, yang akan berkembang,” tegas Budi. 

malam1.jpg

Budi Wibowo juga menambahkan bahwa dengan kawasan seperti ini, akan baik untuk masyarakat. Karena pasti masyarakat akan merasa lebih nyaman dengan kawasan yang mengarah kawasan pedestrian.

Budi juga mengingatkan bahwa  pengembangan kawasan ini tetap akan mengamankan peninggalan-peninggalan warisan budaya masa lalu. Artinya peninggalan atau heritage yang ada tidak terusik. 

malam2.jpg

Selain soal konsep pedestrian, Haryadi juga menyatakan bahwa pertemuan itu lebih membahas tentang standarisasi pengembangan dan penataan yang akan dilakukan di kawasan Suroto.

“Yang lebih diminta oleh provinsi adalah standarisasi. Jangan sampai ada kualitas provinsi, kualitas kota. Karena kita juga harus ikut apa yang terjadi di Malioboro dan Pasar Kembang. Jadi lebih pada standarisasi. Sehingga tadi banyak detail tentang standarisasi. Tapi Alhamdulillah sudah mengikuti standar,” ungkap alumni Fisipol UGM ini. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda