Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Surabaya Dua Orang dan Naik Motor

Suasana pasca teror bom bunuh diri di Gereja Surabaya. (FOTO: Kabar News)

COWASJP.COM – Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katholik Santa Maria Tak Bercela (SMTB), di Jalan Ngagel Utara, Surabaya, diduga dilakukan oleh dua orang yang mengendarai kendaraan roda dua atau sepada motor.

Hal itu diungkapkan Ny Siah (42), salah satu warga pemilik warung didekat Gereja Santa Maria Tak Bercela. Menurutnya ledakan itu terjadi saat dua orang yang mengendarai motor melintas di kawasan Gereja.

"Dua orang pakai baju hitam naik motor, terus didepan kawasan gereja tiba-tiba meledak," katanya.

Dia menambahkan jika terlihat dua orang tersebut membawah barang seperti bungkusan atau tas.

"Tadi saya lihat mereka bawah bungkusan seperti tas begitu, setelah itu mereka meledak," pungkas Siah.

Sementara, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung membenarkan adanya teror ledakan bom yang diduga bom bunuh diri di Gereja katolik Santa Maria Tak Bercela yang berada di jalan Ngagel Madya no .1, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng Surabaya.

Kejadian diperkirakan terjadi pukul 07.15 WIB, diduga bom bunuh diri tersebut dilakukan menggunakan sepeda motor.

"Sementara korban diduga satu orang merupakan pelaku, dan satu orang lagi dari jemaat dan beberapa korban lainnya," kata Frans.

Frans menambahkan jika ledakan juga terjadi di dua lokasi lainnya, dikawasan jalan Diponegoro dan Kawasan jalan Arjuno.

"Saya berjanji untuk update informasi kejadian ini melalui media centre. Saat ini berikan kami kesempatan untuk olah TKP, termasuk berapa jumlah korban kejadian ini," pungkas Frans.

Sejak kabar ledakan bom bunuh diri terjadi, yang diduga dilakukan oleh teroris, warganet langsung membaut kecaman dan hastag #KamiTidakTakutTeroris. Kecaman atas aksi biadab itu, terus berdatangan dari banyak pihak. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber : TIMES Indonesia

Komentar Anda