Pilkada Serentak 2020

Bawaslu Tancap Gas

Di acara tatap muka kepada kelompok masyarakat rentan. (FOTO: Imam Kusnin Ahmad)

COWASJP.COM – Meski Pilkada Serentak 2020 masih kurang 9 bulan lagi, namun Bawaslu sudah tancap gas untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi bagian pengawas partisipatif.

Bawaslu juga menegaskan eksistensinya di tengah masyarakat, untuk menolak dan melawan segala bentuk praktik politik uang.

Salah satunya lewat Sosialisasi Tatap Muka kepada Kelompok Masyarakat Rentan yang digelar Bawaslu RI di Blitar,  Selasa 17/12/2019 siang.

bawaslu-2.jpgAcara digelar di hall Kampung Coklat. (FOTO: Imam Kusnin Ahmad)

Dalam acara yang digelar di Hall Kampung Coklat, Kademangan ini, anggota Bawaslu RI Mochamad Afifuddin membuka acara dan menyampaikan pengarahan. Turut hadir Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur Moh. Amin, anggota Bawaslu Provinsi Jatim Aang Kunaifi, Purnomo Satrio Pringgodigdo, dan Nur Elya Anggraini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin dalam laporannya menyatakan bahwa peserta kegiatan adalah mereka yang sudah terikat kerjasama dengan Bawaslu Kabupaten Blitar.. Menjadi bagian pengawas partisipatif. Mulai dari penyandang disabilitas, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, pemilih pemula, dan komunitas masyarakat lainnya.

“Kami juga melibatkan komunitas masyarakat yang memiliki grup di sosial media dengan jumlah ratusan ribu. Harapan kami, komunitas grup WA tersebut turut menyebarkan virus melawan dan menolak politik uang,” kata Hakam.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur M Amin menyatakan, proses kepemiluan yang baik berawal dari pengawasan yang berkualitas. Untuk itu, dia mengundang masyarakat, mahasiswa, pegiat pemilu, dan pihak lainnya dapat memahami serta membantu Bawaslu. Mengawasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

“Termasuk memperkuat kehadiran Bawaslu dalam menjaga proses demokrasi Pilkada Serentak 2020,” pungkasnya.

Dalam sambutannya anggota Bawaslu RI yang juga Koordinator Pengawasan dan Sosialisasi Mochammad Afifuddin mengibaratkan pengawasan pemilu yang dilakukan Bawaslu selayaknya permainan sepakbola.

Menurut Afif setidaknya ada dua prinsip yang ditekankan dalam sepakbola yang mirip dengan pengawasan pemilu. “Pertama, walau memiliki gaya permainan berbeda, namun aturan yang disepakati para pihak yang terlibat tetap sama,” kata Afif.

Kedua, lanjut Afif, para pihak sepakat menjadikan wasit untuk mengawasi dan menindak pelanggaran yang terjadi saat pertandingan. ”Nah, Bawaslu hadir untuk memastikan bahwa pemilu berjalan dengan baik dan demokratis,” imbuh Afif.

Menurutnya, guna mengantisipasi terjadinya praktik kecurangan tidak cukup sebatas penindakan. Bawaslu harus mampu menyosialisasikan eksistensi penegakan hukum pemilu kepada masyarakat luas.

Hal ini karena masih banyak ditemukan di daerah-daerah, baik peserta pemilu maupun pemilih terlibat dalam politik uang.

Dengan sosialisasi intens dari Bawaslu, harap Afif, sekaligus menumbuhkan jiwa-jiwa pengawasan pemilu dalam masyarakat.

“Masyarakat harus diberikan penjelasan dalam menegakkan aturan kepemiluan,” tegasnya.

Dalam sosialisasi yang diikuti berbagai elemen masyarakat ini, dihadirikan dua narasumber kaliber nasional. Yakni pegiat pemilu Jojo Rohi dan tenaga ahli Bawaslu RI Masykurudin Hafidz. Pada pembukaan acara, hadirin juga disuguhi kesenian khas Blitar, rampak kendang dan tari Sekar Balitar. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda