Dubes Meksiko dan Maudy Puji Pelaksanaan FBA XI

Dubes Mexico Armando Gonzalo Alvarez Reina bersama Pimpinan Mekar Pribadi Oetari Noor Permadi pentas Gelar Seni FBA XI di TIM. (Dok: Mekar Pribadi)

COWASJP.COM – Perhelatan Festival Budaya Anak Bangsa (FBA) XI sudah usai. Namun, kesan mendalam tertanam di benak para pendukung maupun penonton acara budaya tahunan ini. Mereka menyampaikan apresiasi dan pujian positif untuk penyelenggara FBA.

Dubes Meksiko H.E. Mr. Armando Gonzalo Álvarez Reina menilai acara FBA ini sangat menarik. Menurutnya, pementasan seni budaya berupa Ramayana Anak dengan Lakon Sang Hanoman maupun rangkaian acara pendukung lainnya memiliki peran penting bagi anak-anak.

“Jarak Indonesia – Meksiko dapat ditempuh lebih dari 10 jam penerbangan. Namun, dengan adanya anak – anak SD Mexico menarikan Tari Mexico, jarak tersebut bisa diperpendek. Tampilnya mereka dapat membangun jembatan persahabatan anak – anak sedunia. Begitu juga yang terjadi dengan Malaysia,” tegas Armando Gonzalo Álvarez Reina. 

Yang ditegaskan Dubes Meksiko senada dengan yang disampaikan perwakilan dari Malaysia. Siti Dewi Marsitah binti Ismail, Penolong Pengarah Unit Bakat Murid Pendidikan Selangor mewakili Kementerian Pendidikan Malaysia menegaskan kegiatan ini semakin mempererat hubungnan batik negeri serumpun. Maka, ia pun menyukuri kerjasama yang sudah berjalan selama tiga tahun ini.

“Sebuah pertunjukan yang sangat memuaskan,” ujar Siti Dewi Marsitah binti Ismail seraya menyatakan rasa syukur atas kesempatan bekerjasama dengan Mekar Pribadi selaku penyelenggara acara.

Pujian dan ucapan selamat kepada Mekar Pribadi dan Oetari Noor Permadi juga disampaikan oleh Maudy Kusnaedi. Mantan None Jakarta yang juga artis peduli budaya ini, baru pertama kali datang ke acara Festival Budaya Anak Bangsa. Ia menyempatkan diri menyaksikan pementasan Sang Hanoman yang merupakan kolaborasi dari 11 sanggar.

“Sangat kreatif. Saya bisa menikmati pertunjukan dan talenta anak-anak yang selalu menarik,” kata pemeran Zaenab dalam “Si Doel Anak Sekolahan” ini.

Ia mengapreasiasi kegiatan FBA ini. Menurutnya, hal yang terpenting dari FBA adalah dengan kegiatan ini anak-anak belajar tentang budaya. Budaya yang lebih luas. Mulai dari gerakan tari tradisi, kostum, cerita. Dan itu berangkat dari hal yang mereka sukai. “Menanamkan cinta budaya kepada anak-anak adalah modal untuk kelestarian budaya kita. Selamat kepada Ketua Panitia, Bu Oetari dan tim,” tandasnya.

Pembina SDN 05 Gunung Mexico, Jakarta, Aris M juga merasakan manfaat digelarnya FBA ini. Dikatakannya, anak – anak yang dilatih ini merupakan anak-anak yang di kelas sulit untuk disiplin. Tapi mereka cukup aktif di kelas. “Dengan seni budaya ini, saya mengubah mereka untuk lebih baik dalam bersikap,” tegas Aris.

Penonton cilik Zahira dari TK Fabrian mengaku senang sekali melihat pementasan Ramayana tanggal 1 Desember 2019 pukul 10.00. Ia bercerita menonton sampai ikut bergoyang goyang. Zahira paling terkesan dengan adegan saat kera-kera kecil di awal  pertunjukan dan raksasa-raksasa kecil. Pementasan Ramayana terekam sekali di fikiran dan hati Zahira sehingga bisa menceritakan ke Bunda dan Ayahnya.

Tak hanya pertunjukan Ramayana dan berbagai kegiatan pendukung, FBA XI ini juga diisi dengan pameran. Di antaranya Pameran Satwa Burung – Serangga, Museum Indonesia dari Taman Mini Indonesia Indah, ISWIJA aneka kain betawi – konsultasi psikologi anak, Kampung Silat Petukangan Hanoman Betawi, Palanetarium, TK Fun Kids Hanoman Yang kukenal, dan Stand Jam Tangan Imoo anak yang digandrungi anak zaman now.

Selain Maudy Kusnaedi, FBA XI juga dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Ninok Leksono (Budayawan), Bulan Trisna Djelantik (Maestro Tari Bali), Muhammad Hasbi (Direktur PAUD, DitJen Paud Dikmas Kemendikbud), dan Dewi Sulastri (Maestro Tari Jawa). (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda